Aksa Mahmud ‘Kebiri’ Lippo

Sebuah kebetulan yang mencengangkan ketika saya, akhirnya, dapat mewawancarai Eka Firman Ermawan, orang yang mengomandoni bidang properti di Bosowa Corporation.

Siang tadi, pukul 11.30, kami bertemu di kantor Bosowa Corp., Menara Karya, HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Dalam wawancara yang berlangsung santai dan diselingi saling mengirim SMS antara Eka dan big bossnya, Aksa Mahmud.

Eka menjabarkan sejumlah rencana strategis (sebagian tengah direalisasikan) Bosowa di tahun 2008. Goal utama dari rencana strategis tersebut adalah membawa Bosowa Real Estates and Asset Management menjadi developer utama dan ternama di Kawasan Timur Indonesia.

Salah satu cara merealisasikan goal itu adalah memanfaatkan land bank mereka yang seluas 300 Ha di kota Makassar. Mengakuisisi beerapa properti prospektif dan membentuk unit-unit bisnis properti, seperti unit bisnis pengelolaan gedung, unit bisnis residensial dan komersial serta membentuk operator chain hotel.

Namun, di antara strategi tersebut, yang paling mencuri perhatian adalah upaya ‘mengebiri’ kepak sayap bisnis properti Grup Lippo di Makassar. Bermisi menjadi yang terbesar se-KTI, Bosowa yang dimiliki Aksa Mahmud (yang notabene ipar Wapres JK) mulai merealisasikannya dengan mengakuisisi Hotel Aryadutta. Sekadar informasi, hotel ini merupakan hotel nomor satu di Makassar dengan rate 550.000-650.000 per malam.

Ada pun nilai akuisisi tersebut sebesar 14 juta dollar AS. Pasca akuisisi, akan diapakan Aryadutta hotel itu? Menurut Eka, pihaknya akan merefurbishnya menjadi Hotel Shayla.

Cukup sampai di situ? ternyata masih banyak langkah strategis lainnya. Seperti membangun Bosowa Tower 23 lantai dan menjadikannya headquarter Bosowa, serviced apartment 2 tower, RSH dan RS 1.000 unit, RS Internasional, serta pusat belanja menengah-atas. Semua properti ini berlokasi di prime area atau pusat bisnis distriknya Makasar.

Untuk mendanai proyek-proyek tersebut, Bosowa telah mengalokasikan dana sebesar Rp500 miliar. 90 miliar di antaranya diperoleh dari Bank Bukopin melalui kredit konstruksi.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Assalaamu ‘alaekum…
    Mpok hilda, kalo ngomen URL-na mbak Hilda kok kosong, kagak bisa diklik… disengaja kah??? 😯

  2. wa’alaykumsalam

    hehehe yup sengaja. demi sekuritisasi….maklum, profesi wartawan, mengutip Pak Robert Manurung, itu rentan dan rawan…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: