MT Haryono Square, Manfaatkan Kenaikan Harga BBM

Tak ada pengembang yang sepercaya diri Grup Gapura Prima. Kendati klan bisnis ini hanya menempati urutan kedelapan dari rating raja-raja properti yang dilansir Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) dengan nilai kapitalisasi mencapai Rp6,5 triliun, namun mereka terus bergerak maju. Tak puas hanya memiliki 14 poyek properti (5 apartemen, 2 trade center, dan 7 residensial), kini melansir MT Haryono Square melalui anak usahanya PT Sukses Karya Perdana.

Proyek ini menempati area seluas 6.000 m2 dan berada persis di ujung perpotongan Jl Dewi Sartika, Jl Otista, Jl Gatot Subroto dan Jl MT Haryono, Jakarta Timur. MT Haryono Square merupakan proyek mixed use keempat Grup Gapura Prima setelah The Bellezza, di Jakarta Selatan, Serpong Town Square (Tangerang) dan Paragon Solo (Jawa Tengah).

Konsepnya biasa dan tak baru. Menghimpun 260 unit apartemen, shopping arcade sebanyak 43 unit, dan perkantoran 4 lantai yang terangkum dalam satu bangunan setinggi 21 lantai. Semua fungsi properti di sini berstatus kepemilikan strata title. Adapun harga yang ditawarkan, mulai dari Rp10 juta/m2 untuk unit apartemennya dan 500 juta ke atas untuk unit komersialnya. Harga ini di luar 12 unit grand suites berukuran 101 m2, senilai Rp1,4 miliar. Sementara unit terkecil berdimensi 32 m2.

Apartemen Sekelas MT Haryono Square
Nama Pengembang Lokasi Jumlah Unit Harga (Rp/M2) Operasi
Ambassade PT Duta Regency Harunia (Grup Mayapada) Jl Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan 400 10 juta 2009
Centro City Residence PT. Multi Artha Griya Jl. Macan, Grogol, Jakarta Barat 1500 8 juta 2010
Eastonia Grup Nusuno Karya Jl. Jatiwaringin, Jakarta Timur 435 8 juta 2010
Gran Kartini PT. Internusa Jaya Semesta Jl. Raya Kartini, Mangga Besar, Jakarta Barat 360 8 juta 2008
Mansion @ Kemang Grup Agung Sedayu Jl Raya Kemang, Jakarta Selatan 150 10 juta 2009
MT Haryono Square PT Sukses Karya Perdana (Grup Gapura Prima) Jl MT Haryono, Jakarta Timur 260 10 juta 2009
Sahid Sudirman Residences KSO Pikko Group dan PT Sahid Jaya Hotel International Tbk Jl KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat 700 11 juta 2009
Star City PT. Wismatama Propertindo Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat 864 9,5 juta 2008
The Wave PT Bakrieland Development Tbk Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan 1900 12 juta 2010
Sumber: Pusat Data Properti Indonesia

Menurut Presiden Direktur PT Sukses Karya Perdana, Sebastian Gunadi, MT Haryono Square dirancang untuk memenuhi kebutuhan para komuter yang berasal dari kawasan sub urban macam Bekasi dan Bogor. “Jumlah mereka sangat banyak dan potensial untuk digarap, sekitar 3 juta orang. Nah, 1 persennya saja dari mereka yang berhasil kami raup, maka tak perlu waktu lama untuk merampungkan proyek ini,” ujarnya.

Dengan mengincar segmentasi pasar yang spesifik seperti itu, tampaknya MT Haryono Square bakal terserap cepat. Mengingat lokasinya sangat strategis dan mudah diakses. Tidak saja oleh angkutan umum penumpang seperti bis besar, bis ¾ dan angkot, juga bis jalur khusus Transjakarta yang haltenya tepat di depan proyek ini.

Bagi para komuter yang berasal dari Bekasi dan Bogor yang kebetulan bekerja di Jakarta, tampaknya MT Haryono Square perlu dipertimbangkan. Ini merupakan pilihan realistis. Memilikinya berarti akan memangkas biaya hidup, khususnya transportasi (bensin dan tol), cukup signifikan.

Perhitungan obyektifnya begini; ongkos transportasi saat ini dari Bekasi ke Jakarta dan sebaliknya adalah Rp2 juta dan Rp3 juta untuk rute Bogor-Jakarta (pp). Nominal ini kian membengkak jika kita gandakan 30% pasca kenaikan harga BBM, bertambah sebesar Rp600.000. Nah, kalau pendapatan Anda sekitar Rp6 juta per bulan, separuhnya ‘terbuang percuma’. Tidak cuma ongkos transportasi, waktu untuk keluarga pun bakal kian menyusut. Sebaliknya, separuh penghasilan yang ‘terbuang percuma’ itu akan bernilai jika dialihkan menjadi cicilan pemilikan apartemen.

Menarik juga motivasi dan strategi PT Sukses Karya Perdana merilis MT Haryono Square pada momen gonjang ganjing kenaikan harga BBM. Keputusan yang dipilih terbilang nekat, kendati dalam perspektif efisiensi boleh dikatakan sangat jitu. Kenapa nekat? Sebab, saat ini daya beli kelas menengah yang masih sensitif terhadap gejolak harga, cenderung menurun. Dus, berinvestasi di sektor properti bukan merupakan pilihan terbaik mengingat kenaikan harga yang terjadi bukan disebabkan oleh peningkatan permintaan melainkan membubungnya harga bahan bangunan. Apalagi angka inflasi diprediksi menyentuh 9% dan suku bunga KPR/KPA ikut melonjak sebagai efek kenaikan harga BBM. Asal tahu saja, beberapa bank swasta nasional, seperti PermataBank dan PaninBank sudah mengisyaratkan kenaikan suku bunga sebesar 1-3%.

Akan tetapi, Sebastian punya pandangan berbeda. Menurutnya, bertempat tinggal di tengah kota adalah keputusan bijak dan tepat. “Sub urban dweller yang berpikiran praktis semestinya mempertimbangkan efisiensi. Paradigma ini harus ditularkan agar efisiensi dalam semua lini kehidupan bisa terwujud. Ujung-ujungnya kan bisa menekan biaya hidup dan kemacetan dapat dikurangi,” paparnya.

Kampanye marketing ini ternyata bersambut positif. Sejak soft launching pada Februari hingga pertengahan Mei 2008, telah terjual 30% dengan volume Rp80 miliar. Targetnya untuk periode Agustus-September mencetak penjualan 70%, yang berarti pembangunan sudah melewati tahap struktur. “Melihat animo pasar, saya kira target bakal terealisasi dengan mudah,” tandas Sebastian seraya menambahkan Himalaya Insurance akan mengisi satu lantai perkantoran. Sementara nama-nama popular macam KFC, A&W, Dunkin Donuts, Kino Take telah memberikan konfirmasi untuk membuka gerainya di sini.

Demi mewujudkan MT Haryono Square sebagai tempat tinggal para komuter, PT Sukses Karya Perdana harus merogoh kocek sekitar Rp200 miliar. Termasuk biaya akuisisi lahan yang telah dilakukan setahun lalu dari pemilik lama yakni perusahaan pergudangan. Rencananya, MT Haryono Square beroperasi pada September 2009.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: