Fasilitas, Pertimbangan Utama Konsumen

Paradigma investasi properti betul-betul telah mengalami pergeseran. Lokasi kini tidak lagi menjadi satu-satunya pertimbangan utama. Preferensi yang cenderung berubah dinamis, dibarengi oleh variatifnya karakteristik pasar, telah memafhumkan faktor selainnya yang pantas dipertimbangkan. Infrastruktur, aksesibilitas, dan ketersediaan fasilitas turut menentukan keputusan pasar.

Faktor terakhir bahkan dianggap menjadi pemicu melonjaknya minat pasar terhadap properti yang ditawarkan. Fasilitas tersebut bisa berupa pendidikan, kesehatan, rekreasi, dan lain-lain. Seperti yang terjadi pada perumahan Bogor Nirwana Residences, Bogor, milik PT Graha Andrasentra Propertindo (anak usaha PT Bakrieland Development Tbk). Menurut Chief Business Development Officer Bogor Nirwana Residences Hendry Harmen, pasca dibukanya fasilitas rekreasi wahana air tematik The Jungle Water Adventure Park pada pertengahan November 2007, penjualan unit-unit rumah melonjak drastis.

“Jika sebelumnya kami hanya sanggup menjual beberapa unit saja, kini bahkan melampaui target. Saat ini kami bisa membukukan nilai penjualan puluhan miliar per bulan. Sebagian besar berasal dari kontribusi Grand Panorama,” ungkap Henry.

Tak mau kehilangan momentum, mereka lantas meluncurkan klaster baru Grand Harmony sejumlah total 1.600 unit. Untuk tahap pertama diluncurkan 200 unit. Harga yang ditawarkan sekitar Rp300 juta untuk ukuran 36/90. Hingga kuartal I 2008 sudah terjual 350 unit.

Menariknya, Bogor Nirwana Residences baru memiliki dan hanya mengandalkan satu jenis fasilitas itu saja. Serupa dengan Summarecon Serpong. Meski fasilitas rekreasi yang digadangkan lebih kepada life style yakni Summarecon Mall Serpong (SMS), namun pengaruhnya terhadap kurva penjualan tak dapat diabaikan. Menurut Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk., Johannes Mardjuki, pusat belanja SMS menjadi trigger bagi pasar untuk memilih rumah di Summarecon Serpong.

“Calon pembeli rumah melihat fasilitas yang tersedia di sini bisa mengakomodasi kebutuhan mereka. Dengan berdirinya pusat belanja di dalam lingkungan perumahan, maka penghuni tidak harus meninggalkan komplek hanya untuk berbelanja atau memenuhi hasrat bersosialisasi,” ujar Johannes.

Asal tahu saja pada kuartal I 2008, pengembang ini membukukan penjualan sebesar Rp249 miliar. Sebagian besar di antaranya atau sekitar 60% hasil dari penjualan rumah. “Summarecon Serpong menyumbang angka lebih dari separuhnya. Lebih dari 20 unit per bulan. Penjualan spektakuler ini terjadi setelah SMS beroperasi. Namun, SMS bukanlah salah satu faktor penentu. Rekam jejak pengembang ikut juga mempengaruhi sikap pembeli,” ungkap Johannes.

Data yang diungkap Johannes, menggenapi rata-rata tingkat penyerapan perumahan di Tangerang yang dilansir kantor konsultan properti Procon Indah. Sebanyak 442 unit per bulan dari jumlah total 1.541 unit yang terserap di Jabotabek. Perumahan yang berlokasi di Tangerang memang memiliki kelengkapan dan berkualifikasi kota mandiri. Mereka menyediakan dan menyelenggarakan berbagai fasilitas yang memadai seperti perkantoran, pendidikan, rekreasi, kesehatan, dan area komersial.

Seperti BSD City. Mereka sangat percaya diri. Betapa tidak, fasilitas yang dimilikinya termasuk terlengkap di seluruh Tangerang. Mereka tak hanya menjadikan satu fasilitas sebagai ‘jualan’ sekaligus daya tarik. Justru semua fasilitas dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan para penghuninya, karena konsep perumahan ini adalah city within city. “Itulah mengapa kami juga menyediakan sekolah, mulai dari pre school hingga perguruan tinggi, sarana rekreasi, pusat belanja dan rumah sakit. Karena motivasi pembeli rumah di BSD City adalah sebagai hunian keluarga, bukan untuk investasi,” papar Direktur Marketing BSD City, Rano Jap.

Demi mengikuti perubahan profil pasar yang lebih mengutamakan kebutuhan untuk keluarga dan anak-anaknya, perumahan ini bahkan memutuskan untuk menambah fasilitas pendidikan tinggi. Mereka sepakat bekerjasama dengan Universitas Atmajaya membangun kampus seluas 20 Ha. “Belum lagi 5 perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya yang telah memberi konfirmasi,” ujar Corporate Communication Senior Manager BSD City Idham Muchlis.

Begitu pula dengan Kota Wisata. Perumahan ini sudah lama tercitra sebagai perumahan dengan prestasi penjualan nyaris sempurna. Kendati tidak menyebut angka, Estate Manager Kota Wisata, Tjahyo Bowo Pribadi mengatakan keberadaan sarana rekreasi wisata, khususnya Kampung China dan Fantasy Island, serta beroperasinya Sekolah Fajar Hidayah dan Bunda Hati Kudus, justru memperkokoh tingkat penjualan sekaligus imej perumahan yang identik sebagai kota tujuan wisata.

“Fasilitas yang kami sediakan kondisinya seimbang, antara rekreasi dan pendidikan. Dalam rencana induk, bahkan disediakan area khusus untuk pendidikan dan komersial (rekreasi). Kami mengacu pada karakter pembeli yang merupakan pasangan muda yang menekankan pada terpenuhinya tuntutan kebutuhan dasar,” jelas Tjahyo.

Fasilitas-fasilitas yang berhubungan dengan realitas sosial penghuni inilah yang sejatinya meningkatkan posisi tawar dan daya tarik perumahan-perumahan tersebut. Wajar jika para pengembang di Tangerang, khususnya Serpong, dan Bogor, berhasil menjual unit-unit rumahnya dengan mudah. Padahal harga per unitnya bisa dibilang tidak murah, sekitar Rp300 juta-2 miliar.

Tingkat penyerapan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap perumahan yang dilengkapi beragam fasilitas akan terus bertambah pada kuartal berikut seiring akan diluncurkannya klaster-klaster baru di perumahan-perumahan tadi. Procon Indah memprediksi Tangerang masih akan tetap menjadi opsi utama masyarakat. Selain aksesibilitas yang kian mudah dicapai, terbaru pembangunan jalan arteri sebagai jalur alternatif menuju bandara Soekarno-Hatta, infrastruktur berkualitas, juga ketersediaan fasilitas yang luar biasa jenisnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: