Bali, Jauh Di Mata, Jauh Di Hati

Bali. Tanggal 19-22 Maret lalu, saya meliput topping off The Legian Nirwana Suites. Seperti biasa, acara saya ikuti dengan seksama dalam tempo selama-lamanya. Hiks hiks hiks…..Proyek ini berlokasi di area premium. Tepatnya berada di jalur Legian dengan akses langsung Pantai Kuta. Wuihhhh mantab!!!

Tak heran, harganya pun terbilang tinggi. Tapi, itu sepadan dengan yang bisa calon konsumen dapatkan. Pemandangan laut lepas, pengelolaan profesional oleh chain operator international Grand Mercure, serta keuntungan-keuntungan lainnya. Seperti garansi  6% per tahun selama tiga tahun pertama yang dihitung dari rental room rate sebesar 50%. 

Lupakan dulu keistimewaan-keistimewaan The Legian Nirwana Suites. Usai acara, saya berdua teman fotografer survey keliling Jimbaran, Nusa Dua, Kuta, Seminyak, Legian dan Dreamland. Sepanjang perjalanan, saya tidak menemukan sama sekali trauma akibat krisis multidimensi 1997, tragedi Bom Bali jilid I maupun jilid II.

Di mana-mana aktifitas berjalan seperti biasa dan lebih hidup. Turis asing (kendati tidak sebanyak dulu) bisa berkeliaran dengan bebas. Bebas nilai (berpakaian sangat minimalis), bebas melakukan apa saja (ada yang nyaris berhubungan seksual), bebas aturan (motor dan mobil saling salip dan terkadang lupa menghidupkan lampu sen) dan bebas sebebas-bebasnya dalam hal lainnya.

Beberapa proyek properti besar dan kecil seolah berlomba dengan denyut Bali yang kian malam justru kian dinamis. The Haven, The Replica, Seminyak Residences,  Banyan Tree, C151, The Sentosa Island, Anantara, dan hotel bintang lima baru di area Dreamland.

Saya sampai tak percaya, sebanyak inikah pengembangan properti Bali. Belum lagi private villas yang dibangun individu-individu yang kelebihan uang. Tersebar merata di setiap jengkal tanah Dewata.

Akan tetapi, apakah suplai yang sedemikian banyak dibarengi dengan permintaan? “Jangan khawatir. Seharusnya rasio ideal adalah sejuta ruang hospitalitas baru setiap tahun. Pasok yang ada belum memadai dan tidak mencukupi kebutuhan. Memang saat ini jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali cuma 1,7 juta jiwa. Ini angka yang terlalu kecil. Dengan potensi yang dimiliki Bali, seharusnya kita dapat meraup lebih dari 7 juta turis mancangera,” ujar Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk., Hiramsyah Sambhudy Thaib.

Benar juga. masak kita kalah sama Thailand yang tiap tahun dikunjungi oleh lebih dari 20 juta turis? Padahal jelas-jelas Phuket kalah jauh indahnya dibanding Sanur, Nusa Dua atau pun Kuta.

Namun begitu, tak hendak saya mempermasalahkan kesalahan ada di pundak siapa. Yang jelas, Bali semakin jauh melangkah. Dan kenapa saya beri judul Bali, Jauh Di Mata dan Jauh Di Hati? karena memang secara jarak tempuh, ia berada beribu-ribu kilometer jauhnya dari tempat saya di Cibubur. Meski jarak tempuh hanya 1 jam 20 menit dengan menggunakan pesawat, tetap saja bagi saya Bali sangat “jauh”. Kedua, Bali Jauh Di Hati. Di satu sisi saya merasa betah berlama-lama menikmati sunset dan sunrise dengan suasana romantis, namun di sisi lain, saya merasa harus cepat-cepat meninggalkan Bali.

Kendati Bali menawarkan gairah dan dinamika hidup yang bernyala-nyala, saya merasa Bali is not where i belong. Kenapa? Ya kenapa? Saya tidak tahu jawabannya. Dan saya hanya bisa menebak isi hati dan kepala saya justru pada saat saya mendarat di Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Tanda panah ke arah kiblat. Ini dia yang saya cari!!!! Jarum jam menunjukkan pukul 23.45 WIB. Saya bergegas menuju Damri, dan menemukan Sang Kekasih tepat pada pukul 01.15 waktu Cibubur…..

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Saya malah merasa nyaman banget di Bali…kalo mungkin saya mau menetap di BAli. Ada sesuatu hal yang selalu buat saya tidak pernah bosan untuk menikmati keindahan BAli.

    Ahh…kamu kangen ama si doi kalee…jadi engga betah! 😀

    Salam

    hehehe mungkin juga….tapi yang jelas, susah skale nyari yang halalan thoyyiban….kecuali kita ke Jl Tuban atau Jl Teuku Umar….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: