Kasiba 500 Ha Siap Dijual Jababeka

Mendengar istilah kaveling siap bangun (kasiba), perhatian kita pasti tertuju pada Perumnas. BUMN pengembang ini memang memiliki aset kasiba dan lisiba (lingkungan siap bangun) yang tersebar di beberapa lokasi di seluruh Indonesia.

Peraturan Pemerintah (PP) No. 80/1999 tentang Kawasan Siap Bangun (kasiba) dan Lingkungan Siap Bangun (Lisiba) yang berdiri sendiri memang memungkinkan Perumnas untuk mengoleksi lahan untuk kemudian dikembangkan sebagai perumahan. Bisa dikerjakan sendiri atau berkongsi dengan pengembang swasta.

Nah, jika Perumnas kita mafhumi sebagai produsen kasiba dan lisiba, maka apakah pengembang swasta diperkenankan mempraktekkan hal yang sama?  Sebab, belum lama ini PT Jababeka Tbk secara resmi melansir 500 Ha kasiba miliknya dalam area Jababeka City yang belum dikembangkan untuk dijual kepada pengembang lainnya.

Mereka menawarkan kasiba ini dengan harga lumayan kompetitif, sekitar Rp1,5 juta-2 juta/m2. Dikatakan Presiden Direktur PT Jababeka Tbk, SD Darmono, kasiba Jababeka ini merupakan bagian dari 5.600 Ha area Jababeka City. “Posisinya betul-betul strategis. Dan kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pengembang untuk ikut berpartisipasi mengelola Jababeka City,” ujar SD Darmono.

Kasiba yang ditawarkan oleh Jababeka sudah dilengkapi dengan utilitas dengan kualitas cukup baik. Jaringan listrik, air dan pengolahan limbah sangat memadai. Belum lama ini, Jababeka membangun power plant berkapasitas 125 megawatt di bawah bendera Bekasi Power. Melengkapi 250 megawatt yang sudah dibuat Cikarang Listrindo.

Menurut Deputi Perumahan Formal kementerian Perumahan Rakyat, Zulfi Syarif Kotto, penawaran dari Jababeka ini patut disambut gembira. Mengingat kasiba Jababeka merupakan kasiba yang memang siap bangun. Apalagi kawasan Jababeka sudah tumbuh sebagai kawasan dengan basis industri yang hidup, begitupula dengan perumahannya yang kini sudah dihuni oleh sekitar 1 juta warga.

“Kelengkapan fasilitasnya juga memenuhi persyaratan sebuah Kota Mandiri. Ini merupakan peluang yang bagus bagi pengembang yang meminati untuk dibangun perumahan atau apartemen,” ujar Zulfi.

Selain Jababeka, kasiba yang diusahakan oelh pengembang swasta antara lain kasiba di Lippo Cikarang, dan BSD City. Hanya, menurut Zulfi yang paling memenuhi syarat adalah kasiba Jababeka.

Bagaimana dengan payung hukumnya? Zulfi menyadari, saat ini memang belum ada yang bisa mengakomodasi BUMS (pengembang swasta) yang bisa mengusahakan kasiba dan lisiba. Untuk itu, pihaknya, akan berupaya melakukan revisi atas PP No 80/1999.

Ada pun pengembang swasta yang sudah menjajaki kerjasama dengan PT Jababeka City untuk mengokupasi kasibanya antara lain PT Graha Rayhan Triputra. Mereka berencana membeli kasiba seluas 4,5 Ha di area CBD Jababeka untuk diekbangkan sebagai Jababeka Square. Ini merupakan kompleks apartemen sebanyak 8 tower yang merangkum 4.000 unit.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. bntuin gwa nyari tgas tntang “KASIBA N LASIBA” karena tu buat tugas saya di PLANOLOGI….
    please krimin smw kawasan yg akan da rencana KAsiba n LAsiba na y…
    klo bsa brupa file word 2003 ja..
    thanks y

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: