Country Director JLL Indonesia Kebablasan

Media briefing yang diselenggarakan oleh kantor konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) pada Senin, 18 Februari lalu di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, sejatinya berlangsung lancar. Semua pembicara, Country Director JLL Lucy Rumantir, para direktur seperti Bayu Utomo, Wendy Hartono, dan Djodi Trisusanto, menampilkan kepiawaian mereka dalam memaparkan analisa mengenai property market outlook. Termasuk Anton Sitorus, presenter analisa JLL, kendati cara dia membacakan analiasa gak enak didengar. Alias terkesan capek, karena kurang tarik napas dalam-dalam. Hehehehe sorry ya bos, take a deep breath sebelom presentasi….

Namun, ada satu hal, dan ini fundamental, yang menjadi blunder JLL. Ketika ada rekan wartawan yang menanyakan masalah green development dan bagaimana konsep pengembangan kota Jakarta, Lucy Rumantir justru tergelincir. Dia dengan yakin mengeluarkan pernnyataan yang sangat sensitif. Lucy justru menyarankan agar para penentu kebijakan setingkat Walikota ataupun Gubernur (notabene DKI Jakarta) untuk mengalihkan orientasinya ke selatan Jakarta. “Jangan mengembangkan properti di daerah yang punya potensi banjir. Kembangkanlah perumahan atau properti ke Bogor dan Puncak. Di sana kan tanahnya masih luas,” ujarnya yakin…

Hah??? Bogor dan Puncak? Please deh Bu, kalo Anda berbicara di depan audiens yang kebetulan aktivis lingkungan hidup sekelas Walhi or Green Peace, Anda akan didemo habis-habisan. Anda tentunya paham, bahwa Bogor dan Puncak merupakan buffer zone, atau catchment area, atau kalu belum ngerti juga, daerah resapan air. Jika Puncak dikonsentrasikan sebagai kawasan pengembangan rumah dan properti lainnya, maka Jakarta akan bernasib wassalam. Bukan kebanjiran lagi, melainkan tenggelam…..

Justru kita harus menyelamatkan Bogor dan Puncak dari pembangunan-pembangunan sporadis. Kenapa Anda tidak menyarankan untuk menggalakkan konsep living the city aja. Konsep ini sebetulnya merupakan yang terbaik, jauuuuuuh lebih beradab dibandingkan dengan gagasan Anda. Living the City menyaratkan pengembangan secara vertikal. Karena lahan terbatas ya pembangunan jadi ke atas dong. Bukan dalam pengertian ‘atas’ itu Puncak……

Tanpa mengurangi rasa hormat, Bu Lucy seharusnya mempelajari Peraturan Daerah Jawa Barat cq Kabupaten Bogor yang menempatkan kawasan Puncak sebagai green area……

Iklan

2 Tanggapan

  1. ini yang dinamakan keblenger, panik gak tw jawab apa, jawab ngasal tanpa analisis dulu, klao kayak begini emg layak di demo nih, heheheh, data mereka khan di pake pengembang2 tuh, nnt kalo para pengembang tergoda, bisa habis puncak atau bogor, the end jakarta, godbye indonesia, hehehe, yang perlu di buat itu peraturan mengenai green building design, artinya setiap pengembang harus menerapkan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, gak boros energi sana sini..mbak hilda, saya ngefans berat sama tulisan2 mbak nih, maju terus mbak hilda

    hehehe trims berat sudah jadi fans tulisan saya 🙂

  2. tulisannya lo mbak, tulisannya, hehehe

    iya… tulisan saya kan hehehe 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: