Sakit dan Sabar

Apa yang bisa saya perbuat ketika kondisi fisik tidak memungkinkan untuk melakukan aktifitas sehari-hari? Teman, ada pelajaran berharga yang saya ambil dari ‘ketidakberdayaan’ fisik saya. Pasca luputan di Bali, saya mengalami demam hebat, nyaris 40 derajat celsius. Demam ini terjadi pada sore menjelang malam selama tiga hari terakhir. Saya pikir, saya terkena demam tifoid lagi. Untuk itu saya tidak bersegera ke dokter. Saya ingin menikmati ketidakberdayaan ini dengan mencoba bersabar.

Nafsu makan yang berkurang, gairah beraktifitas menurun, dan juga badan pegal linu tak menyurutkan otak saya untuk terus bekerja. Sungguh, inspirasi dan kreatifitas dalam menulis, saya rasakan datang begitu saja. Ketika sakit dinikmati, ketika nyeri dihayati, dan ketika disfungsi anggota tubuh dimafhumi, saya menjadi sosok yang berbeda.

Berpikir lebih jernih, mengambil tindakan lebih arif dan bersikap lebih positif. Tiada daya upaya saya dalam menentang kehendak Sang Pencipta. Sakit dan sabar, melahirkan perspektif baru atas eksistensi saya dalam kefanaan dunia.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Hati-hati ketagihan Mbak. Banyak jalan toh untuk bisa berpikir lebih jernih, mengambil tindakan lebih arif dan bersikap lebih positif. 🙂
    -salam kenal.

    sakit=candu?? heehehe….tapi bener lho, nikmat banget merasakan sakit tanpa mengeluh…
    salam kenal juga….:) thanx udah mampir

  2. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Kebanyakan kita memang mampu untuk bersabar kala diberikan ujian kesulitan, sakit dan hal-hal lainya yang tidak mengenakkan. Tapi dikala kita diberi ujian kesenangan, kelapangan, harta berlimpah dll kita selalu lupa, alpa bahkan bisa menjadi kufur, waliyadzubillah. Mungkin sebagai tambahan, hujjah-hujjah berikut bisa digunakan sebagai bahan renungan,

    Allah berfirman, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Qs. Al- Anbiyaa’:35)

    Ibnu Abbas RA berkata tentang ayat ini, “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan, kesenangan, kesehatan & penyakit, kekayaan & kefakiran, halal & haram, ketaatan & maksiat, petunjuk & kesesatan”

    Atau dalam firman Allah yang lain, “Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (Qs. Al-A’raaf:168)

    Dan perkataan Ibnu Jarir RA, “Kami menguji mereka dengan kemudahan dalam kehidupan dan kelapangan rizki. Ini yang dimaksud dgn kebaikan2. sedangkan yang buruk2 adalah kesempitan dalam hidup, kesulitan, musibah dan sedikitanya harta, agar mereka kembali, agar kembali kepada Allah SWT dan bertaubat dari perbuatan dosa n maksiat yang mereka lakukan”

    Semoga berbagai ujian tersebut bisa menjadikan kita lebih dekat kepada Yang Maha Memiliki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: