Ketika Pulau Dewata Dikepung Vila

Tahukah Anda, bahwa di Bali saat ini terdapat lebih dari 650 vila dengan total kamar 3.958 unit? Statistik yang diungkap sebuah situs broker properti lokal, Bali Real Estate Guide itu memang menarik. Menunjukkan pada kita bahwa gerak industri properti di sana memang berkolerasi positif dengan pertumbuhan industri pariwisata. Meski jumlah wisatawan yang datang belum menyamai rekor pada saat sebelum tragedi bom.

Selama turis-turis berdatangan, pembangunan hotel dan vila akan terus membelantara Pulau Dewata. Hingga saat ini, pengembangan terbanyak ada di Kabupaten Badung. Dengan persebaran jumlah vila dominan terdapat di Kecamatan Kuta Utara yang mengambil porsi 45,60%. Disusul kemudian Kecamatan Kuta 18,31%, Kuta Selatan 17,78%, Mengwi 17,61%, dan Abianemal 0,70%. Dari jumlah itu, sebagian besar berlokasi di pedesaan yakni 57,41% dan sisanya di pinggir pantai.

Jika beberapa tahun lalu aktifitas pembangunan terfokus pada kawasan segitiga selatan, Denpasar, Canggu dan Sanur, kini telah berubah. Mengingat tingginya harga tanah, polusi, kemacetan dan kepadatan telah mengubah minat investor untuk mencari kawasan potensial lainnya. Berikut beberapa area yang menantang dan menarik untuk digarap:

Seminyak

Kawasan menawan yang masih menjadi favorit beberapa pengembang besar menggarapnya. Termasuk PT Bakrieland Development Tbk. Selain memiliki akses yang memadai, lahan kosong yang tersedia masih cukup luas. Walaupun ada di sela-sela kampung. Harga tanah, meskipun melonjak tajam, namun masih terhitung realistis, sekitar Rp2,5 juta-3 juta/m2. Untuk investor individu, tersedia banyak vila dan residensial yang menawarkan return on investment dengan pengelolaan yang profesional dan komprehensif. Masuk akal jika harga satu vila dengan status lease hold mencapai 200.000 dolar AS untuk 1 kamar tidur. Sementara untuk properti yang menawarkan status kepemilikan (free hold) mencapai Rp60 juta/m2.

Bukit

Inilah kawasan yang sudah lama diincar oleh pengembang yang bermotivasi memenuhi kebutuhan komunitas premium. Terpicu oleh hotel Bali Cliff yang memiliki akses langsung ke Samudera Hindia dan pantai berpasir putih, maka nama-nama jaringan hotel internasional macam Bvlgari dan Banyan Tree hingga pengembang perumahan ternama mulai menjejakkan langkahnya. Bukit memang berposisi unik. Ia berada di ujung selatan Pulau Dewata. Semua investor berlomba ingin mendapatkan hook yang meliputi pantai berpemandangan samudera lepas. Lebih dari tiga tahun lalu, kawasan ini berevolusi. Dilintasi infrastruktur utama dengan kondisi memadai hingga Pura Uluwatu. Harga tanah masih terhitung rendah. Sekitar Rp1,8 juta/m2. Sementara harga propertinya mulai dari 300.000 dolar AS untuk vila satu kamar tidur.

Jimbaran

Jalan Raya Uluwatu mendadak popular ketika Hutomo Mandala Putra merintis pengembangan Pecatu Indah Resort. Inilah akses yang membelah Jimbaran hingga ke bukit dan melingkar sampai tanjung benoa dan menciptakan enklav-enklav properti prospektif. Jika pada saat sebelum krisis kita hanya mendapati properti berhitung sebelah tangan. Kini, tak ada sejengkal lahan yang bebas dari pengembangan vila. Jimbaran diprediksi para analis bakal kembali meroket pasca pengembangan kembali (reborn) Pecatu Indah Resort terealisasi. Apalagi jika hotel New Kuta Condotel sebagai trigger rampung terbangun. Saat ini, harga tanah masih relatif lebih rendah dibanding kawasan lainnya, yakni sekitar Rp1,5 juta-3 juta/m2. Ini berarti memiliki peluang untuk bertumbuh.

Nusa Dua

Inilah area yang secara tradisi sudah menjadi pilihan utama investor. Bukan sembarang investor, melainkan komunitas mapan baik secara ekonomi maupun status sosial kemasyarakatan. Nusa Dua memang cocok untuk para senior citizen. Harga tanahnya terbilang tinggi yakni sekitar Rp2,5 juta-3 juta/m2. Sementara propertinya mencapai 600.000 dolar AS/unit (satu kamar tidur).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: