Grup SMR Bangun Pasar Modern

Krisis finansial boleh mempengaruhi pengembang lain, namun tidak pada Grup Sumber Mitra Realtindo (SMR). Kelompok usaha pengembang milik Yan Mogi ini secara perlahan dan meyakinkan justru menuai prestasi. Melalui anak perusahaannya, PT Dinamika Alam Sejahtera, terus melakukan ekspansi dalam area pengembangan township Grand Depok City. Yang terakhir adalah dituntaskannya pembangunan Depok Fantasy Waterpark seluas 1,5 Ha yang berbiaya Rp30 miliar.

Depok Fantasy Waterpark ini secara resmi dibuka oleh Walikota Depok Nurmahmudi Ismail, siang tadi. Beroperasinya Depok Fantasy Waterpark, kian melengkapi fasilitas yang ada di Grand Depok City.

Pada Januari 2009 nanti, di area CBD Grand Depok City juga akan dibangun Pasar Modern senilai Rp30 miliar. Di atas lahan seluas 1,5 Ha, Pasar Modern berdiri untuk mengakomodasi potensi besar warga Depok yang sebagian besar masih merupakan warga agraris. “Selain itu, kami juga ingin memenuhi kebutuhan warga Grand Depok City dan sekitarnya akan bangunan pasar yang tradisional namun dikelola secara modern. Transaksi jual beli, tawar menawar bisa dilakukan di sini. Nuansanya tetap tradisional, tapi manajemennya profesional,” ujar Presiden Komisaris Grup SMR, Yan Mogi.

Dalam kesempatan yang sama, Yan mengungkapkan, Grup SMR akan fokus dalam pengembangan lanjutan Grand Depok City. “Ini profit center kami. Kontribusinya sekitar 80% dari total pendapatan secara grup,” ujarnya.

Untuk itu, dalam waktu beberapa bulan ke depan, pihaknya masih akan mempertimbangkan untuk memperkuat konstruksi pendanaan guna rencana ekspnasi akuisisi lahan Grand Depok City.

Sementara untuk pengembangan komersial, Grup SMR masih menunggu situasi makro lebih kondusif. “Kami akan menunda pembangunan hotel bintang 4 dan komersial ritel yang dsebelumnya direncanakan akan dibangun tahun 2008-2009,” imbuh Yan.

Sekadar informasi, Grup SMR berencana membangun hotel bintang 4 di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara dan komersial ritel di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Iklan

3 Tanggapan

  1. salam kenal
    Mba Hilda, aku ipung dari Tabloid KONTAN, aku mau nulis soal peluang dan tantangan properti di 2009 untuk edisi khusus KONTAN akhir tahun, kalau punya data riset soal properti yang update atau kontak beberapa pengembang properti aku minta dong, bisa kirim ke email atau sms ke 081210066232…

    sukses trus mba, blognya informatif banget, oke

    bisa PM saya di alexander_hilda@yahoo.com. setiap sub sektor properti memiliki karakter sendiri. Jadi, tidak bisa digeneralisir. Apartemen akan berbeda dengan hotel atau komersial ritel, juga hotel dan KI. Dalam satu sub sektor pun bisa berbeda, contoh apartemen strata dan sewa adalah dua hal berbeda.

  2. Blog yang sebetulnya lumayan menarik, tapi (sabar..ada tapinya)
    Membaca blog ini hampir gak ada bedanya dengan membaca majalah-majalah properti yang sdh ada. Buat orang yang gak pengen beli atau langganan majalah properti, ini mungkin blog yang dicari-cari.
    Tapi pertanyaannya, lalu di mana nilai lebih blog ini? Sementara Anda bilang blog ini tempat menyalurkan libido menulis Anda yang gak tersalurkan di majalah formal.
    Mungkin (ini menurut saya..) akan jauh lebih baik kalau di blog ini Anda menulis dengan pendekatan dan sisi pandang yang berbeda. Tema boleh saja tetap properti, tapi jangan memakai cara pendekatan yang sama dengan ketika anda menulis untuk majalah.
    Yang perlu diingat, tulisan-tulisan di majalah (properti) sudah terbukti tidak mampu mencerahkan masyarakat (konsumen), apalagi untuk menyadarkan pengembang yang sering berlaku unfair. Kenapa? Salah satunya karena gaya penulisan di majalah kita yang cenderung kaku.
    Nah, blog adalah kesempatan untuk mengubah itu karena blog lebih elastis, lebih bebas. Dan saya tahu Anda mampu. Tapi rupanya Anda masih terjebak….offside.

    Salam kenal
    hehehe

    Saya sudah kenal Pak…. heuheuheu salam lagi deh. Maaf ada moderasinya, dan saya lagi disibukkan urusan di luar kantor…. jadi baru bisa buka lagi….
    Btw, kalau Pak Poentz bener2 baca majalah konvensional kami, pasti bisa bedakan isinya. Kendati penulisannya (untuk beberapa kasus) memang menggunakan pendekatan yang sama. Itu karena pekerjaan menulis (khususnya yang saya alami) sangat tergantung mood (dalam bahasa Anda itu libido ya hehehe)…..

    Ada kok beberapa tulisan saya yang sangat berbeda jauh dari majalah konvensional. Anda bisa buka-buka tulisan lama, atau Anda bisa juga buka ‘rumah’ lama saya di hildalexander.multiply.com. Saya menyoroti beberapa kasus pengembangan yang mereduksi debet air di suatu kawasan di Bandung. Bisa Anda cek…..

    Mengenai masalah mencerahkan atau tidak, tergantung dari sudut mana Anda memandang. bagi Anda yang seorang jurnalis kritis dan hebat, mungkin tulisan saya masih dalam taraf picisan, akan tetapi, niat saya menulis ini adalah memberikan informasi seputar bisnis dan industri properti. Baru sebatas informasi. Anyway, thanx atas saran dan kritikannya. Menulis investigatif memang butuh riset dan waktu yang lumayan panjang (apalagi harus konfirmasi cover both sides atau bahkan multiple sides)….. oleh karena itu, catatan Anda akan saya jadikan lecut untuk menulis lebih baik lagi. Anyway, setidaknya saya telah melakukan rekaman jejak penulisan…..

  3. As.wr.wb. Mba Hilda pa kabar ni?

    Saya tertarik banget beli rumah di depok atau bogor tapi bingung mana yg harus diduluin. Rumah atau nikah? Nikah atau rumah? Maklum dananya terbatas. Punya info rumah dgn harga murah di daerah tersebut? Thanks sebelumnya. 😀
    ——–

    Better nikah dulu, baru beli rumah…. udah nikah, rezeki pasti mengalir lancar…. trus mengenai pemilihan lokasi rumah, mesti dipertimbangkan proksimitas dengan tempat beraktifitas, sesuaikan juga budgetnya…. setelah itu baru deh pilih harga yang terjangkau, kemudahan pembayaran dan track record pengembang…. kalo kerja di Jakarta and punya kendaraan, beli di Sentul. Kalo pengen lebih deket dan cukup naik motor aja, beli di Depok. Tapi kalo gak mau diribetin masalah macet, belila apartemen di tengah kota yang harganya 250-300 jutaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: