Grup Lippo Bangun 40 Mall hingga tahun 2010

Konglomerat properti, Grup Lippo, melalui anak perusahaannya PT Lippo Karawaci Tbk, berencana mengembangkan 20 lease mall baru hingga tahun 2010. Sementara ini yang telah dimiliki adalah 20 pusat belanja (10 strata title dan 10 lease mall). Termasuk Mega Mall Pluit yang telah diakuisisi dan berganti nama menjadi Pluit Village.

Brand Village di belakang nama mal akan akan menjadi nama identik mal-mal kepunyaan Lippo. Seperti Puri Village, Kemang Village, Pluit Village, Pejaten Village, Binjai Village, dan lain-lain.

Menurut Direktur PT Lippo Karawaci Tbk, Andreas Kartawinata, untuk merealisasi rencana tersebut pihaknya akan melakukan strategi akuisisi dan pengembangan baru. “Akuisisi dilakukan terhadap mal-mal yang berlokasi strategis, memiliki target market spesifik, dan potensial membawa keuntungan,” ujarnya.

Mal-mal yang kini tengah diincar Lippo adalah di kawasan Selatan dan Timur Jakarta. “Ada juga di luar Jadebotabek, Sumatera, dan Sulawesi,” lanjut Andreas.

Sementara untuk pengembangan baru, Lippo bakal konsentrasi di titik-titik pertemuan kota di beberapa kota besar di Indonesia. Salah satunya Pejaten Village. Ini merupakan proyek lease mall pertama yang dikembangkan Lippo. Dengan nilai proyek 50 juta US Dollar, lease mall ini berdiri di atas lahan seluas 2 Ha dengan total gross area selapang 58.000 m2. Sedangkan saleable areanya mencapai 40.000 m2.

Pejaten Village telah mendapatkan konfirmasi sebanyak 63% dari para tenan yang akan mengisinya antara lain, Parisian Department Store, Hypermart, yang nota bene merupakan subsidiary of Grup Lippo, Cineplex 21, Bookstore Gramedia, dan Time Zone.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Subhanallah, saya jadi teringat dengan hadist Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang berbunyi,

    “Hari Kiamat tidak terjadi sehingga fitnah tersebar, banyak kebohongan dan pasar-pasar saling berdekatan.” (HR. Ahmad)

    Sepertinya kita harus lebih mendekatkan diri kepada Allah dan beristighfar selalu….. 😦 😳

    teman…saya juga merasa ironis ketika melakukan liputan mengenai hal demikian….di saat seorang ibu di Makassar mati karena belum makan tiga hari, saya memberitakan hal seperti ini….

    Sejatinya, saya berusaha untuk membuat tulisan bersifat kontemplatif, namun kemampuan saya belum sampai ke arah itu. Jadi untuk saat ini saya berusaha mengabarkan kepada publik rencana-rencana mereka. Motivasi utama adalah supaya publik tahu hal-hal yang mereka lakukan…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: