Peruntungan Nirvana Residences

Kembali ke alam. Ungkapan yang kian relevan kala para pecinta lingkungan hidup dengan gencar mewujudkan obsesinya membangun karya arsitektur hijau (green architecture). Gerakan arsitektur hijau ini, di Jakarta khususnya, didasari keprihatinan terhadap ‘politik’ pembangunan hutan beton yang semakin meningkatkan kompleksitas ruang kota. Akibatnya, timbul potensi konflik peruntukan ruang yang dilematis antara kepentingan pembangunan dan pelestarian alam demi menjaga keseimbangan ekologi kota.

Bahkan seringkali terjadi, keberadaan relung-relung alami (niches) berupa ruang terbuka hijau dan taman kota, yang disebut Qodarian Pramukanto, peneliti pada Departemen Arsitektur Lansekap Fakultas Pertanian IPB, sebagai komponen terpenting koridor biologi kota, tereduksi secara sistematis untuk tidak dikatakan mengalami penggusuran.

Nah, salah satu pecinta lingkungan hidup yang menginginkan keseimbangan ekologi kota tetap terjaga adalah Loemongga Haoemasan. Di bawah bendera PT Asiana Lintas Development (A/L Development), Loemongga menggagas hunian hijau dengan basis filosofis green architecture di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kendati, sejatinya, jauh sebelum ini, beberapa pengembang telah membidani konsep serupa. Katakanlah Grup Agung Podomoro dengan The Pakubuwono Residence, atau Grup Duta Putera telah membangun kredo baru ‘perkantoran hijau’ Menara Arkadia.

Namun begitu, toh Nirvana Residence, apartemen yang dikembangkan A/L Development ini, tetap saja memiliki diferensiasi yang tak dipunyai apartemen lainnya. “Kami menciptakan sebuah karya arsitektur dengan pendekatan seni dan selera yang sangat tinggi. Konsep back to nature tak sekadar tempelan. Tetapi, kami jadikan jiwa dari apartemen ini,” ujar Loemongga, pemilik yang sekaligus menjabat sebagai Presiden Direktur A/L Development.

Tak main-main, guna merealisasikan gagasannya ini, Loemongga menggandeng konsultan-konsultan ternama. Beberapa di antaranya berasal dari luar negeri. Seperti kantor arsitek SCDA yang berkolaborasi dengan Aboday. Sepemikiran dengan Loemongga, SCDA dan Abody lantas menawarkan konsep desain tropical modern. Dengan penekanan pada maksimalisasi pemanfaatan energi alam.

Ceiling dibuat setinggi 3,2 m yang memungkinkan penghuni dapat mengakses pemandangan Jakarta dengan jelas, baik pada waktu siang maupun malam hari. Ceiling setinggi ini juga membuat sinar matahari pagi dan sore leluasa menerangi tiap-tiap unit apartemen dengan cahaya maksimal. “Tidak perlu cahaya artifisial dari energi listrik. Desain Nirvana menghasilkan efisiensi optimal,” ujar Loemongga.

Representasi lain dari rancangan modern tropis ini adalah pembuatan dek ekstensi sebagai tempat penghijauan. Di sinilah roof garden berada. Namun, dari 56 unit apartemen yang ditawarkan, hanya 16 yang memiliki dek ekstensi. Dari jumlah ini, 11 di antaranya dirancang khusus memiliki swimming pool. Empat puluh unit sisanya, dibuatkan indoor garden yang tetap dapat memberikan keseimbangan proporsi antara unsur alam dan konstruksi beton.

Dengan harga perdana antara Rp2,9 miliar hingga Rp8,2 miliar/unit atau Rp14-Rp16 juta/m2 calon pembeli dapat memilih 4 tipe dan ukuran pada bangunan setinggi 14 lantai plus 3 lantai basement storage. Di mana masing-masing lantai terdapat hanya 4 unit. Nirvana Residence menawarkan tipe Ebony dan Red Tree seluas 308-600 m2 dan Mahogany atau Pine selapang 198-300 m2. Selain, tentu saja 4 unit penthouse yang berada di lantai teratas dan dilengkapi rooftop garden.

Sebuah penawaran yang tak biasa mengingat lokasi Nirvana yang berada tidak jauh dari sentra bisnis dan aktifitas kota serta dapat dijangkau dari empat arah jalur Jl. Bangka, Jl. Kemang Raya, Jl Ampera serta Jl. P Antasari. Dipilihnya Kemang, menurut Loemongga, karena sudah tercitra sebagai kawasan hunian yang nyaman untuk didiami. “Serba dekat, serba lengkap dari mulai fasilitas pendidikan, hiburan, belanja dan sebagainya. Tak perlu ke luar kawasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tukasnya.

Namun, menilik harganya yang tinggi, dapat dipastikan segmentasi pasarnya adalah komunitas premium yang sadar akan pencitraan diri, kualitas, privacy, security, serenity, eksklusifitas dan prestis. Untuk itu, A/L Development mengakomodasi sepenuhnya kebutuhan mereka dengan menciptakan Nirvana yang bukan sekadar apartemen. Melainkan hunian yang homy, cozy, sekaligus stylish. Pemilihan material bangunan dan finishingnya pun berkualitas tinggi. Terlihat dari spesifikasi dalam brosur yang juga dicetak eksklusif. Tertera, lantai dilapisi batu marmer dan kayu solid untuk ruang keluarga dan ruang makan. Semua pintunya terbuat dari kayu tahan api dengan jendela berangka aluminium tahan karat. Sedangkan saniternya khusus didatangkan dari Eropa.

Bahkan, beberapa unit di antaranya, ukuran di atas 300 m2, tersedia semi furnished berupa kitchen set, wardrobe, dan furnitur bedroom yang juga didatangkan dari Eropa. Selain itu, mereka juga dilengkapi dengan fasilitas private elevator yang langsung mengantarkan penghuni ke dalam unit apartemen masing-masing. Tidak seperti apartemen lainnya, fasilitas bersama yang disediakan Nirvana juga agak berbeda. Selain fasilitas biasa, seperti katakanlah swimming pool, area bermain anak, kolam renang anak, poolside deck, keamanan 24 jam, juga terdapat area parkir berkapasitas 2-3 mobil untuk setiap penghuni unit apartemen, ruang serba guna berdesain istimewa dengan koneksi wi-fi yang dapat disewakan untuk private party serta ruang perpustakaan. Yang terakhir ini sengaja dirancang mirip dengan public library di New York, Amerika Serikat. “Pasar yang kami bidik, selain ‘padat’ modal, juga well educated yang butuh bacaan yang bermutu,” tutur Loemongga. Belum lagi pengelolaannya yang diserahkan pada konsultan manajemen properti ternama Jones Lang LaSalle (JLL). Melihat segala kemewahan ini, siapa yang tidak tergoda?

Hingga dua minggu pertama sejak dilansir ke publik pada akhir Desember lalu, sejumlah 33 unit terjual dengan pembayaran tunai. Asal tahu saja, karakteristik pembeli Nirvana berasal dari strata pengusaha atau level owner perusahaan dan berusia muda yang terpengaruh oleh istri-istri mereka yang masuk kategori sosialita. Wajar saja jika penjualan Nirvana ini begitu fantastis. Faktor kedekatan koneksitas Loemongga dengan sejumlah pengusaha, kebetulan ia mantan bankir, dan berteman dengan kaum elit di Kemang turut berkontribusi signifikan, Nirvana terserap pasar. Selain itu, jumlah unit yang ditawarkan terbatas, sehingga sangat memenuhi unsur eksklusifitas. Menjadi mudah bagi A/L Development memasarkan apartemen perdananya ini karena kekuatan faktor-faktor tersebut di atas.

Rooftop Garden
Salah satu upaya pemberdayaan ruang secara radikal adalah melalui program penyusutan kantong-kantong hijau pada atap-atap dan struktur bangunan gedung bertingkat. Menurut Qodarian Pramukanto, pengajar Departemen Arsitektur Lansekap, Fakultas Pertanian IPB, perambahan hutan beton dengan ruang hijau pada struktur dan atap bangunan ini tidak saja menghidupkan ruang steril yang tidak termanfaatkan, tetapi juga memecahkan desain atap gedung dan horizon yang monoton.

Kehadiran taman atap (rooftop garden) ini mempunyai peran strategis sekaligus ekologis dalam meningkatkan biodiversitas perkotaan. Jalinan antarruang hijau atap merupakan jejaring insfrastruktur alam kota. Ini menjadi alternatif dalam mengatasi isolasi dan kesulitan membangun jejaring infrastruktur alam.

Namun, di atas semua itu, sejatinya penghijauan hutan beton perkotaan telah dirintis di Jerman sejak 1989. Sebelum diikuti oleh beberapa negara maju lainnya seperti Swiss, Austria, negara-negara Skandinavia, Amerika Serikat dan Kanada. Jerman sendiri sukses menghijaukan hutan betonnya seluas 1 juta m2 dan berkembang menjadi 10 juta m2, tujuh tahun kemudian. Dengan proporsi di antara sepuluh atap atau struktur gedung, terdapat satu taman atap.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: