Summarecon Tunda Pengembangan Bekasi

Para spekulan tanah di Bekasi Barat, bersiaplah gigit jari. Sebab, rencana besar PT Summarecon Agung Tbk yang sudah terpublikasi luas, belum dapat direalisasikan tahun ini. Rencana besar itu adalah ekspansi pengembangan township, di atas lahan seluas 250-300 Ha. Pengembangan skala kota itu akan mencakup residensial, komersial, fasilitas publik, hotel, apartemen dan lain-lain yang sesuai dengan standar kota mandiri.

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Johannes Mardjuki, mengatakan penundaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan peluang yang lebih menjanjikan bila dibandingkan dengan realisasi ekspansi di Bekasi. “Kami memiliki opsi lain yang lebih prospektif agar kinerja perseroan menjadi tambah bagus,” ujar Johannes.

Penundaan tersebut, ungkap Johannes, dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Namun, menilik pada perkembangan wilayah Bekasi yang kian hari semakin pesat, Johannes tak menampik bila kondisi aktual Bekasi menjadi isyarat positif bahwa kawasan ini dapat menjadi berlian yang bernilai tinggi. Serupa dengan kawasan Serpong di Tangerang.

“Kami akan melihat waktu yang pas. Jadi sama sekali tidak dianulir atau dibatalkan. Momentumnya belum tepat, kalau kami harus memaksakan diri masuk ke sana,” imbuh Johannes.

Dikatakan Johannes Mardjuki, PT Summarecon Agung Tbk, kini akan berkonsentrasi pada pengembangan lahan baru seluas 36 Ha di Kelapa Gading yang sampai saat ini masih menjadi profit center perseroan, di samping Summarecon Serpong.

Lahan baru diakuisisi PT Summarecon Agung Tbk senilai Rp344 miliar.  Melalui pembelian 13.526 saham yang mewakili seluruh saham yang ditempatkan dalam PT Gading Orchard. Sekadar informasi, dana untuk membeli lahan itu diambil dari  hasil emisi obligasi yang ditawarkan ke pasar bulan lalu dengan nilai Rp400 miliar.

Rencananya, dana hasil penerbitan obligasi itu, sebagian besar (70%) dialokasikan mengonversi kepemilikan lahan tersebut dan selebihnya dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja.

PT Summarecon Agung Tbk akan mengembangkan lahan tersebut menjadi perumahan untuk segmen skala menengah ke atas sejumlah 1.500 unit. Ada pun tiap unit rumahnya ditawarkan dengan harga jual mulai dari Rp1 miliar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: