Posted on November 30, 2008 by hildalexander
<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Presiden Komisaris PT Sentul City Tbk, Kwee Cahyadi Kumala, pantas saja menjadikan perumahan sebagai pilar bisnis utamanya. Tidak komersial ritel apalagi hotel. Kebijakan ini ditempuh karena Cahyadi mempertimbangkan realitas pasar aktual. Meskipun penghujung tahun 2008 ini catatan penjualan PT Sentul City [...]
DIarsipkan di bawah: property business and industry | Leave a Comment »
Posted on November 30, 2008 by hildalexander
Layaknya hukum sebab-akibat, perkembangan sebuah kawasan selalu <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Layaknya hukum sebab-akibat, perkembangan sebuah kawasan selalu didahului oleh berkembangnya infrastruktur jalan. Semakin baik pencapaiannya, maka kawasan tersebut akan makin berkembang, sebab kawasan tersebut akan kian terbuka. Dan salah satu infrastruktur yang mendorong terjadinya [...]
DIarsipkan di bawah: property business and industry | 1 Komentar »
Posted on November 30, 2008 by hildalexander
Mendengar namanya, bisa jadi banyak orang mengira, perusahaan ini baru berdiri. Sejatinya ini adalah perusahaan matang yang sudah berdiri sejak tahun 1981. Dan perlu dicatat, nama terakhir ini adalah persalinannya yang kesekian. Sebelum berganti menjadi PT Cowell Development Tbk. pada tahun 2007 untuk kemudian mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan ini bernama [...]
DIarsipkan di bawah: Tak Berkategori | 5 Komentar »
Posted on November 28, 2008 by hildalexander
Kwee Cahyadi Kumala, Presiden Komisaris PT Sentul City Tbk, dengan tegas mengatakan bahwa rencana perseroan untuk mengembangkan dua buah hotel bintang empat di kawasan komersial Sentul City akan ditangguhkan. Padahal sebelumnya, dua hotel tersebut sudah masuk dalam rencana strategis yang bakal direalisasikan tahun 2009.
Dianulirnya pembangunan dua hotel tersebut, menurut Cahyadi, setelah mempertimbangkan kondisi aktual yang [...]
DIarsipkan di bawah: property business and industry | 1 Komentar »