Histeria gerakan seribu menara rumah susun ternyata berimplikasi pada mencuatnya kreatifitas-kreatifitas baru. Ini terutama terjadi pada pengembangan-pengembangan apartemen kelas bawah yang dibangun pengembang kecil. Luar biasanya, pengembang kelas ini justru memiliki resistensi lumayan tinggi dan yang penting daya inovasi yang tak kalah dengan pengembang besar.
Sebut saja Grup Graha Permata Properindo, Grup Cempaka, dan PT Marta Amanta Suraga. Mereka memang belum terlalu popular. Yang terakhir bahkan masih pendatang baru. Namun, motivasi mereka untuk menyediakan hunian layak dan terjangkau patut diapresiasi.
Kiprah Grup Cempaka dan Grup Graha Permata Poperindo boleh dianggap pelopor di bidang properti dengan ceruk pasar spesifik. Grup Cempaka tercatat sebagai pencipta konsep apartemen kelas kos-kosan Margonda Residences yang dijual seharga mulai dari Rp80-an juta. Sementara Grup Graha Permata dikenal sebagai perintis pengembangan apartemen low rise yang harganya kompetitif namun berada di lokasi premium. Graha Permata Seibu di kawasan Sudirman dan Satrio Residences di Jl Dr Satrio, Kuningan, Jakarta, contohnya.
Keduanya kini juga berpartisipasi dalam pengadaan hunian layak dan terjangkau. Grup Graha Permata Properindo melansir Hayam Wuruk Residences sebanyak 355 unit. Lokasinya tepat berseberangan dengan Gajahmada Plaza, yakni di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Sementara Grup Cempaka tengah memasarkan Green Park View yang mencakup 4.700 unit di Jl Daan Mogot Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, melalui anak usahanya PT Inten Cipta Sejati.
Adapun kreatifitas baru yang dimaksud adalah keberanian menerapkan siasat (strategi) bisnis yang justru diemohi pengembang lain. Grup Graha Permata Properindo sedikit berjudi dengan melempar produk di tengah-tengah properti milik pengembang raksasa. Asal tahu saja, Hayam Wuruk Residences berada di tengah-tengah properti besar (secara skala) seperti mixed use project Lindeteves dan Gajahmada Mediterania Residences (Grup Agung Podomoro), Aston Cityloft Gajahmada (PT Duta Anggada Realty Tbk) dan StarCity (PT Wismatama Propertindo).
Meski demikian Grup Graha Permata Properindo percaya diri dan yakin dengan produknya. Dus, segmen yang dibidik juga memang real market dengan profil pedagang, pengusaha, eksekutif muda, dan karyawan yang bekerja di seputar kawasan niaga Glodok, Mangga Besar, Mangga Dua, dan Kota. “Jumlah mereka besar sekali dan memang sangat membutuhkan hunian yang layak. Sementara kita tahu kawasan ini, meski secara tradisi sangat bernilai bisnis tinggi, namun penataan permukimannya tidak teratur dan terkesan kumuh. Nah, kami menyediakan fasilitas hunian dengan fitur-fitur fungsional dan jauh lebih rapi dan tertata dengan baik,“ papar Direktur sekaligus shareholder Grup Graha Permata Properindo, Adrianus.
Lagipula, aku Adrianus, meski harga perdana Hayam Wuruk Residences jauh lebih kompetitif dibanding Lindeteves atau StarCity dan Gajahmada Mediterania Residences, namun kualitas bangunannya justru di atasnya. Ini dimungkinkan karena Grup Graha Permata Properindo tidak harus mengeluarkan biaya ekstra untuk akuisisi dan pembebasan lahan di koridor Hayam Wuruk yang saat ini sudah mencapai sekitar Rp10 juta-12juta/m2. Lahan seluas 3.000 m2 itu merupakan land bank perusahaan yang sudah dimiliki sejak lima tahun lalu. Sehingga mereka bisa menekan ongkos produksi serendah mungkin. Asal tahu saja pada saat soft launching awal Mei 2008, Hayam Wuruk Residences dipasarkan seharga Rp180 juta untuk unit berukuran 26 m2. Atau sepertiga harga Cityloft.
Murahnya harga unit-unit ini tak lain karena Grup Graha Permata Properindo mengaplikasikan efektifitas rancangan bangunan. Fitur-fitur pelengkap macam jogging track dan children playground dikonversikan menjadi sebuah ruang sport center. “Sebab kalau harus membuat fasilitas tersebut di luar bangunan gedung, justru akan menambah ongkos produksi dan membebani konsumen. Karena mereka harus membayar ekstra untuk perawatannya,” kata Adrianus seraya mengungkapkan ia hanya menggelontorkan investasi senilai Rp90 miliar. 
Hingga Juni lalu, telah terjadi kenaikan harga 3-5%. Ukuran studio hanya tersedia 10 unit, sisanya 2-3 kamar tidur. Harganya bervariasi mulai dari Rp250 juta-376 juta/unit. “Sangat pantas untuk apartemen kelas menengah bawah yang berlokasi strategis, dekat dengan pusat kota dan mudah diakses oleh berbagai macam moda transportasi,” tandas Adrianus.
Sedangkan PT Marta Amanta Suraga secara resmi merilis Samawi Bintara yang terletak di kawasan Bintara, Bekasi Barat. Uniknya, konsep apartemen murah ini bertajuk sehat manusiawi. Ini tak lain karena motivasi pengembangnya adalah ingin menciptakan hunian yang memenuhi syarat kesehatan lingkungan dan manusia penghuninya.
Representasi atas konsep ini ditemui dalam desain aristekturalnya yang menekankan pada dominasi bukaan di fungsi-fungsi utama bangunan. Ada tiga jendela pada tiap unitnya. Selain itu, di bagian gdung milik bersama, atapnya bisa dibuka-tutup sesuai dengan kondisi cuaca. Sehingga sirkulasi udara menjadi lancar. PT Marta Amanta Suraga juga minimalisasi pemanfaatan beton dan kaca sehingga pencahayaan ruang dapat tereksplorasi secara maksimal.
„Konsep sehat manusiawi ini secara sosiologis dapat diartikan sebagai kontrol terhadap kepadatan penghuni. Itulah mengapa pada setiap lantai di apartemen ini hanya terdiri atas 22 unit,” Direktur PT Marta Amanta Suraga, Deden Sudarbo. Dengan konsep desain yang kompak tersebut, penggunaan energi dapat diminimalisir. Para penghuni tidak harus menambah komponen home appliance seperti AC pada unit-unitnya.
Demikian juga dengan ongkos konstruksinya. Deden mengakui, dapat menghemat penggunaan dana secara efektif. Untuk pembangunan satu menara, disiapkan dana hanya sebesar Rp40 miliar. Samawi ditawarkan sebanyak 484 unit dalam dua menara dan berdiri di lahan seluas 5.800 m2. Harganya dibanderol sekitar Rp89 juta.
Lain lagi dengan Green Park View. Apartemen ini agak lebih besar skalanya dan juga berkonsep mixed use development. Green Park View mengadopsi hibriditas antara apartemen bersubsidi dan non subsidi. Terdiri atas 7 menara A-G yang menempati lahan selapang 4,7 Ha. Menara A-D merupakan apartemen non subsidi yang ditawarkan seharga mulai dari Rp200 juta. Sementara menara E-G yang ditempatkan di belakang kompleks, diawali dengan harga Rp89 juta-144 juta.
Sesuai namanya, Green Park View, mempersiapkan 50 persen dari total luas lahannya untuk ruang terbuka hijau. Bentuknya berupa lapangan golf mini (putting golf), jogging track dan pagar hidup berupa pepohonan yang mengeliling proyek. Kelebihan lain dari Green Park View, masing-masing 7 menaranya memiliki fasilitas kolam renang. Untuk merealisasikan proyek tersebut, setidaknya dibutuhkan dana senilai Rp1 triliun.
Berbeda dengan Hayam Wuruk Residences dan Samawi Bintara, Green Par View ini berada di kawasan yang rawan banjir. Untuk mengantisipasinya PT Inten Cipta Sejati membangun pompa pengendali banjir.
Meski rawan banjir, Green Park View sangat strategis. “Dekat dengan berbagai fasilitas yang ada di kembangan, Cengkareng dan Daan Mogot. Lagipula mudah dijangkau, semua moda transportasi melewati proyek kami,” ujar Direktur Utama PT Inten Cipta Sejati, Teddy Budianto.
Rencananya pembangunan menara E-G akan didahulukan dan diharapkan selesai dalam waktu 1,5 tahun. “Merespon antusiasme pasar yang tengah berada pada kondisi puncak,” ujar Teddy. Sementara pembangunan kelas menengah menara A-D menunggu ruas tol yang menghubungkan Bandara dan Kebon Jeruk/Kembangan (JORR Seksi W2) rampung terbangun.
Prospek Pasar
Menilik kelebihan dari masing-masing proyek tampaknya apartemen kelas menengah bawah ini bakal mendapat sambutan positif pasar. Terutama yang berada di lokasi-lokasi yang mudah diakses atau dekat dengan jalur busway. Keberadaan moda transportasi publik macam bus Transjakarta, bus kota reguler dan angkutan umum memang menjadi pertimbangan utama konsumen. Selain, tentu saja, masalah harga. Karena jarak dan waktu tempuh yang dekat dengan tempat aktifitas, secara otomatis dapat memangkas pengeluaran rutin bulanan.
Faktor inilah yang sesungguhnya mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli atau menganulir apartemen murah ini. „Pengeluaran transportasi bulanan masyarakat yang tinggal di surb urb area sebesar Rp2 juta-2,5 juta. Jumlah ini seperempat atau setengah dari pendapatan pasar sasaran. Daripada terbuang percuma, lebih baik dialokasikan untuk membayar cicilan apartemen,“ ujar Adrianus.
Teddy mengamini, bahwa tinggal di apartemen tengah kota sangat praktis dan ekonomis. „Penghuni dapat mengatur jadwal kerja tanpa harus kehilangan waktu buat keluarga. Lagipula hidup di apartemen itu semuanya serba teratur dan terorganisasi,“ imbuh Teddy.
DIarsipkan di bawah: property business and industry

Samawi = Sehat manusiawi……………….
saatnya beli apartement yang kaya gini nich……
ga terlalu padat dan sehat pula…….
hunian yang bener hunian , ga kaya pasar heheeheh
semoga saja, realisasi tidak melenceng dari konsep
saya minta informasi tentang Apartement Hayam Wuruk Residence dijalan Hayam Wuruk Jakarta pusat. Dari mulai harga, stock. brocure. selengkap-lengkapnya.
mengenai harga dan ukuran serta data teknis lainnya sudah tercantum lengkap dalam tulisan. Untuk brosur, maaf blog saya bukan blog iklan atau sebangsanya. ini blog pribadi. Anyway, thanx atas kunjungannya
Ati2…… hayam wuruk n satrio residences itu palsu…!!!!!!
Itu boongan…..
Jgn mau beli…
developer penipu…!!!!!!!
gw dah kena bo’..
hah ? di hayam wuruk penipu gmana ? gw br mo beli neh … mohon infonya dunksss…….
bwat owner nya blog , kalo punya info lain tentang apartemen hayam wuruk mohon di share dunk , berhubung ada yg kayaknya gak puas, soalnya sebelum lebaran ini rencananya saya mo booking salah satu unitnya
salah satu share holder Hayam Wuruk Residence merupakan pengurus APERSI (Asosiasi pengembang perumahan sederhana seluruh Idnoensia), jadi dari sini bisa diketahui integritasnya…. terima kasih
hmm , tp so far baik baik aja khan PT Graha Permata Properindo ini ? saya ini br pertama kali mo beli unit apartemen , jadinya msh 18 bulan lg , kalo ada tips2 beli apartmen , seperti apa yg harus diperhatikan boleh dunk ..
btw makasih bwat response nya mbak Hilda.
Mas Wisnu bisa klik tulisan saya lainnya yang berjudul, “Jangan Beli Apartemen Gateway”. di situ ada tips untuk membeli apartemen dan juga komentar dari visitor mengenai pengalaman mereka membeli apartemen.
Sejauh ini Graha Permata Propertindo belum tersandung kasus. Ke depan, saya akan memantau lagi sepak terjang mereka.
iya , sudah saya baca mba tu gmana ya sekarang?, o iya td saya telp apersi kok katanya graha permata properindo belum terdaftar ya , malah di REI sudah terdaftar gt. saya seh br konfirm lewat telp, kalo mau dapat list anggota REI dan APERSI dimana ya ?
thanks lot
Gini lho Mas, salah satu share holdernya adalah pengurus APERSI. bukan berarti perseroannya anggota APERSI kan? please read carefully.
Untuk mengetahui listing pengembang REI dan APERSI bisa di kantornya masing-masing. REI di ruko Simprug Galler di Jl Teuku Nyak Arief, Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, sementara APERSI di Jl Laut Biru, Cawang, Jakarta Timur.
Ikutan nimbrung mengenai Graha Permata ini. Karena saya tertarik membeli unit Hayam Wuruk Residence, saya juga lagi mencari tahu profil dan portfolio perusahaan ini. SEtelah saya datangi daerah Satrio Residence, saya tidak menemukan Satrio Residence di Jl. Guru Mughni.
Ternyata Satrio Residence saya baca dari link koran tempo yang saya dapat dari googling. Sudah dibongkar paksa oleh Pemerintah pada APril 2008 karena tidak memiliki ijin membangun apt. dan juga penyalahgunaan lahan hijau…….. satu lagi proyek graha permata, yaitu graha permata seibu sepertinya cukup misterius juga. Karena yang membahas proyek graha permata menurut hasil search google, hanya blog hildalexander ini saja.
Mohon yang lain bisa di share informasi mengenai APt. Hayam Wuruk Residence ini, jangan-jangan nanti penyalahgunaan lahan lagi atau tidak memiliki ijin mendirikan apt
Link berita KoranTempo:
http://wap.korantempo.com/view_details.php?idedisi=2889&idcategory=7&idkoran=128415&y=2008&m=4&d=18.
Saya mewawancarai langsung salah satu share holdernya, Adrianus. Ia juga merupakan anggota APERSI. Mengenai progres pembangunan, sangat bergantung pada kesiapaan infrastruktur pendanaan dan aspek legalitas. Dalam kasus SAtrio Residence, bisa jadi salah satu atau keduanya belum dapat dipenuhi
mohon nanya kepada mbak hilda mengenai apartemen hayam wuruk residence,
apakah sudah ada mengenai ijin untuk pembangunannya? dan apakah progessnya pernah terhenti?
thanx y, informasi anda sangat membantu.
saya survei akhir november lalu masih belum ada progres pembangunan. Krisis finansial global memang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis dan industri properti di Indonesia. Jadi, ada beberapa proyek baru yang ditunda pembangunannya. Mengenai HWR, menurut pihak pengembang, progres pembangunan menunggu situasi kondusif.
mbak Hilda, saya datang ke lokasi HWR, pertengahan Januari 2009, tapi belum juga ada pengerjaan apa-apa tuh. Ada sih beberapa pekerja bangunan, tapi kerjanya hanya pindah-pindahin besi-besi rangka gitu deh… nah di lahan yang dimaksud masih berdiri bangunan lama yang katanya mau dibongkar dulu… please dong …. karena uang saya terbatas…. apakah ada info yang lebih valid lagi ? trims.
Info terakhir dari pengembangnya, mereka tengah fokus mengerjakan Seibu dan Carbella serta apartemen di Semarang. Yang HWR untuk sementara memang mengalami perlambatan. Atau bapak bisa bertanya langsung kepada pengembangnya. Semoga bermanfaat.
Salam kenal semuanya.
saya juga ikut memantau HWR karena saya tertarik mengenai lokasinya, bahkan saya juga sudah membayar BF. Mengenai yg satrio memang mereka terjegal mengenai masalah lisensi, tapi menurut salah seorang staff marketing mereka sudah clear. di HWR lokasinya bekas hotel paripurna dan progressnya sekarang mereka juga menambahkan pondasi beberapa lantai dan menurut mereka akan serah terima kunci pada akhir 2010.
Mohon klarifikasinya dan informasi lebih lanjut, bagi teman2 sekalian.
HWR itu aku coba telp2 udah berminggu2 kog ngga pernah diangkat, ini nomer yg daripapan depan apatemen tsb 021-3808060, apa ada nomer pemasaran lainnya?
Thanks
Apartement hayam wuruk residence, sedang dalam tahap pembangunan, teman2 bisa lihat langsung di jalan hayam wuruk, depan berseberangan jalan dengan Gajah Mada Plaza. Terima kunci akhir 2010. Tempat sangat strategis di Jakarta Pusat. Yang berminat untuk over kredit harap hub saya,email : agamitte_daniel@yahoo.com hp 081236976883 alasan saya over kredit karena masalah keuangan pribadi, harga satu tahun lalu Rp 277 jt, anda tinggal mengganti cicilan yg telah saya bayar 12 bulan (12x 7.5jt) dan membayar sisa cicilan.per bulan 7.5jt. Saya akan beri potongan harga. tipe kamar studio, 35m2, lantai 8. fasilitas ; free maintenance 1 tahun, swimming pool,cafe & resto, minimarket, fitness center,24 hours security with CCTV,ATM center, beauty center, Laundry&dry cleaning
Hi Hilda,
Bagaimana menanggapi reputasi Developer : PT Bersaudara Kagum Sejahtera , Cilandak Mall, Jl. Raya Cilandak KKO, Pasar Minggu, Jakarta …yang selalu tidak tepat dalam commitment akan pembangunan yang diberikan. Semula di informasikan setelah Ground Breaking 08 Agustus 2009, nmun sampai saat ini ga ada tanda2 akan pembangunannya. Setiap ditanyakan alasan nya 1001 Cape dech
Yang sangat kecewa dengan progress MT Haryono Residence,
-HM
Hati2 dengan GRAHA PERMATA. Sy dengar2 dari dari supplier gedung mereka, 80% belum dibayar! Pemiliknya p. Andrianus selalu pura2 dan tidak pernah di kantor. Pegawai berubah setiap 3 bulan dan sangat hebat mengulur2 pembayaran. Sudah selesai 2thn lalu dan tidak membayar. Pokoknya hati2 saja! Kasihan pak orang jujur dibohongi uangnya.
Komitment untuk Apartement Mtharyono Sdh sejauh mana? kita lihat aja ananti.
Mr. WM