Jababeka Medical City, pengembangan berbasis pada pelayanan kesehatan terintegrasi yang dikembangkan PT Jababeka Tbk, secara resmi dimulai pembangunannya, 29 Oktober 2008. Prosesi acara ground breaking dilakukan oleh Menteri Kesehatan Siti Faadilah Supari dan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dan Presiden Direktur PT Jababeka Tbk Setiyono Djuandi Darmono.
Dikatakan SD Darmono, pihaknya membutuhkan dana sebesar Rp7 triliun untuk merealisasikan Medical City yang dirancang sebagai pusat pelayanan kesehatan bertaraf internasional. Untuk itu, PT Jababeka Tbk telah menggandeng beberapa investor sebagai mitra strategis yang penandatanganan nota kesepahamannya dilakukan pada saat yang bersamaan. Mitra strategis tersebut adalah Kalbe Farma, Sanbe Farma dan Dexa Farma. Ketiganya menempati posisi sebagai equity partner.
Nantinya, di dalam kompleks pengembangan Medical City seluas 74 Ha, akan dibangun rumah sakit ultra modern Presiden International hospital sebanyak 600 kamar, fakultas kedokteran President University School of Medicine, Jababeka Research Center serta hotel, apartemen dan retirement homes yang mengakomodasi kebutuhan para pengguna fasilitas layanan kesehatan serta warga negara senior.
Presiden Direktur Jababeka Medical City, Tarmizi Hakim mengatakan dibangunnya proyek ini bertujuan untuk menjawab tantangan global yang mengharuskan Indonesia memiliki daya kompetisi dengan negara lain dalam sektor kesehatan.
“Kekurangan Indonesia adalah pelayanan kesehatan yang masih berada di bawah standar internasional. Padahal secara personal, tenaga medis dan dokter Indonesia memiliki kemampuan tak kalah dengan negara lain. Kami berusaha untuk melahirkan paradigma baru pelayanan kesehatan dengan peningkatan dan perbaikan standar pelayanan kesehatan ini. Langkah awal adalah dengan didirikannya fakultas kedokteran dan rumah sakit,” ujarnya.
Siti Faadilah mengharapkan dengan dibangunnya Jababeka Medical City, dapat mengalihkan perhatian dan minat masyarakat yang ingin berobat ke luar negeri. Setiap tahun terdapat 100.000 orang Indonesia yang memilih berobat ke Singapura, Thailand dan negara lain. Mereka menyumbang sekitar 600 juta US Dolar ke negara-negara tersebut. “Jika fasilitas ini dibangun, maka arus pengobatan ke luar negeri bisa dialihkan,” harap Siti.
Jababeka Medical City direncanakan rampung pengembangannya dalam waktu 7 tahun atau selambatnya akhir 2015.
DIarsipkan di bawah: property business and industry
Butuh dana untuk proyek….min 30 Milyar – no limits kirim email aja ke butuhdana_nih@yahoo.com
Megaproyek Medical City, pionir dan satu-satunya di Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah bagi pelayanan kesehatan berkelas internasional bagi masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara.