Lippo Beri Subsidi 3,5% Untuk Konsumen St Moritz

Guys, jangan heran kalo kali ini gaya penulisan dan penggunaan bahasa agak berbeda. Sedikit nyantai, tapi tetep serius. Dalam publikasi yang dilakukan PT Lippo Karawaci Tbk Kamis 4 September 2008, terungkap bahwa BNI akan membiayai pembelian apartemen dengan skema KPA St Moritz berbunga 12% fixed rate selama satu tahun.

Angka 12% dikatakan oleh Darwin Suzandi, Direktur Konsumer BNI ketika menjawab pertanyaan saya dalam sesi Q and A. Ketika sesi tersebut bubar, saya kembali menanyakan kepada Darwin untuk mempertegas pernyataannya. Dan Darwin tetap menjawab 12%, sesuai dengan suku bunga regular yang ditetapkan.

Namun, dalam rilis revisi dari Java PR yang saya terima interest rate 12% itu diubah menjadi 8% untuk nasabah BNI dan 8.5% untuk nasabah non BNI. Apa yang terjadi?

Diakui CEO St Moritz, Michael Riady, pihaknya memberikan subsidi sebesar 3.5-4% kepada konsumen pembeli apartemen St Moritz. Suku bunga khusus KPA BNI ini, selain diberikan untuk membiayai 20% sisa apartemen St Moritz yang belum dijual kepada publik juga untuk 80% unit lainnya yang sudah dibeli oleh pembeli awal.

Ada potongan puzzle yang hilang di sini. Mengingat pada pertengahan Agustus lalu, baru saja diekspos 80% unit yang terjual dibeli secara tunai keras dan tunai bertahap. “Tak ada pembeli yang menggunakan fasilitas KPA,’ jelas Michael waktu itu.

Mari kita bermain logika. Jika motivasi St Moritz memberikan subsidi adalah untuk segera menyempurnakan catatan penjualannya, bukankah itu sebuah strategi yang keliru. Mengingat St Moritz akan merugi. BI Rate sudah mencapai 9.25%. Lagipula, apa susahnya bagi Lippo menjual sisa 20% apartemen? Kenapa masih menggandeng BNI, dan memberi subsidi pula?

Skenario yang bisa saya baca adalah, bisa jadi 80% unit apartemen St Moritz yang terjual itu, bukanlah angka riil. Melainkan sekadar booking fee atau pun down payment. Kalaupun ada yang membayar secara lunas, jumlahnya tidak sesensasional seperti yang disebutkan Michael.

Mari bermain logika…..

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Akhirnya, terkuak juga kebenaran yang selama ini masih terselubung kabar burung itu. Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Jopie Rusli membenarkan akuisisi atas Taman Ria Senayan. Di sela-sela press conference kerjasama pembiayaan KPA antara Bank Lippo dan Kemang Village, pukul 13.30 di Jl Antasari, Jakarta Selatan.
    Taman Ria Senayan, merupakan properti kesekian yang diambil alih kelompok usaha milik klan Riady tersebut. Properti lainnya, sebagian besar prestisius dan bernilai tinggi, antara lain Plaza Semanggi, Cibubur Junction, MegaMall Pluit, dan Metropolis Town Square.
    Menurut sumber yang terpercaya, Lippo membeli hak pengelolaan Taman Ria Senayan dari PT Ariobimo Laguna Perkasa (ALP) dengan nilai akuisisi nyaris Rp300 miliar. Nantinya, Lippo akan melakukan transformasi total atas konsep pengembangan Taman Ria Senayan menjadi integrated development.
    Nantinya bakal dibangun properti vertical residential eksklusif dan terbatas dengan harga Rp18 juta-20 juta/m2, hotel bintang lima dengan chain international operator, pusat belanja mewah serta perkantoran berkonsep smart office 2 tower.
    Dengan beralihnya hak pengelolaan ini, PT Lippo Karawaci Tbk memiliki kesempatan menguasai Taman Ria Senayan selama 30 tahun ke depan dengan skema BOT (build, operate, transfer).
    Sekadar informasi, Taman Ria Senayan dulunya bernama Taman Ria Remaja Senayan. Merupakan fasilitas publik yang dapat diakses oleh umum dengan murah meriah. Di sini terdapat tempat bersantai, pedestrian, dan danau yang masih berisi air jernih dikelilingi rimbunnya pepohonan. Banyak remaja yang memanfaatkan kawasan Taman Ria Senayan sebagai tempat untuk JJS (jalan-jalan sore) atau sekadar hang out.
    Taman Ria Senayan awalnya merupakan ‘proyek’ yang dikendalikan dan dikelola oleh yayasan Ria Pembangunan (pengurusnya adalah istri-istri para Jenderal jaman Orba.
    Awal operasional Taman Ria (Remaja) Senayan adalah 15 Agustus 1970. Nama dan kondisi fisiknya kemudian mengalami metamorfosa. Secara resmi menjadi Taman Ria Senayan, tanpa kata Remaja, dipublikasi pada Maret 1995 atas persetujuan
    almarhumah Ny Tien Soeharto selaku Ketua Umum Ria Pembangunan.
    Selain menguasai hak pengelolaan Taman Ria Senayan, PT Lippo Karawaci Tbk juga bakal meluncurkan pusat belanja baru di kawasan Pejaten, Pasar Minggu. Lease mall untuk segmen pasar menengah itu nantinya bertajuk Pejaten Mall dengan anchor tenant Hypermart dan Matahari Department Store.

    Comment saya :

    Ala, mana realisasi nya ??? yang ada kalian menaikkan charge rent out dan service charge gila gila an dan tanpa ada nya rapat dengan manajemen saya utk melihat seberapa kuat kemampuan manajemen saya ??? sekarang, manajemen anda tidak memasukkan restaurant saya dalam design relokasi yg baru. Mana komitmen awal nya ??? cair ??? apakah itu win win solutions business ??? i don think so. Be professional lah… Kalau ngak sy angkat dan sy tutup restaurant sy layaknya warehouse dll yg sdh tutup…. Ada apa dgn Financial anda ??? politic financial ??? biar pegawai saya pada demo ke anda, kehilangan pekerjaan.. mau ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: