Intiland Development Catat Perbaikan Keuangan

Siapa tak kenal pengembang satu ini? proyek-proyek propertinya boleh dikatakan merupakan tengara kota. Sebut saja Wisma Dharmala di Jakarta dan Surabaya yang monumental. Belum lagi Regatta di pantai Mutiara, Jakarta.

Ya, nama PT Intiland Development Tbk (Intiland) memang mulai terangkat kembali pasca merilis megaproyek Regatta dan mayoritas sahamnya dimiliki oleh Truss Investment Partners Pte. Ltd. dan Strands Investment Ltd. dengan kepemilikan masing-masing 37,07% dan 33,16%.

Berbagai langkah ekspansif dilakukan pengembang ini. Mulai dari membangun klaster-klaster baru di Jakarta dan Surabaya, juga membuka proyek baru macam 1 Park Residence. Upaya-upaya ini tak lepas dari membaiknya kinerja Intiland.

Untuk semester I 2008, Intiland membukukan pertumbuhan kinerja keuangan sangat signifikan. Perbaikan kinerja tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya penjualan unit perumahan di Jakarta dan Surabaya.

Presiden Direktur Intiland Lennard Ho mengungkapkan pada semester I 2008, Intiland membukukan laba bersih Rp28,48 miliar, atau melonjak 169% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,57 miliar. Untuk periode yang sama, laba usaha tumbuh dua kali lipat menjadi Rp63,37 miliar, sementara pendapatan usaha naik 61,46%, dari Rp137,11 miliar tahun lalu menjadi Rp221,38 miliar.

Lennard Ho menjelaskan membaiknya kontribusi penjualan dari anak usaha menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba. Nilai penjualan dari sektor perumahan naik 96,73% menjadi Rp165,27 miliar. Kontribusi terbesar masih berasal dari penjualan perumahan di Taman Semanan Indah, Jakarta dan Graha Famili Surabaya.

“Kami berhasil melalui proses transformasi perusahaan dengan sangat baik pada enam bulan pertama tahun ini. Seluruh unit usaha berhasil mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya. Hal ini menumbuhkan rasa optimisme kami untuk menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik di masa depan dan tetap berkomitmen untuk berada pada jalur pertumbuhan jangka panjang serta meningkatkan keuntungan,” kata Lennard.

Menurut Lennard, membaiknya kinerja ini merupakan hasil dari perubahan strategis Intiland untuk terus fokus pada upaya mentransformasikan grup dan menetapkannya pada jalur pertumbuhan jangka panjang yang berkesinambungan. Intiland telah merumuskan empat pilar utama untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjangnya: pertumbuhan organik; peluang akuisisi; usaha patungan (dengan pihak lokal maupun asing) dan melakukan manajemen modal dan investasi. Pascarestrukturisasi hutang tahun lalu, kondisi keuangan Intiland saat ini sangat sehat dengan rasio hutang bank terhadap ekuitas hanya sebesar 36,26%.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: