Posted on Juli 29, 2008 by hildalexander
Direktur Utama Grup Relife Realty, Ghofar Rozaq Nazila mafhum sektor properti subperumahan merupakan bidang bisnis yang memiliki resistensi paling tinggi dibanding sub bisnis properti lainnya. “Atas dasar prinsip rumah merupakan kebutuhan primer. Kami yakin kebutuhan rumah akan terus ada dan malah tumbuh seiring bertambahnya populasi penduduk. Lagipula background kami sebelumnya adalah konstruksi yang merupakan anak [...]
DIarsipkan di bawah: property business and industry | 2 Komentar »
Posted on Juli 28, 2008 by hildalexander
Anda tentu mengenal Margonda Residences, Nirvana Residences, dan Cimanggis Green Residences. Ya, apartemen dan rumah menengah tersebut, bukanlah karya pengembang-pengembang besar lagi bonafid. Properti-properti tersebut, siapa nyana, milik pengembang gurem yang berumur ‘kemarin sore’. Akan tetapi, konsep, kualitas dan catatan penjualannya, justru menunjukkan oposisi positif. Bahwa, usia pengembang tidak menjadi patokan bagi pasar untuk meminatinya.
“Yang [...]
DIarsipkan di bawah: property business and industry | Leave a Comment »
Posted on Juli 27, 2008 by hildalexander
Kendati selama semester I 2008, sektor properti mencatat kinerja terburuk dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya ditandai dengan penurunan sebesar 33,07%. Atau lebih buruk dibandingkan dengan penurunan IHSG sebesar 14,45% pada periode yang sama. Namun, sektor ini tetap dipandang memiliki prospek yang cukup menjanjikan pada semester II. Sebab, selama ini saham yang berbasis komoditaslah yang mendominasi pergerakan [...]
DIarsipkan di bawah: property business and industry | Leave a Comment »
Posted on Juli 27, 2008 by hildalexander
Tinggal di tengah kota Jakarta menjadi impian banyak orang, tak terkecuali pekerja. Sayangnya, sebelum terwujud, impian itu harus pupus lebih dulu karena dihadapkan pada realitas pahit. Harga tanah dan rumah sudah menembus langit-langt impian itu. Tak terjangkau, tidak bagi eksekutif muda bergaji pas-pasan, apalagi masyarakat berpenghasilan marjinal (MBR).
Meski demikian, toh realitas itu tetap dipandang [...]
DIarsipkan di bawah: property business and industry | Leave a Comment »
Posted on Juli 23, 2008 by hildalexander
Dua juta wisatawan yang menyinggahi kota Bogor, bukanlah jumlah sedikit. Merekalah yang mendongkrak tingkat okupansi fasilitas akomodasi kota hujan itu menjadi sekitar 80 persen. Angka lebih tinggi bisa dicapai pada waktu week end. Apa sebab?
Kota Bogor memiliki beragam fasilitas dan destinasi wisata (kuliner, fashion, rekreasi). Sebut saja Warso Farm, Kerajinan Tas Tajur dan Katulampa, Kebun [...]
DIarsipkan di bawah: property business and industry | 3 Komentar »
Posted on Juli 21, 2008 by hildalexander
Siang ini saya bersama teman fotografer dan driver melakukan tugas liputan, survey dan investigasi ke beberapa proyek perumahan baru di wilayah Selatan Jakarta. Ada beberapa perumahan yang masuk dalam daftar survey, di antaranya Utopia, Casamora, Fenomerad, Villa @ Kebagusan, Permata Lebak Bulus, Aruba, Siaga Residences, dan Pejaten Residences.
Kecuali Casamora (milik PT Casabona), yang lain saya lalui [...]
DIarsipkan di bawah: sosial-budaya | 12 Komentar »
Posted on Juli 14, 2008 by hildalexander
Para spekulan tanah di Bekasi Barat, bersiaplah gigit jari. Sebab, rencana besar PT Summarecon Agung Tbk yang sudah terpublikasi luas, belum dapat direalisasikan tahun ini. Rencana besar itu adalah ekspansi pengembangan township, di atas lahan seluas 250-300 Ha. Pengembangan skala kota itu akan mencakup residensial, komersial, fasilitas publik, hotel, apartemen dan lain-lain yang sesuai dengan standar [...]
DIarsipkan di bawah: property business and industry | Leave a Comment »