Setelah Cibubur, Kini Sentul

Tak ada yang menyangsikan perkembangan dan pertumbuhan kawasan Cibubur, Jakarta Timur yang begitu pesat. Sejumlah perumahan menenga dan mewah membanjiri kawasan ini sejak sepuluh tahun lalu. Lokasinya yang bisa diakses melalui Tol Jagorawi dan sarat fasilitas, menjadikannya sebagai kawasan hunian ideal. Namun, seiring dengan padatnya penghuni yang mendiami perumahan-perumahan baru di kawasan ini serta kapasitas prasarana jalan yang sudah tidak memadai lagi, maka Cibubur tidak lagi dianggap sebagai pilihan utama. Orientasi pasar pun mulai bergeser. Ke mana?

Ke mana lagi kalau bukan ke arah selatan, yakni Sentul. Sejumlah pengembang mulai membelanjakan modalnya dalam membeli lahan-lahan kosong yang masih banyak tersedia. Jika di Cibubur harganya sudah mencapai kisaran Rp2,5 juta/m2 (akibat keterbatasan lahan), maka di Sentul relatif lebih rendah. Sekitar Rp300.000-750.000/m2. Harga rendah inilah yang membikin para pengembang macam Grup CGP kepincut membangun Grand Sentul City. Perumahan menengah bawah ini menawarkan unit-unit rumah seharga Rp100 juta-300 juta/unit untuk ukuran 21-300 m2.

Selain Grand Sentul City, terdapat Bukit Az Zikra dan Griya Alam Sentul. Keduanya dimiliki juga oleh Grup CGP. Bukit Az Zikra mengusung konsep islami (direpresentasikan oleh terdapatnya ruang sholat dalam denah rumah) juga fasilitas masjid dan ruang pertemuan untuk kegiatan majelis taklim. Perumahan ini berdiri di atas lahan seluas 100 Ha. Adapun harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Mulai dari Rp50 juta-300 juta untuk ukuran 21-400 m2. Sementara Griya Alam Sentul menempati lahan sedimensi 30 Ha dengan kisaran harga tak jauh beda dengan pendahulunya.

Perumahan-perumahan tersebut menyusul pengembangan Sentul City. Nama baru dari Bukit Sentul ini percaya diri merilis produk Alpensia (15 Ha) dan Argenia (10 Ha). Keduanya merupakan bagian dari klaster R-21 seluas 105 Ha.

bagaimana prospek kawasan ini ke depan? Tak diragukan, ia bakal mendekati kawasan Cibubur. Dari segi lokasi, bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dari tol dalam kota Jakarta atau 20 menit dari JORR Seksi Selatan (Pondok Indah). Kedua, kondisi lingkungan yang masih hijau dengan udara segar merupakan ciri khas kawasan selatan yang tidak terdapat di daerah-daerah penyangga ibukota lainnya. Ketiga, dekat dengan fasilitas-fasilitas penunjang seperti rumah sakit, pusat belanja, fasilitas pendidikan dan hiburan. Keempat, prospektif untuk invetasi. Harga tanah dan propertinya masih sangat rendah. Memungkinkan kenaikan harga yang bisa dicapai akan sangat tinggi. Sekitar 20-30%. Apalagi dengan mulai dibangunnya jalan tol Bogor Outer Ring Road yang menghubungkan Sentul menuju Bubulak,  semakin mendekatkan jarak dan waktu tempuh dari Sentul menuju pusat-pusat aktifitas dan bisnis di Bogor.

Antusiasme pasar untuk membeli dan berinvestasi properti di kawasan ini juga sangat tinggi. Terbukti dari penjualan Grand Sentul City yang sudah meraup angka 30 miliar/bulan. Belum lagi Az Zikra yang telah mampu menjual 20 unit sebulan. Angka-angka tersebut bakal terus meningkat seiring dengan kian gencarnya bank-bank menyediakan fasilitas KPR bersuku bunga rendah.

Iklan

7 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum mba Hilda,

    Hampir sebagian besar isi blognya tentang perumahan ya. Please dong… usul saya ditanggapi ya…

    Tolong [ni minta dengan sangat loch] ditampilkan brosur-brosur hunian yang akan dijual di blog ini dong. Plus yang cantumin daftar harga dan kondisinya secara lengkap dan sedikit rekomendasi mba Hilda. Brosurnya di foto aja terus di upload.

    Thank’s ya, saya lagi cari rumah ni…. Dari pada bingung dan nggak ada waktu untuk survei langsung ke semua tempat, kan kalo ada yang bisa nolong di sini akan sangat jauh lebih baik.

  2. wah…
    semakin macet aja daerah UKI sono…
    hehehehe…

    mesti diimbangi dengan pembangunan jalan (sarfas) yang mendukung nih..

  3. Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/bisnis_keuangan/setelah_cibubur_kini_sentul/

  4. @Ibn Abd Muis

    Sudah saya penuhi di tulisan ini Mas… baca lagi dengan teliti ya

    @oRido
    Tapi kalo konsepnya living city alias beraktifitas dalam satu kawasan, saya rasa tidak ada migrasi kendaraan baru….

    @infogue
    Terima kasih informasinya… Salam hangat 🙂

  5. Di dalam Sentul City ada Cluster baru namanya Alpensia,letaknya masih bertetanggaan dengan cluster Argenia. Cluster ini dulu milik Sentul City tetapi sekarang sudah diambil alih oleh ALBROS GROUP namun tetap ada kerjasama pengembangan(Co-Developed)dengan pihak Sentul City. Alpensia memiliki keunikan karena konturnya tanahnya yang berbukit sehingga serasa seperti tinggal di Alpen(Swiss) atau di Malibu (California,USA) ditunjang gaya rumah yang tropikal minimalis modern, yang menjadikan bagi mereka yang tinggal di sini lebih serasa seperti tinggal di Resort Area . Selain itu perumahan ini mengusung konsep ECO-Living&Botanical Concept, yang artinya hijau dan ramah lingkungan, sehingga bagi calon pemukim, perumahan ini merupakan pilihan bagi yang mencari keteduhan,kenyamanan dan peristirahatan, Tapi memang dengan harga minimal 1.3M, dengan luas tanah 300m2&bangunan 187m2, KAVLING pun pun DIJUAL juga. Segmen perumahan terutama ditujukan pada pihak kelas atas.

    promosi ya Mas? hehehe boleh dunk saya wawancara ownernya

  6. mhn diinfokan bagaimana dengan Akses Jalannya dari Sentul ke Jak-Pus terutama bila tidak lewat tol….? Please… saya minat tinggal di Bukit Azzikra tetapi bekerja di Jakarta, mhn penjelasannya karena saya baru akan pindah ke JKT (mutasi dari daerah) dan belum faham jalannya, trims atas penjelasannya.

    bisa ikutin jalur saya. Dari Sentul, via jalan raya bogor (cibinong) lurus terus tidak belok-belok, pokoknya telusurin jalan raya bogor. Hingga bertemu bertemu perempatan pasar rebo. Lurus terus ke arah Cililitan, telusuri, lurus (gak belok-belok) hingga bertemu perempatan Cawang. Kalo kantornya di sekitar Gatot Subroto-Sudirman, bisa langsung belok kiri dari perempatan Cawang. Kalo kantor di Thamrin, setelah perempatan Cawang lurus terus hingga bertemu perempatan Coca Cola, langsung belok kiri, lurus terus hingga ketemu Gambir, ke kiri, Monas, dan ke kiri lagi ketemulah Jl Thamrin. Sentul-Jakarta Pusat lebih kurang 1 jam. Itu pengalaman saya dengan mengendarai sepeda motor

  7. website ini bagus,…artikelnya sepertinya layak masuk ke indonesianproperty.blogspot.com.
    Keep up the good work!
    Selamat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: