Tiga Apartemen Murah Menjajal Pasar

Histeria gerakan seribu menara rumah susun ternyata berimplikasi pada mencuatnya kreatifitas-kreatifitas baru. Ini terutama terjadi pada pengembangan-pengembangan apartemen kelas bawah yang dibangun pengembang kecil. Luar biasanya, pengembang kelas ini justru memiliki resistensi lumayan tinggi dan yang penting daya inovasi yang tak kalah dengan pengembang besar.

Sebut saja Grup Graha Permata Properindo, Grup Cempaka, dan PT Marta Amanta Suraga. Mereka memang belum terlalu popular. Yang terakhir bahkan masih pendatang baru. Namun, motivasi mereka untuk menyediakan hunian layak dan terjangkau patut diapresiasi.

Kiprah Grup Cempaka dan Grup Graha Permata Poperindo boleh dianggap pelopor di bidang properti dengan ceruk pasar spesifik. Grup Cempaka tercatat sebagai pencipta konsep apartemen kelas kos-kosan Margonda Residences yang dijual seharga mulai dari Rp80-an juta. Sementara Grup Graha Permata dikenal sebagai perintis pengembangan apartemen low rise yang harganya kompetitif namun berada di lokasi premium. Graha Permata Seibu di kawasan Sudirman dan Satrio Residences di Jl Dr Satrio, Kuningan, Jakarta, contohnya.

Keduanya kini juga berpartisipasi dalam pengadaan hunian layak dan terjangkau. Grup Graha Permata Properindo melansir Hayam Wuruk Residences sebanyak 355 unit. Lokasinya tepat berseberangan dengan Gajahmada Plaza, yakni di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Sementara Grup Cempaka tengah memasarkan Green Park View yang mencakup 4.700 unit di Jl Daan Mogot Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, melalui anak usahanya PT Inten Cipta Sejati.

Adapun kreatifitas baru yang dimaksud adalah keberanian menerapkan siasat (strategi) bisnis yang justru diemohi pengembang lain. Grup Graha Permata Properindo sedikit berjudi dengan melempar produk di tengah-tengah properti milik pengembang raksasa. Asal tahu saja, Hayam Wuruk Residences berada di tengah-tengah properti besar (secara skala) seperti mixed use project Lindeteves dan Gajahmada Mediterania Residences (Grup Agung Podomoro), Aston Cityloft Gajahmada (PT Duta Anggada Realty Tbk) dan StarCity (PT Wismatama Propertindo).

Meski demikian Grup Graha Permata Properindo percaya diri dan yakin dengan produknya. Dus, segmen yang dibidik juga memang real market dengan profil pedagang, pengusaha, eksekutif muda, dan karyawan yang bekerja di seputar kawasan niaga Glodok, Mangga Besar, Mangga Dua, dan Kota. “Jumlah mereka besar sekali dan memang sangat membutuhkan hunian yang layak. Sementara kita tahu kawasan ini, meski secara tradisi sangat bernilai bisnis tinggi, namun penataan permukimannya tidak teratur dan terkesan kumuh. Nah, kami menyediakan fasilitas hunian dengan fitur-fitur fungsional dan jauh lebih rapi dan tertata dengan baik,“ papar Direktur sekaligus shareholder Grup Graha Permata Properindo, Adrianus.

Lagipula, aku Adrianus, meski harga perdana Hayam Wuruk Residences jauh lebih kompetitif dibanding Lindeteves atau StarCity dan Gajahmada Mediterania Residences, namun kualitas bangunannya justru di atasnya. Ini dimungkinkan karena Grup Graha Permata Properindo tidak harus mengeluarkan biaya ekstra untuk akuisisi dan pembebasan lahan di koridor Hayam Wuruk yang saat ini sudah mencapai sekitar Rp10 juta-12juta/m2. Lahan seluas 3.000 m2 itu merupakan land bank perusahaan yang sudah dimiliki sejak lima tahun lalu. Sehingga mereka bisa menekan ongkos produksi serendah mungkin. Asal tahu saja pada saat soft launching awal Mei 2008, Hayam Wuruk Residences dipasarkan seharga Rp180 juta untuk unit berukuran 26 m2. Atau sepertiga harga Cityloft.

Murahnya harga unit-unit ini tak lain karena Grup Graha Permata Properindo mengaplikasikan efektifitas rancangan bangunan. Fitur-fitur pelengkap macam jogging track dan children playground dikonversikan menjadi sebuah ruang sport center. “Sebab kalau harus membuat fasilitas tersebut di luar bangunan gedung, justru akan menambah ongkos produksi dan membebani konsumen. Karena mereka harus membayar ekstra untuk perawatannya,” kata Adrianus seraya mengungkapkan ia hanya menggelontorkan investasi senilai Rp90 miliar.

Hingga Juni lalu, telah terjadi kenaikan harga 3-5%. Ukuran studio hanya tersedia 10 unit, sisanya 2-3 kamar tidur. Harganya bervariasi mulai dari Rp250 juta-376 juta/unit. “Sangat pantas untuk apartemen kelas menengah bawah yang berlokasi strategis, dekat dengan pusat kota dan mudah diakses oleh berbagai macam moda transportasi,” tandas Adrianus.

Sedangkan PT Marta Amanta Suraga secara resmi merilis Samawi Bintara yang terletak di kawasan Bintara, Bekasi Barat. Uniknya, konsep apartemen murah ini bertajuk sehat manusiawi. Ini tak lain karena motivasi pengembangnya adalah ingin menciptakan hunian yang memenuhi syarat kesehatan lingkungan dan manusia penghuninya.

Representasi atas konsep ini ditemui dalam desain aristekturalnya yang menekankan pada dominasi bukaan di fungsi-fungsi utama bangunan. Ada tiga jendela pada tiap unitnya. Selain itu, di bagian gdung milik bersama, atapnya bisa dibuka-tutup sesuai dengan kondisi cuaca. Sehingga sirkulasi udara menjadi lancar. PT Marta Amanta Suraga juga minimalisasi pemanfaatan beton dan kaca sehingga pencahayaan ruang dapat tereksplorasi secara maksimal.

„Konsep sehat manusiawi ini secara sosiologis dapat diartikan sebagai kontrol terhadap kepadatan penghuni. Itulah mengapa pada setiap lantai di apartemen ini hanya terdiri atas 22 unit,” Direktur PT Marta Amanta Suraga, Deden Sudarbo. Dengan konsep desain yang kompak tersebut, penggunaan energi dapat diminimalisir. Para penghuni tidak harus menambah komponen home appliance seperti AC pada unit-unitnya.

Demikian juga dengan ongkos konstruksinya. Deden mengakui, dapat menghemat penggunaan dana secara efektif. Untuk pembangunan satu menara, disiapkan dana hanya sebesar Rp40 miliar. Samawi ditawarkan sebanyak 484 unit dalam dua menara dan berdiri di lahan seluas 5.800 m2. Harganya dibanderol sekitar Rp89 juta.

Lain lagi dengan Green Park View. Apartemen ini agak lebih besar skalanya dan juga berkonsep mixed use development. Green Park View mengadopsi hibriditas antara apartemen bersubsidi dan non subsidi. Terdiri atas 7 menara A-G yang menempati lahan selapang 4,7 Ha. Menara A-D merupakan apartemen non subsidi yang ditawarkan seharga mulai dari Rp200 juta. Sementara menara E-G yang ditempatkan di belakang kompleks, diawali dengan harga Rp89 juta-144 juta.

Sesuai namanya, Green Park View, mempersiapkan 50 persen dari total luas lahannya untuk ruang terbuka hijau. Bentuknya berupa lapangan golf mini (putting golf), jogging track dan pagar hidup berupa pepohonan yang mengeliling proyek. Kelebihan lain dari Green Park View, masing-masing 7 menaranya memiliki fasilitas kolam renang. Untuk merealisasikan proyek tersebut, setidaknya dibutuhkan dana senilai Rp1 triliun.

Berbeda dengan Hayam Wuruk Residences dan Samawi Bintara, Green Par View ini berada di kawasan yang rawan banjir. Untuk mengantisipasinya PT Inten Cipta Sejati membangun pompa pengendali banjir.

Meski rawan banjir, Green Park View sangat strategis. “Dekat dengan berbagai fasilitas yang ada di kembangan, Cengkareng dan Daan Mogot. Lagipula mudah dijangkau, semua moda transportasi melewati proyek kami,” ujar Direktur Utama PT Inten Cipta Sejati, Teddy Budianto.

Rencananya pembangunan menara E-G akan didahulukan dan diharapkan selesai dalam waktu 1,5 tahun. “Merespon antusiasme pasar yang tengah berada pada kondisi puncak,” ujar Teddy. Sementara pembangunan kelas menengah menara A-D menunggu ruas tol yang menghubungkan Bandara dan Kebon Jeruk/Kembangan (JORR Seksi W2) rampung terbangun.

Prospek Pasar

Menilik kelebihan dari masing-masing proyek tampaknya apartemen kelas menengah bawah ini bakal mendapat sambutan positif pasar. Terutama yang berada di lokasi-lokasi yang mudah diakses atau dekat dengan jalur busway. Keberadaan moda transportasi publik macam bus Transjakarta, bus kota reguler dan angkutan umum memang menjadi pertimbangan utama konsumen. Selain, tentu saja, masalah harga. Karena jarak dan waktu tempuh yang dekat dengan tempat aktifitas, secara otomatis dapat memangkas pengeluaran rutin bulanan.

Faktor inilah yang sesungguhnya mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli atau menganulir apartemen murah ini. „Pengeluaran transportasi bulanan masyarakat yang tinggal di surb urb area sebesar Rp2 juta-2,5 juta. Jumlah ini seperempat atau setengah dari pendapatan pasar sasaran. Daripada terbuang percuma, lebih baik dialokasikan untuk membayar cicilan apartemen,“ ujar Adrianus.

Teddy mengamini, bahwa tinggal di apartemen tengah kota sangat praktis dan ekonomis. „Penghuni dapat mengatur jadwal kerja tanpa harus kehilangan waktu buat keluarga. Lagipula hidup di apartemen itu semuanya serba teratur dan terorganisasi,“ imbuh Teddy.

Iklan

82 Tanggapan

  1. Samawi = Sehat manusiawi……………….
    saatnya beli apartement yang kaya gini nich……
    ga terlalu padat dan sehat pula…….
    hunian yang bener hunian , ga kaya pasar heheeheh

    semoga saja, realisasi tidak melenceng dari konsep 🙂

  2. saya minta informasi tentang Apartement Hayam Wuruk Residence dijalan Hayam Wuruk Jakarta pusat. Dari mulai harga, stock. brocure. selengkap-lengkapnya.

    mengenai harga dan ukuran serta data teknis lainnya sudah tercantum lengkap dalam tulisan. Untuk brosur, maaf blog saya bukan blog iklan atau sebangsanya. ini blog pribadi. Anyway, thanx atas kunjungannya

  3. Ati2…… hayam wuruk n satrio residences itu palsu…!!!!!!
    Itu boongan…..
    Jgn mau beli…
    developer penipu…!!!!!!!
    gw dah kena bo’..

  4. hah ? di hayam wuruk penipu gmana ? gw br mo beli neh … mohon infonya dunksss…….

  5. bwat owner nya blog , kalo punya info lain tentang apartemen hayam wuruk mohon di share dunk , berhubung ada yg kayaknya gak puas, soalnya sebelum lebaran ini rencananya saya mo booking salah satu unitnya

  6. salah satu share holder Hayam Wuruk Residence merupakan pengurus APERSI (Asosiasi pengembang perumahan sederhana seluruh Idnoensia), jadi dari sini bisa diketahui integritasnya…. terima kasih

  7. hmm , tp so far baik baik aja khan PT Graha Permata Properindo ini ? saya ini br pertama kali mo beli unit apartemen , jadinya msh 18 bulan lg , kalo ada tips2 beli apartmen , seperti apa yg harus diperhatikan boleh dunk ..

  8. btw makasih bwat response nya mbak Hilda.

  9. Mas Wisnu bisa klik tulisan saya lainnya yang berjudul, “Jangan Beli Apartemen Gateway”. di situ ada tips untuk membeli apartemen dan juga komentar dari visitor mengenai pengalaman mereka membeli apartemen.

    Sejauh ini Graha Permata Propertindo belum tersandung kasus. Ke depan, saya akan memantau lagi sepak terjang mereka.

  10. iya , sudah saya baca mba tu gmana ya sekarang?, o iya td saya telp apersi kok katanya graha permata properindo belum terdaftar ya , malah di REI sudah terdaftar gt. saya seh br konfirm lewat telp, kalo mau dapat list anggota REI dan APERSI dimana ya ?

    thanks lot

  11. Gini lho Mas, salah satu share holdernya adalah pengurus APERSI. bukan berarti perseroannya anggota APERSI kan? please read carefully.

    Untuk mengetahui listing pengembang REI dan APERSI bisa di kantornya masing-masing. REI di ruko Simprug Galler di Jl Teuku Nyak Arief, Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, sementara APERSI di Jl Laut Biru, Cawang, Jakarta Timur.

  12. Ikutan nimbrung mengenai Graha Permata ini. Karena saya tertarik membeli unit Hayam Wuruk Residence, saya juga lagi mencari tahu profil dan portfolio perusahaan ini. SEtelah saya datangi daerah Satrio Residence, saya tidak menemukan Satrio Residence di Jl. Guru Mughni.

    Ternyata Satrio Residence saya baca dari link koran tempo yang saya dapat dari googling. Sudah dibongkar paksa oleh Pemerintah pada APril 2008 karena tidak memiliki ijin membangun apt. dan juga penyalahgunaan lahan hijau…….. satu lagi proyek graha permata, yaitu graha permata seibu sepertinya cukup misterius juga. Karena yang membahas proyek graha permata menurut hasil search google, hanya blog hildalexander ini saja.

    Mohon yang lain bisa di share informasi mengenai APt. Hayam Wuruk Residence ini, jangan-jangan nanti penyalahgunaan lahan lagi atau tidak memiliki ijin mendirikan apt

    Link berita KoranTempo:
    http://wap.korantempo.com/view_details.php?idedisi=2889&idcategory=7&idkoran=128415&y=2008&m=4&d=18.

    Saya mewawancarai langsung salah satu share holdernya, Adrianus. Ia juga merupakan anggota APERSI. Mengenai progres pembangunan, sangat bergantung pada kesiapaan infrastruktur pendanaan dan aspek legalitas. Dalam kasus SAtrio Residence, bisa jadi salah satu atau keduanya belum dapat dipenuhi

  13. mohon nanya kepada mbak hilda mengenai apartemen hayam wuruk residence,
    apakah sudah ada mengenai ijin untuk pembangunannya? dan apakah progessnya pernah terhenti?

    thanx y, informasi anda sangat membantu.

    saya survei akhir november lalu masih belum ada progres pembangunan. Krisis finansial global memang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis dan industri properti di Indonesia. Jadi, ada beberapa proyek baru yang ditunda pembangunannya. Mengenai HWR, menurut pihak pengembang, progres pembangunan menunggu situasi kondusif.

  14. mbak Hilda, saya datang ke lokasi HWR, pertengahan Januari 2009, tapi belum juga ada pengerjaan apa-apa tuh. Ada sih beberapa pekerja bangunan, tapi kerjanya hanya pindah-pindahin besi-besi rangka gitu deh… nah di lahan yang dimaksud masih berdiri bangunan lama yang katanya mau dibongkar dulu… please dong …. karena uang saya terbatas…. apakah ada info yang lebih valid lagi ? trims.

    • Info terakhir dari pengembangnya, mereka tengah fokus mengerjakan Seibu dan Carbella serta apartemen di Semarang. Yang HWR untuk sementara memang mengalami perlambatan. Atau bapak bisa bertanya langsung kepada pengembangnya. Semoga bermanfaat.

  15. Salam kenal semuanya.
    saya juga ikut memantau HWR karena saya tertarik mengenai lokasinya, bahkan saya juga sudah membayar BF. Mengenai yg satrio memang mereka terjegal mengenai masalah lisensi, tapi menurut salah seorang staff marketing mereka sudah clear. di HWR lokasinya bekas hotel paripurna dan progressnya sekarang mereka juga menambahkan pondasi beberapa lantai dan menurut mereka akan serah terima kunci pada akhir 2010.
    Mohon klarifikasinya dan informasi lebih lanjut, bagi teman2 sekalian.

    • HWR itu aku coba telp2 udah berminggu2 kog ngga pernah diangkat, ini nomer yg daripapan depan apatemen tsb 021-3808060, apa ada nomer pemasaran lainnya?
      Thanks

  16. Apartement hayam wuruk residence, sedang dalam tahap pembangunan, teman2 bisa lihat langsung di jalan hayam wuruk, depan berseberangan jalan dengan Gajah Mada Plaza. Terima kunci akhir 2010. Tempat sangat strategis di Jakarta Pusat. Yang berminat untuk over kredit harap hub saya,email : agamitte_daniel@yahoo.com hp 081236976883 alasan saya over kredit karena masalah keuangan pribadi, harga satu tahun lalu Rp 277 jt, anda tinggal mengganti cicilan yg telah saya bayar 12 bulan (12x 7.5jt) dan membayar sisa cicilan.per bulan 7.5jt. Saya akan beri potongan harga. tipe kamar studio, 35m2, lantai 8. fasilitas ; free maintenance 1 tahun, swimming pool,cafe & resto, minimarket, fitness center,24 hours security with CCTV,ATM center, beauty center, Laundry&dry cleaning

  17. Hi Hilda,

    Bagaimana menanggapi reputasi Developer : PT Bersaudara Kagum Sejahtera , Cilandak Mall, Jl. Raya Cilandak KKO, Pasar Minggu, Jakarta …yang selalu tidak tepat dalam commitment akan pembangunan yang diberikan. Semula di informasikan setelah Ground Breaking 08 Agustus 2009, nmun sampai saat ini ga ada tanda2 akan pembangunannya. Setiap ditanyakan alasan nya 1001 Cape dech 😦

    Yang sangat kecewa dengan progress MT Haryono Residence,
    -HM

  18. Hati2 dengan GRAHA PERMATA. Sy dengar2 dari dari supplier gedung mereka, 80% belum dibayar! Pemiliknya p. Andrianus selalu pura2 dan tidak pernah di kantor. Pegawai berubah setiap 3 bulan dan sangat hebat mengulur2 pembayaran. Sudah selesai 2thn lalu dan tidak membayar. Pokoknya hati2 saja! Kasihan pak orang jujur dibohongi uangnya.

  19. Komitment untuk Apartement Mtharyono Sdh sejauh mana? kita lihat aja ananti.

    Mr. WM

  20. Dengan hormat,

    Saya salah satu konsumen pemesan unit apartemen HWR di Jakarta. saya mengalami kesulitan untuk menghubungi pihak developer untuk meminta kejelasan mengenai kelanjutan proyek tersebut. Saya berasumsi banyak rekan2 lain yang mungkin mengalami hal yang sama.

    Kepada semua teman teman pemesan unit di Hayam Wuruk Residence, demi melindungi hak kita sebagai konsumen dan bersama-sama meminta penjelasan secara transparan dari pihak developer, mari kita membentuk paguyuban/perkumpulan konsumen HWR, untuk menyatukan suara, dukungan kelancaran pembangunan dan juga mempermudah komunikasi dengan pihak PT Graha Permata.

    Jika anda berminat dan tahu saudara, teman atau relasi yang menjadi konsumen HWR, harap menghubungi saya via email di tanubrata@ymail.com dan mencantumkan nomor telpon yang bisa saya hubungi kembali.

    Terima kasih, saya tunggu kabarnya segera. Terima kasih kepada Hilda untuk memposting ini.

    Semoga nasib kita menjadi jelas adanya.

    Terima kasih.

  21. hhaloo mb hilda…saya mau tanya tentang apartemen green parkview..apakah ada yg bisa sharing? saya rencananya mau ambil satu..di brosurnya sih ada no SIPPT dan IMB beserta tanggal…apakah ada yg tau kredibilitas PT Inten Cipta Sejati??

  22. group graha permata properindo developer yg bangun hayam wuruk residence sampai saat ini belum melaksanakan kewajiban nya dalam pembagunan apartemen hayam wuruk untuk tower A nya padahal teman saya sudah 18 bulan membeli nya, dan tidak ada kejelasan sama sekali, dan saya dengar mereka juga bangun di semarang apartemen tendean imperial residence memakai pt graha pusaka properindo sampai saat ini belum juga ada progress pembangunan nya… jangan sampai ada korban selanjut nya

  23. sampai saat ini pembagunan tower A hayam wuruk residence belum juga direalisasikan juga projek nya disemarang tendean residence belum juga dibangun-bangun, jangan sampai ada korban lagi yg membeli produk tersebut karna gak jelas pembangunan nya

    • @fitri

      saya juga membeli salah satu unit apartemen Hayam Wuruk Tower untuk tower a, bukannya janji dari mereka mereka akan serah terima kunci pada bulan desember 2010 ini ? saya pernah beberapa kali visit ke lokasi, tapi hanya dari luar saja. memang proses pembangunan sedang berjalan tapi saya tidak tahu apakah itu tower a atau b.

  24. Saya juga membeli salah satu unit apartemen Hayam Wuruk Residen di Tower A, setau saya sesuai dengan kontrak mereka ke saya, akan dilaksanakan serah terima kunci pada pertengahan Desember 2010, dan saya sering visit ke lokasi meskipun tidak masuk ke dalam, tapi proses pembangunan memang sedang berjalan, tapi saya tidak jelas apakah pembangunan untuk tower A atau B.

    Mohon review dan info lengkap dari rekan2 sekalian. Terima kasih Hilda yang telah membangun forum ini.

    • Halo Revi,

      Saya belum lama sempat bicara dengan salah satu penanggung jawab, Yang sudah berdiri itu tower B, tower A sudah dibuat fondasi tinggal naik ke atas (jika naik ke atas).

      Pembangunan diconfirm tetap selesai des ini. Semoga ini bukan merupakan sebuah kebohongan.

      Saya tahu dari orang2 sekitar kalau di kantor graha permata sering terjadi keributan dan konflik antara backing / debt collector dengan bodyguard.

      Semoga pihak manajemen graha permata menepati janji, terbuka mata hatinya untuk berlaku lurus dalam berbisnis. Ingatlah akan hukum karma.

  25. setelah melihat dari blog ini, saya coba googling dengan keyword “Graha Permata Properindo” dan menemukan beberapa link yg cukup membuat saya tenang,

    Menara Lebih Rendah, Hargapun lebih murah
    (http://kontan.realviewusa.com/default.aspx?iid=27775&startpage=page0000018#)
    (http://properti.kompas.com/read/xml/2009/08/08/14133184/menara.lebih.rendah.harga.pun.lebih.murah)

    Informasi Graha Permata Properindo :
    PT. Graha Permata Properindo
    Alamat Kantor : Jl. Dr. Makaliwe Raya No. 42 A, GROGOL – Petamburan.
    Telepon : 021 569 66067
    (http://apersidki.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=113&Itemid=90)

    dan link – link lainnya :
    http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/19/00223233/redaksi.yth

  26. terima kasih link-nya

  27. Kepada semua saudara-saudari, hati2 dengan graha permata properindo karena terbukti penipu, banyak supplier mereka yang ditolak untuk di bayar. Klimaksnya terjadi pada pertengahan bulan april kemarin, pada kantor mereka di Jl. Dr. Makaliwe Raya No. 42 A, GROGOL – Petamburan. Para supplier datang membawa polisi untuk menindak lanjuti para pengelola ini. Karena mereka menghutang para supplier sehingga estimasi 5 milyar lebih. Ini adalah cerita dari beberapa kasus yang terjadi di Proyek SEIBU, Karet Kuningan.

    1. KEJADIAN STEGER.

    Ada kejadian sangat menyedihkan adalah yang mensuplai steger aluminium (support pillar untuk pekerjaan dinding luar) di proyek seibu. Yang berupa ibu jujur. Beliau menyewa steger dari sebuah perusahaan besar senilai Rp. 375.000.000 (estimasi) dan di kontrak-kan ke pihak permata properindo dengan nominal Rp. 450.000.000,- (estimasi) dengan harapan mendapat keuntungan untuk membiayai keluarganya untuk setahun kedepan.
    akan tetapi perbuatan biadab pihak graha permata properindo telah mengubah harapan tersebut menjadi bencana. Apakah saudara saudari sekalian tahu bahwa untuk tahap pertama deposit dibayar oleh pihak graha permata properindo dan barang tersebut pun dipasang untuk keperluan pembangunan.

    Untuk tahap berikutnya yang wajib dibayar sesuai kontrak, pt. graha permata properindo pun menolak untuk membayarnya dengan alasan tidak jelas. dan sehingga ibu tersebut pun terpaksa mendatangi proyek Seibu untuk mengambil balik steger2 yang telah dipasang. Ternyata di proyek tersebut telah ada orang2 ambon yang menjaga proyek dan mengancam akan membunuh mereka dan membakar mobil mereka juga berani memegang steger tersebut. Apakah sudah gila ya?

    Tidak hanya itu, anak dari ibu ini pun di dorong dan dipukul sehingga jatuh!!! ADA BUKTI HASIL VISUM DARI RUMAH SAKIT DAN DAPAT DI VERIFIKASI!!!!! ADA BUKTI!

    Setelah kejadian itu, ibu ini pun sering kali ke kantor makaliwe untuk memohon agar dikembalikan stegernya dan hanya mendapat ancaman-ancaman.

    Direktur dari GPP (graha permata properindo) yakni Andrianus, selalu bersembunyi dan lari dari kantor lewat pintu belakang jika di datangi debt collector! dan di kawal oleh beberapa orang ambon!

    Ibu ini sekarang dikejar oleh pihak perusahaan yang menyewakan steger tersebut kepada dia. Kemarin ini saya sempat mampir ke proyek seibu dan steger2 tersebut telah hilang, yang diduga besar sudah dijual oleh pihak GPP untuk menutupi kerugian mereka karena apartemen mereka tidak laku!

    sekarang pihak GPP menulis surat resmi kepada ibu ini dan menyatakan bahwa pihak GPP tidak memiliki kewajiban apa secara hukum untuk membayar ibu ini… SUDAH GILA APA YA!

    saya kenal pribadi ibu ini dan ibu itu sangat baik dan kasihan. hati saya pun iba akan manusia sampah seperti andrianus, yang tidak pantas disebut sebagai pengusaha. melainkan perampok dan tukang tipu yang tidak memiliki harga diri, integritas dan malu.

    2. Kejadian Platfon.
    Ada seorang bapak haji yang baru mendapat proyek sebelum proyek seibu ini sehingga mulai dapat meningkatkan usahanya. Beliau pun membeli sebuah mobil box untuk keperluan antar platfon.

    Dan pihak GPP memberi kontrak pekerjaan platfon tersebut kepada beliau, dan beliau dengan tepat waktu mengerjakan proyek tersebut. Akan tetapi kembali lagi. ditolak untuk dibayar oleh pihak GPP.

    Sampai hari ini, bapak haji tersebut terpaksa menjual mobil box yang dengan jujur dan susah payah didapatkan untuk menutupi hutang pengambilan platfon dari pihak distributor..

    3. kasus pengecatan:
    Beliau memberikan kontrak tersebut kepada sebuah perusahaan pabrik cat. Kejadian serupa pun terulang lagi. Dan sepencarian informasi saya. pemilik dari perusahaan cat ini adalah teman lama dari Andrianus (direktur GPP).

    Pembayaran diundur-undur, hitungan ukuran di potong2, sehingga dari pembayaran yang harusnya Rp. 300 jutaan menjadi hanya 100 juta.

    Tidak habis pikir seseorang seperti andrianus ini bisa dengan enak melakukan ini ke semua supplier dan bahkan teman pribadinya. Jika kejadian ini tidak di ekspos, saya khawatir akan kejadian lebih lanjut.

    Saya mempersilahkan untuk siapapun atau pihak pers yang tertarik untuk meliput kejadian ini untuk email saya ke partypeopleclub@hotmail.com

    SELURUH KEJADIAN INI HANYA TERJADI DI PROYEK SEIBU DI KUNINGAN, BELUM TERMASUK PROYEK2 LAIN SEPERTI MARBELA, SATRIO DAN LAIN2.

    Jika kalian telah membeli dari pihak pengelola tersebut, banyak doa lah.

  28. Hah I’m honestly the first comment to your awesome article.

    • thank you for the comment, waiting for ur next comment 😀

      • Ibu Hilda yang terhormat,

        Saya Edy Susanto salah satu calon pembeli Apartement Hayam Wuruk Resident/ Unit E1/12.10 B yang berlokasi di Jl. Hayam Wuruk No. 25 Jakarta Pusat telah Tertipu dalam kasus pembangunan Aptm HWR dan menyambung pembahasan tentang kasus Apartement Hayam Wuruk Resident sekarang sudah dalam tahap SEGEL.

        Ini terbukti karena saya mendatangi lokasi Kantor dan Proyek Aptm HWR pada tgl 19 Januari 2012 telah ada Police Line dan ada pengumuman tentang Pengsegelan PT Graha Permata Properindo.

        Dengan adanya Police Line/ SEGEL dari pihak KEPOLISIAN tersebut maka kasus ini sudah saya laporkan kepada Pihak Kepolisian Kapolda Metro Jaya tgl 21 Januari 2012 dengan Pasal 378 KUHP – PENIPUAN.

        Pada laporan tersebut dari Pihak Kepolisian Meminta kepada Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua yang merasa tertipu/ sebagai calon pembeli sebagai korban atas pembelian Aptm HWR untuk melaporkan kasus tersebut Segera untuk dapat ditindaklanjuti secepatnya.

        Hal yang sama telah kami laporkan secara resmi kepada Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) dengan Bapak Ir. Setyomaharso – Ketua Umum DPP REI yang beralamat di Jl. Rukan Simprug Indah – Teuku Nyak Arief 93 Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12220 dikarenakan PT Graha Permata Properindo merupakan salah satu anggota dari Asosiasi REI yang sudah Tidak Aktif sejak tahun 2010.

        Mungkin dengan informasi yang saya sampaikan pada forum ini dapat membantu Mba Hilda dan Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua.

        Saran dari saya bila dari Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua yang ingin menindaklanjuti kasus ini kita dapat kumpul untuk tahap berikutnya.

        Bila ada informasi lebih lanjut dari Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua dapat menghubungi saya di email e1dys@yahoo.com atau 021-955 63658

  29. mba hilda, ada info untuk progress mt haryono residence ga? takut ketipu 🙂 reply via email bisa ga mba? thx a lot in advance

  30. Mbak Hilda saya ingin menanyakan mengenai jenis sertifikat apa saja yang akan kita dapatkan jika membeli sebuah apartemen.

    thanks before, dan thanks untuk teman teman sekalian yang sudah sharing informasi.

    • tergantung status lahanya mbak/mas.

      Kalo lahannya berstatus sertipikat hak milik ya secara otomatis satuan rumah susun (sarusun) di atasnya juga bersertipikat sama (SHM).

      Tapi, mayoritas apartemen di Jakarta ini status lahannya itu kalau tidak HGB atau Hak Pakai atau ada yang HPL. yang status sarusunnya juga sertipikat HGB yang harus diperpanjang untuk kurun waktu tertentu….

  31. @Hilda,

    Kesemua jenis sertifikat tersebut apakah sama kekuatan hukumnya ? mohon dijelaskan atau Mbak Hilda ada pembahasan mengenai sertifikat apartemen di forum ini ?

    Thanks before

    • kekuatan hukumnya tentu lebih tingi sertipikat hak milik (SHM). Mbak or mas bisa baca ilustrasi kasus mengenai hak pakai, hak guna bangunan dan HPL dalam tulisan di blo ini mengenai kasus kios-kios di ITC Mangga Dua…

  32. hati-hati jangan percaya sama apartemen hayam worok karbela dll. . .
    Diya pembohong besar. . . . .
    Jangan sampai kontaktor maupun pembeli apartemen kena bujuk rayu.
    Pengelola atau pengembang,dya pembohong besar. . .
    Hati-hati sekali dengan penipuannya. . .

  33. Pengalaman saya membeli apt hayam wuruk residence ini dengan kondisi seperti sekarang ini membuat saya patah arang tidak akan membeli lagi proyek yang belum jadi, khususnya di Indonesia walaupun dengan harga amat murah.

    Om saya pun belum lama ini tertipu dengan sertifikat tanah dobel (luar biasa bahwa ini bisa terjadi) sehingga menjadi perkara yang membuang uang lagi (hilang tanah, hilang uang, hilang harapan).

    Di luar negeri, hak konsumen baik terlindungi, hanya di negeri hutan rimba seperti Indonesia ini, pengembang seperti ini dapat berkeliaran leluasa dan para konsumen hanya dapat melongo saja.

    Sungguh memilukan, jadi saya tidak heran banyak orang yang sadar memindahkan uangnya keluar negeri karena tidak adanya kepastian hukum di negeri sendiri. Saya merupakan salah satunya, dengan berat hati tapi apa daya, saya telah memutuskan untuk tidak akan invest lagi di Indonesia (baik saham, properti, berdagang atau apapun juga) meskipun saya memiliki kemampuan ekonomis dan awalnya berniat menciptakan lapangan kerja disini (terhenti karena ditipu oleh orang kepercayaan).

    Saya tetap menunggu hingga 31 desember 2010 sebelum saya bertindak. Semoga pengembang menyadari kewajibannya yang harus dipenuhi, karena kalau tidak akan memberikan citra buruk terhadap dunia usaha di Indonesia, yang di luar negeri sudah dianggap hina (sehingga hanya barang2 murah, spt sampah, yang tidak laku dimana-mana, yang baru diexport ke sini).

    Terima kasih Hilda yang memposting komentar ini.

    • terima kasih Pak David atas sharing pengalamannya. semoga bermanfaat untuk pembaca blog ini…

      tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon konsumen sebelum membeli properti:
      1. Aspek legalitas
      2. Reputasi dan rekam jejak pengembang
      3. Lokasi
      4. Aksesibilitas
      5. Fasilitas
      6. Harga
      7. Potensi pertumbuhan nilai properti

  34. mbak, ttg mt haryono residence, bisa tolong infonya kah?

    • MTH R ini apartemen subsidi mbak… pengembangnya PT Bersama Kagum Sejahtera. Lokasi di Jl Otista. progres pembangunan sudah struktur lantai atas. sebentar lagi topping off.

  35. wah saya baru baca artikel ini, kebetulan mertua saya juga kena oleh tendean residence yang berlokasi disemarang. menurut mertua saya juli 2010 ini harusnya udah jadi, padahal dilokasi belum ada kegiatan apa apa. hanya tiang pancang yang beberapa biji saja. padahal dikontrak ditulis kalau harus meneruskan pembayaran sampai lunas kalau tidak dianggap hilang uangnya. lha padahal gak dibangun bangun. sayangnya mertua saya tidak mengerti akan apartement sehingga bisa dibohongi. tidak pakai notaris segala maupun pihak ketiga. dan tidak ada dalam perjanjian dalam berapa bulan harus sudah jadi pondasi, dalam sekian bulan harus sudah jadi berapa lantai sampai finishing. maklum udah tua percaya aja. gimana ya ini penyelesaiannya kalau diberhentikan pembayarannya uang yang udah 100 jt lebih hilang kalau diteruskan juga gak dibangun ntar malah hilang lebih banyak, gimana caranya untuk uangnya kembali ya? tolong bantuannya trims

    • hi, mau tanya donk ada yg tau ga mengenai status terakhir dari pembangunan apartemen hayam wuruk residence ini?
      Saya membeli salah satu unit disini, tapi telepon kantor di grogol tdk pernah diangkat padahal saya mau bertanya mengenai statusnya, karena kalau melihat lokasi sudah tdk ada progress lg

      Thanks

      • salam mbak katarina, saya juga sama spt mbak, salah satu customer HWR untuk Tower A, kabar terakhir yang saya dapat dari mereka per pertengahan desember, di bulan desember ini mereka vacum di karenakan banyak nya hari libur dan personil mereka yang cuti, tapi mereka coba menyakinkan saya bahwa pembangunan akan selesai di bulan juli 2011. saya juga menunggu dari kawan2 sekalian mengenai informasi lainnya.

        dan untuk mbak hilda, kira2 ada tips2 apa yg harus dilakukan kalau sedang dalam situasi seperti ini supaya konsumen tidak terlambat mengambil tindakan.

        Terima kasih untuk mbak hilda atas blog yang sangat berguna buat saya ini

      • Hi Bu Katarina,
        Berikut status terakhirnya,

        Saya Edy Susanto salah satu calon pembeli Apartement Hayam Wuruk Resident/ Unit E1/12.10 B yang berlokasi di Jl. Hayam Wuruk No. 25 Jakarta Pusat telah Tertipu dalam kasus pembangunan Aptm HWR dan menyambung pembahasan tentang kasus Apartement Hayam Wuruk Resident sekarang sudah dalam tahap SEGEL.

        Ini terbukti karena saya mendatangi lokasi Kantor dan Proyek Aptm HWR pada tgl 19 Januari 2012 telah ada Police Line dan ada pengumuman tentang Pengsegelan PT Graha Permata Properindo.

        Dengan adanya Police Line/ SEGEL dari pihak KEPOLISIAN tersebut maka kasus ini sudah saya laporkan kepada Pihak Kepolisian Kapolda Metro Jaya tgl 21 Januari 2012 dengan Pasal 378 KUHP – PENIPUAN.

        Pada laporan tersebut dari Pihak Kepolisian Meminta kepada Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua yang merasa tertipu/ sebagai calon pembeli sebagai korban atas pembelian Aptm HWR untuk melaporkan kasus tersebut Segera untuk dapat ditindaklanjuti secepatnya.

        Hal yang sama telah kami laporkan secara resmi kepada Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) dengan Bapak Ir. Setyomaharso – Ketua Umum DPP REI yang beralamat di Jl. Rukan Simprug Indah – Teuku Nyak Arief 93 Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12220 dikarenakan PT Graha Permata Properindo merupakan salah satu anggota dari Asosiasi REI yang sudah Tidak Aktif sejak tahun 2010.

        Mungkin dengan informasi yang saya sampaikan pada forum ini dapat membantu Mba Hilda dan Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua.

        Saran dari saya bila dari Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua yang ingin menindaklanjuti kasus ini kita dapat kumpul untuk tahap berikutnya.

        Bila ada informasi lebih lanjut dari Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua dapat menghubungi saya di email e1dys@yahoo.com atau 021-955 63658

  36. untuk mbak katarina dan mbak revi…

    terima kasih sdh berkunjung ke blog saya. semoga bermanfaat ya.

    untuk tips:
    1. Inventarisir para pembeli dan bentuk dalam satu wadah komunitas (pembeli HWR). komunikasi bisa dijalin melalui email, hp atau milis
    2. Jika komunitas sdh terbentuk, bisa melakukan komunikasi dengan pengembang. Komunitas memiliki bargaining position lbh kuat dibanding hanya satu atau dua orang konsumen.
    3. Namun, apabila blm ada respon, bisa meminta YLKI untuk melakukan mediasi. Biasanya, YLKI dgn senang hati diminta bantuan untuk mediasi dengan pengembang bermasalah. Mereka akan berupaya mencari jalan keluar win-win solution
    4. Jalan terakhir ya menempuh jalur hukum agar pengembang memenuhi prestasinya untuk membangun properti yg sudah dibayar konsumen. Akan tetapi, cara terakhir ini butuh waktu lama dan biaya yg tidak sedikit. Sebisa mungkin cara 1-3 diupayakan dengan maksimal

  37. Teman2, menindaklanjuti saran dari Mbak Hilda, melalui kesempatan ini, saya mengambil inisiatif untuk membuat mailing list melalui yahoogroups bagi para pembeli / pemilik unit apt. Hayam Wuruk Residences untuk bergabung didalamnya.

    Sudah saatnya kita bergabung sebagai para pembeli apt Hayam Wuruk Residences.

    Untuk join mailing list, mohon kirimkan email kosong ke alamat email ini: PerhimpunanPembeliAptHWR-subscribe@yahoogroups.com

    Terima kasih, mari kita menyatukan sikap dan suara demi kejelasan hak kita dari pihak pengembang.

    • terima kasih pak David atas kesediaannya melakukan inisiasi pembentukan milis perhimpunan pembeli apartemen HWR…

      semoga persatuan antarpembeli terus terjalin, kompak dan dapat menjadi wadah positif untuk kemudian hari. Serupa dengan milis pembeli apartemen gateway… mereka kompak, bersatu padu sehingga dapat menutup celah pengembang untuk berlaku kontraproduktif.

    • Pak, saya udah daftar ke yahoo groupnya tapi belum di confirm.. saya juga consumen apartemen hayam wuruk yang ga jelas gimana pembangunannya.

  38. saya mau over kridit apartemen mt haryono tipe studio, cukup bayar dp yang sudah saya keluarkan saja Rp 35.680.0000 Dp sudah di bayarkan 4x tinggal 2x , bisa kridit oleh BTN dan BRI bisa, yang berminat bs email k saya, serahterima bulan agustus 2011, alasan overkridit karna di tugaskan keluar kota

  39. desain yang bagus dan dinamis…..bisa minta kiriman site plan nya ? klo bisa saya minta khususnya denah bangunan, biar tau letak dan posisi klo mau beli

  40. halo para pembeli hwr…bgmn kelanjutannya nih? kerja keras bertahun2 habis ditipu org..kita hrs bagaimana?

  41. Bener2 bikin pusing saya sama tingkah laku developer apt HWR. Skrg sudah bulan September 2011, mana janjinyaaa? Tau malu dikit kek jadi orang, anehnya masa tdk ada si tindakan apa2 dari kepolisian. Biar kawan2 tau, kmr saya mampir ke kantor mereka di JL Makaliwe, Grogol, ternyata, kantornya sudah DISEWAKAN!!

    Apa artinya ini? Apakah si penipu Andrianus melarikan diri dengan membawa uang hasil kerja keras kita?

  42. ini sama saja kasusnya dengan bendi oetama raya delapan, yang bangun setiabudi royal residence, masa uang 60 milyar bisa hilang begitu saja, sekarang statusnya pailit dan uang kembali cuma 10 persenan

  43. mbak hilda, sy ikut nimbrung y….
    Saya ingin informasinya tentang HMR dunk, sy juga ambil unit di sana..
    tapi sampe sekarang ga ada info kelanjutannya??? bgmn y??
    saya baru baca info2 ttg HMR disni jd takut…masalahnya sy ada diluar jawa…
    untuk teman2 yg sudah ambil unit di HMR, kelanjutan pembayarannya bagaimana ya??? diteruskan ci2lannya apa distop aja???
    mohon infonya….
    terima kasih y mbak….

  44. Hasil nanya2 temen lawyer di kantor, kalau bapak bayarnya cicil bertahap dan bapak masih nyicil hingga saat ini, bapak bisa lapor polda buat minta hak bapak kembali, namun kalo bapak sudah stop bayar cicilannya, bapak harus cek aturan perjanjian yang di surat pemesanan.

    Bisa jadi kalau si developernya nakal, dia akan nyantumin syarat kalau gak bayar cicilan 3 bulan, dianggap batal beli. Nah kalo sudah begini, sulit pak untuk meminta uang dikembalikan. Kalau mau lapor ramai2, semua pelapor harus masih bayar / tidak nunggak 3 bulan itu. Dan juga ranahnya perdata deh kasus begini. Bisa nunggu lama hasil nihil, keluar duit lagi. Jng lupa siap ‘biaya’ ini itu deh urusan hukum disini.

    Beginilah indonesia kita. Dah maleslah invest disini. Mending beli reksadana di singapur, aman.

  45. trima kasih pak david infonya..
    Sy masih dalam proses ci2lan bertahap..
    Dan diperjanjiannya ada kata2 “bila 3 bulan tidak dibayar berarti stop”.
    Kalo bpak dan kawan2 senasib,bgmn sudah distop apa masih terus byr ci2lanx?
    Fyi,Blan juli 2011 kemarin sy k lokasi masih ada pekerja 40-50org dsna,sdang m’bangun bagian dalam gedungx,
    Kemudian sy k kantornya yg di makaliwe,tmpatx tdk menyakinkan karna sy tdk bs bertemu dgn yg btggung jwb dan ada org2 yg berteriak2 dgn nada kasar.
    Stelah lm menunggu,akhirnya bgian adminx keluar,menmpung pertanyaan,memberitahukan bahwa kwitansi hrus diambil sendiri dan dia menjadwalkan akan memanggil 4 customer setiap hr kamis.
    Tp sy belum mendapatkan giliran sampe sekarang.
    Oya sy sudah join di group yg anda bwt, apa ada info men-detail ttg kelanjutan n yg akan dilakukan kawan2 yg senasib..?
    Dtgu infonya y…

  46. saya juga pembeli apartemen hwr tower a dan 3 minggu yg lalu saya sudah dipanggil oleh pihak hwr dengan ibu asia waktu itu dan pada saat itu saya diberikan 2 pilihan : 1. teruskan membayar tanpa ada kejelasan kapan pembangunan akan dimulai. ….. apalagi selesai. dan yang kedua adalah mengajukan pembatalan pembelian yang notabene pasti akan dipotong karena kita yang membatalkan. hebat sekali pilihannya. dan kalau kita membatalkan, kita diharuskan mengembalikan semua kwitansi asli pembayaran dan akan menerima bukti pembatalan dan tidak tahu juga kapan akan dibayar. saya pilih membatlkan pada saat itu dan saya tidak mau menyerahkan kwitansi aslinya tanpa ada kejelasan kapan dan bagaimana selanjutnya. ibu asia bilang minggu depannya akan dihubungi, tapi sampai saat ini tidak pernah ada kabar. ditunggu kabar dari rekan rekan lainnya. saya harap ada diantara kita yang dpt mengkoordinir kita semua.
    silahkan dapat menghubungi saya japri di revi.tantular@gmail.com atau di forum ini. mungkin dengan bersama sama kita lebih punya kekeuatan. terima kasih.

  47. Setuju sama sdr Revi, sy juga mending cut loss dah drpd invest di sesuatu yg hasilnya nanggung atau abal2 ntar, ya developernya jg kelas abal2. Biar deh segala akibat biar ditanggung sama yg busuk hatinya melalui hkm karma bkn hkm indo yg jg abal2. Kita jd beljr lg dr hdp ini.

  48. trima kasih infox pak revi..
    Hasil dr pertemuan kemaren,apakah sudah sepakat untuk bulan ini stop bayar ci2lan?
    Apakah ada surat/perjanjian tertulis mengenai hal tsbt…
    Kalo mengajukan pembatalan qta dipotong berapa y pak?
    Setuju dengan pak revi,kalo bisa ada yg mengkordinir dan menyatukan qta semua agar lebih kuat…
    menurut ibu hilda, bgmn ttg opsi yg ditawarkan kepada pak revi diatas…
    mohon infonya…
    Terima kasih…

    • saya sudah berhenti membayar sejak desember 2010, setelah saya konfirmasikan dengan salah seorang finance mereka mengenai penalti mereka yang telat penyerahan kunci di bulan desember 2011 dan tidak adanya proses pembangunan. saya tidak mau terperosok terlalu jauh, jadi saya putuskan untuk stop membayar.
      mengenai biaya pemotongan, sampai saat ini ibu aisah tidak berani untuk menyebutkan nilainya dan bagaimana cara pembayarannya dengan alasan masih menunggu dari pihak management yang sampai detik ini saya belum mendapatkan telepon dari mereka.

  49. hukum indonesia aneh tidak ada kejelasan untuk pelanggar hukum. Membohongi konsumen juga tidak di proses. Kuwalat para penegak hukum negeri ini.

  50. saya juga salah satu pembeli tower A…. sampai sekarang pasrah… ketika mengajukan pembatalan juga tidak dibayar oelh pihak pengembang, mau meneruskan angsuran juga dilema.. gak ada kejelasan kapan pembangunan diselesaikan

    • Hi Pak Harley,
      Salam kenal. Saya Edy sebagai salah satu korban Penipuan Aptm HWR.
      Saya juga sudah menghentikan pembayaran cicilannya dikarenakan hal sebagai berikut,
      Pembangunan Apartement Hayam Wuruk Resident/ Unit E1/12.10 B yang berlokasi di Jl. Hayam Wuruk No. 25 Jakarta Pusat telah Terhenti dan sekarang sudah di SEGEL.

      Ini terbukti karena saya mendatangi lokasi Kantor dan Proyek Aptm HWR pada tgl 19 Januari 2012 telah ada Police Line dan ada pengumuman tentang Pengsegelan PT Graha Permata Properindo.

      Dengan adanya Police Line/ SEGEL dari pihak KEPOLISIAN tersebut maka kasus ini sudah saya laporkan kepada Pihak Kepolisian Kapolda Metro Jaya tgl 21 Januari 2012 dengan Pasal 378 KUHP – PENIPUAN.

      Pada laporan tersebut dari Pihak Kepolisian Meminta kepada Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua yang merasa tertipu/ sebagai calon pembeli sebagai korban atas pembelian Aptm HWR untuk melaporkan kasus tersebut Segera untuk dapat ditindaklanjuti secepatnya.

      Hal yang sama telah kami laporkan secara resmi kepada Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) dengan Bapak Ir. Setyomaharso – Ketua Umum DPP REI yang beralamat di Jl. Rukan Simprug Indah – Teuku Nyak Arief 93 Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12220 dikarenakan PT Graha Permata Properindo merupakan salah satu anggota dari Asosiasi REI yang sudah Tidak Aktif sejak tahun 2010.

      Mungkin dengan informasi yang saya sampaikan pada forum ini dapat membantu Mba Hilda dan Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua.

      Saran dari saya bila dari Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua yang ingin menindaklanjuti kasus ini kita dapat kumpul untuk tahap berikutnya.

      Bila ada informasi lebih lanjut dari Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua dapat menghubungi saya di email e1dys@yahoo.com atau 021-955 63658

      Atau saya bisa menghubungi Pak Harley di nomor telp brp?
      Thkss
      Edy

  51. Selamat Siang

    Menyambung tentang permasalahan Apartement Hayam Wuruk Resident, saya mohon bantuan dan informasi dari Pak David atau mungkin Pak David mengetahui rekan2 yg lain atau calon pembeli mengenai PT Permata Properindo sebagai Developer Aptm HWR.

    Hal ini kami sampaikan dikarenakan PT Permata Properindo yg berkantor di Jl. Makaliwe No. 42 sekarang di SEGEL.

    Mungkin dari rekan2 lain dapat memberikan/ mengetahui permasalahan tersebut. Hal ini juga sudah saya laporkan kepada Pihak Kepolisian – Komdak utk menyelidiki kasus tersebut.

    Dengan banyaknya informasi serta dukungan dari rekan2 calon pembeli yang merasa tertipu dapat mempermudah pihak berwajib utk menyelesaikan permasalahan tersebut.

    Hubungi saya : e1dys@yahoo.com atau nprimawanda@yahoo.com

    trima kasih banyak dan simpatisan para korban apt HW sangat saya tunggu balasannya salam

  52. Kepada Bapak/ Ibu/ Sdr/ i Yang Terhormat,

    Saya Edy Susanto salah satu calon pembeli Apartement Hayam Wuruk Resident/ Unit E1/12.10 B yang berlokasi di Jl. Hayam Wuruk No. 25 Jakarta Pusat telah Tertipu dalam kasus pembangunan Aptm HWR dan menyambung pembahasan tentang kasus Apartement Hayam Wuruk Resident sekarang sudah dalam tahap SEGEL.

    Ini terbukti karena saya mendatangi lokasi Kantor dan Proyek Aptm HWR pada tgl 19 Januari 2012 telah ada Police Line dan ada pengumuman tentang Pengsegelan PT Graha Permata Properindo.

    Dengan adanya Police Line/ SEGEL dari pihak KEPOLISIAN tersebut maka kasus ini sudah saya laporkan kepada Pihak Kepolisian Kapolda Metro Jaya tgl 21 Januari 2012 dengan Pasal 378 KUHP – PENIPUAN.

    Pada laporan tersebut dari Pihak Kepolisian Meminta kepada Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua yang merasa tertipu/ sebagai calon pembeli sebagai korban atas pembelian Aptm HWR untuk melaporkan kasus tersebut Segera untuk dapat ditindaklanjuti secepatnya.

    Hal yang sama telah kami laporkan secara resmi kepada Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) dengan Bapak Ir. Setyomaharso – Ketua Umum DPP REI yang beralamat di Jl. Rukan Simprug Indah – Teuku Nyak Arief 93 Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12220 dikarenakan PT Graha Permata Properindo merupakan salah satu anggota dari Asosiasi REI yang sudah Tidak Aktif sejak tahun 2010.

    Mungkin dengan informasi yang saya sampaikan pada forum ini dapat membantu Mba Hilda dan Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua.

    Saran dari saya bila dari Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua yang ingin menindaklanjuti kasus ini kita dapat kumpul untuk tahap berikutnya.

    Bila ada informasi lebih lanjut dari Bpk/ Ibu/ Sdr/ i semua dapat menghubungi saya di email e1dys@yahoo.com atau 021-955 63658

  53. Dear All,

    Sehubungan dengan kasus penipuan Apartement Hayam Wuruk Resident/ PT Graha Permata Properindo maka kami sampaikan perkembangan sampai dengan saat ini, yaitu :
    1. Berdasarkan Keterangan dari Polda Jawa Tengah/ Semarang bahwa Bpk Adrianus sebagai Direktur Utama/ Pemilik PT Graha Permata Properindo yang beralamat di Jl. Muara Karang Blok G Utara No.15 Pluit – Jakarta Utara telah ditangkap dan dipenjara di kota Semarang dalam kasus Penipuan Property di kota Semarang dan Jakarta dan sedang menunggu Sidang Pengadilan. Dimana korban penipuan yang tercatat di Polda Jawa Tengah sebanyak 75 orang/ kasus.

    2. Sehubungan dengan kasus ini maka Polda Jawa Tengah berkerjasama dengan POLDA METRO JAYA/ POLRES JAKARTA BARAT sedang MENGUMPULKAN DAFTAR NAMA para KORBAN Penipuan atas kasus property oleh PT Graha Permata Properindo.

    3. Pengumpulan data para korban ini diharapkan dapat SELESAI tanggal 31 Maret 2012. Harap para korban penipuan Apartement Hayam Wuruk Resident agar SEGERA menghubungi Polres Jakarta Barat Jl. S Parman 31/ Slipi Jakarta 11410 dengan Bapak Brigadir Yentor Witro, SH (0813 9956 5617) Jabatan Penyidik Pembantu Subnit I Tahbang untuk pembuatan BAP (Berita Acara Perkara).

    4. Jika telah melewati batas waktu tanggal 31 Maret 2012 maka dari Pihak Kepolisian Polres Jakarta Barat TIDAK Akan Mencatat adanya lagi korban dalam kasus Penipuan Apartement Hayam Wuruk Resident.

    5. Hal ini telah di Informasi dan di Konfirmasi kepada Bapak Setyomaharso – Ketua Umum DPD REI (Real Estate Indonesia) – Jakarta dan Ibu Aryani Putri, SH – Kepala Bidan Hukum & Pengaduan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Pusat.

    Demikian informasi terakhir yang kami dapat dari Polres Jakarta Barat.

    Semoga pendataan daftar korban penipuan PT Graha Permata Properindo/ Apartement Hayam Wuruk Resident dapat dilakukan sebelum batas waktu tanggal 31 Maret 2012 sehingga Persidangan dapat segera dilaksanakan.

    Jika perlu informasi lebih lanjut dapat menghubungi saya di (021-955 63658 atau email e1dys@yahoo.com

    Terima kasih.
    Edy Susanto

    • Terima kasih atas informasi aktual ini. Silakan dishare kpd teman sesama pembeli atau korban. Ini akan saya angkat juga di majalah properti Indonesia

      • Berdasarkan informasi yang kami dapat dari pihak DPP REI – Jakarta dan YLKI bahwa mereka akan memberikan/ meneruskan informasi diatas untuk para korban penipuan proyek Apartemen Hayam Wuruk Resident untuk diproses penyelesaiannya sesuai dengan jalur Hukum/ pihak Kepolisian..

  54. para karyawan PT. Graha Permata Properindo banyak yang tidak di bayar gajinya sampai beberapa bulan lamanya

    • Update informasi mengenai status yang ada sampai saat ini bahwa di Kantor PT. Graha Permata Properindo (Jl. Makaliwe Raya No. 42A Grogol – Jakarta), masih dalam keadaan di Segel/ Police Line juga terdapat PENGUMUMAN agar Para Korban untuk SEGERA MELAPOR ke POLRES RESKRIM Jakarta Barat – Jl. S Parman 31 Slipi.

      Untuk lebih jelas agar para korban dapat membaca Pengumuman tersebut diatas di Kantor PT. Graha Permata Properindo.

  55. Sebelumnya saya mengucapkan turut perihatin buat teman2 yg menjadi korban penipuan apt HWR/PT Graha Permata Properindo. Bersama ini saya mau menanyakan kpd mba Hilda utk status kepemilikan, saya adalah salah satu pemilik apt Graha Seibu Mansion, lokasi di Karet Kuningan (mungkin apt pertama yg didirikan oleh PT Graha Permata Properindo th 2007). Saya membeli secara cash bertahap dan sudah lunas th 2008 & sudah serah terima, surat yg saya dapat berupa PPJB dgn pengembang serta Berita Acara Serah Terima. Th 2011 saya berniat utk menjual apt tsb dan calon pembeli menanyakan surat-surat (AJB, sertifikat?). Sempat beberapa kali saya datang ke kantor PT Graha Permata Properindo (GPP) utk menanyakan masalah ini dan hanya diterima oleh staff admin, keuangan, marketing tanpa ada penyelesaian (bahkan mereka ketika saya hubungi mengatakan sudah resign), terakhir pihak pengelola (PT WISU) menjanjikan akan membantu tapi hasilnya nol besar. Awal 2012 saya diinfokan & diberi foto copy berita dari media online oleh salah satu pemilik bahwa kantor GPP di Jl Makaliwe sudah disegel, saya langsung datangi dan ternyata benar kantor tsb sudah di Police Line.
    Yang saya mau tanyakan :
    1. Kalau Pimpinan PT GPP sudah ditangkap, bagaimana kelanjutan proses AJB dan sertifikat dari apt saya? Yang saya dengar bahwa sertifikat induk ada di bank BTN (sbg bank penjamin), sementara saya tidak ada hubungan dengan pihak bank BTN.
    2. Yang saya dengar juga pihak bank BTN sedang mencari investor lain untuk take over apt tsb, bagaimana dengan kami2 yg tidak melakukan pembayaran melalui bank BTN tsb?
    3. Mewakili teman2 yg KPA dengan pihak bank BTN, bagaimana tanggung jawab bank BTN terhadap pengembang yg kurang ajar seperti PT GPP ini?
    4. Selama ini maintenance fee tetap ditagih oleh pihak pengelola, PT WISU, yg merupakan anak perusahaan dari PT GPP (dengan pelayanan kebersihan yang sangat buruk), sejak beberapa bulan terakhir pembayaran dialihkan ke rek pribadi (an Billy > adik dari Adrianus) yg kami ketahui bahwa rek perusahaan PT WISU sudah di bekukan, yg kami tidak terima adalah diperkirakan uang maintenance yg dibayarkan tsb dikumpulkan untuk biaya hidup Adrianus dan kroni2nya didalam penjara, karena semua proyeknya bermasalah (apt Karbela, apt Satrio, apt HWR & yg di Semarang), hanya di apt Graha Seibu ini mereka bisa mendapat uang.
    4. Tujuan awal apartemen adalah untuk dijual, ternyata beberapa bulan ini banyak disewakan oleh pengelola untuk mendapatkan uang, bagaimana tanggapan bank BTN mengenai penyelewengan fungsi ini?
    5. Saya sudah pernah mengadukan masalah ini ke YLKI, jawaban terakhir mereka kami bisa mengadukan masalah ini ke kepolisian, apakah hal ini sama seperti yg teman2 korban HWR lakukan?

  56. Dear all,

    Berita terbaru, sumber Kompas, 11 April 2012, hal 4 : Pengumuman Putusan Pailit terhadap PT Graha Permata Properindo, silahkan dibaca & dipelajari, thanks

  57. Dear all,

    tanggal 25 April kemarin adalah rapat kreditur pertama antara para kreditur dengan kurator PT.Graha Permata resicence ( dalam pailit )
    Mohon diingat batas waktu pengajuan tagihan kepada para korban adalah tanggal 9 Mai 2012 pk. 15.00

    lewat batas waktu tersebut tagihan tidak akan di layani.
    pengajuan kepada Team kurator PT. GPP, dengan alamat, The Beleza Permata Hijau. Lt. 17#06 – Permata hijau jakarta
    telp. 021-36189839

    tanggal 23 Mei 2012 adalah rapat pencocokan piutang di PN Niaga Jak-Pus Gajah Mada
    Baca Kompas tanggal 11 April 2012 mengenai pengumuman putusan Pailit. PT Graha permata Properindo
    Saat ini kami telah membentuk kelompok para korban PT.GPP untuk bersatu menghadapi PT.GPP
    bila perlu informasi bisa manghubungi Bp Edy Susanto diatas di 021-955 63658
    atau boleh contact saya di 021-91426292 ( office hour )

    terima kasih.

    KURNIAWAN

  58. Sy, salah satu korban Satrio Residence, baru menyadari setelah beberapa saat yg lalu melihat bangunan sudah rata dengan tanah, selama ini sy dijanji2kan akan segera disesesaikan setelah perijinan DKI selesai, ada yg bisa bantu saya harus kemana?? Thks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: