St Moritz Terjual 80% Dalam Sehari

PT Lippo Karawaci Tbk mendulang sukses. Apartemen St Moritz yang dirilis secara private pada 9 Agustus lalu membukukan penjualan 80% senilai Rp700 miliar. Atau sebanyak 394 unit terserap pasar dari total 492 unit. Harga jual yang ditawarkan pada saat private launch itu sebesar Rp12,3 juta/m2.

Tentu saja ini prestasi fenomenal di tengah kondisi pasar yang mengalami kejenuhan akibat banyaknya pasok apartemen di kelas-kelas menengah. Dan biasanya dalam sebuah event peluncuran proyek baru, hanya mampu menjual maksimum 5-10% dari total unit dalam sehari.

Pencapaian St Moritz ini bisa dikatakan lebih bernilai sebab, enam puluh persen dari angka 80% unit yang terjual itu dibeli dengan cara pembayaran tunai keras, 40 persen sisanya memanfaatkan fasilitas KPA. “Ini merupakan prestasi tersendiri bagi Lippo Karawaci karena hanya dalam waktu  satu hari proyek bisa laku 80%,” ujar CEO St Moritz, Michael Riady.

Dus, profil pembeli mayoritas merupakan end user (sekitar 90%) . Sisanya merupakan investor. Mereka berasal dari wilayah barat Jakarta dan sekitarnya serta sebagian kecil dari wilayah Utara dan Selatan Jakarta. Dengan hasil yang mencengangkan ini, Lippo Karawaci berencana menaikkan harga jual 10-15% dalam public launch yang akan digelar pada kuartal ketiga tahun ini.

Pembangunan St. Moritz tahap pertama mencakup 3 tower apartemen St Moritz (Ambassador, Presidential dan Royal Suites), mal seluas 450.000 m2, dan fasilitas pendukung apartemen dimulai akhir 2008. Ada pun kontraktor utama yang ditunjuk, menurut Michael, sekelas dengan yang digunakan oleh proyek Lippo Karawaci lainnya seperti Kemang Village yang memanfaatkan jasa Total bangun Persada.

Michael menegaskan nama kontraktor yang akan mengerjakan St Moritz tak akan jauh dari nama tersebut di atas. “Bidding-nya akan dilakukan awal tahun depan,” ungkap Michael. Untuk merealisasikan pembangunan tahap pertama, pihaknya hanya mengandalkan 100 persen dana dari pembayaran konsumen.  Tidak ada intervensi perbankan maupun ekuiti perusahaan.

“Karena kami tidak menjual properti. kami menjual kepercayaan. Jadi saya percaya, hanya dengan dana dari pembayaran konsumen, proyek ini bisa berdiri,” ujar Michael percaya diri.

Iklan

2 Tanggapan

  1. beh… -speachless-

    strategi marketingnya bagus bangeth… bravo!

    hahahaha…. Lippo geto lochchchch…. RE juga mustinya bikin hal yang sama

  2. Ruar biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: