Banjarmasin Menanti Investor Properti

Jika di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, para pengembang rebutan lahan dan bahkan ada yang bersengketa karenanya, di Banjarmasin, lahan justru surplus. Namun begitu, belum banyak pengembang yang membenamkan investasinya di kota seribu sungai itu. Itu pun pengembangan yang dilakukan seadanya, kalau tidak dikatakan zonder konsep yang jelas.

Sangat disayangkan memang. Sejauh mata memandang, kesemrawutan pengembangan yang tampak. Jalinan kabel listrik dan telepon yang menggantung tak beraturan, sistem drainase yang buruk, infrastruktur jalan lingkungan yang jauh dari memadai, lansekap yang cuma tempelan atau desain rumah yang berselera seadanya.  Tak hanya terjadi pada pengembangan perumahan, juga pengembangan perkantoran pemerintahan serta fasilitas umum dan sosial lainnya. Sehingga secara visual, kota ini mengesankan tidak terencana dengan baik dan matang. Pun jika kita bicara detil per proyek, jangan membayangkan seperti BSD City, Kota Wisata, Lippo Karawaci atau pengembangan lain yang dilakukan dengan visi dan konsep yang matang. Sangat jauh berbeda. Ironis, padahal Banjarmasin merupakan ibukota Kalimantan Selatan yang notabene merupakan etalase daerah yang merepresentasikan provinsi keseluruhan.

Sejatinya, potensi yang dimiliki Banjarmasin selain ketersediaan lahan yang melimpah, juga market yang lumayan besar. Kebutuhan properti, khususnya rumah, yang mencapai 10.000 unit tiap tahun tidak pernah terpenuhi. Pada tahun 2008 lalu saja, para pengembang hanya sanggup membangun 6.000 unit. hanya 60% dari target (3.000 unit RSH, 1.500 unit RS dan 1.500 unit menengah-atas)

Karena keterbatasan pasok inilah, yang menurut Ketua DPD REI Kalimantan Selatan Anwar Hamidi, pasar Kalimantan Selatan beralih ke Pulau Jawa. “Mereka membeli rumah-rumah di Pulau Jawa. Lepas dari motif mereka apakah untuk ditinggali atau untuk investasi. Kami para pengembang lokal tak mampu memenuhi kebutuhan itu. Pengembang yang sekarang beroperasi tidak memiliki ketersediaan skill, kemampuan dan juga dana yang memadai,” ujarnya.

Untuk itulah, lanjut Anwar, Kalimantan Selatan, sebetulnya memberi peluang yang cukup menjanjikan bagi pengembang Nasional yang ingin menggarap daerah ini. “Kami butuh investor properti Nasional lebih banyak lagi yang bisa mengakomodasi kebutuhan rumah warga Kalsel,” ujarnya seraya menambahkan, kendati sudah masuk Grup Ciputra, namun, belum dapat memenuhi market need sesungguhnya.

Sekadar informasi, Grup Ciputra masuk ke Banjarmasin pada tahun 2005. Mereka mengusung konsep first class living dengan penekanan pengembangan pada kualitas properti dan lingkungan. Konsep ini memang belum pernah dikembangkan sebelumnya oleh pengembang lokal. Jadi, begitu Grup Ciputra menawarkan Citra Garden, pasar sangat antusias menyambutnya. Meski harganya tak bisa dibilang murah, antara Rp900 juta-1,5 miliar. Hanya saja, Citra Garden menawarkan unit-unit perumahan dengan jumlah terbatas. Hanya 300 unit yang berdiri di atas lahan seluas 10 Ha.

Dengan kondisi aktual tersebut, jelas Kalimantan Selatan memberi peluang yang cukup menjanjikan bagi investor properti Nasional. Rumah-rumah dengan range harga antara Rp500 juta-1 miliar, sangat diminati pasar. Terbukti dengan prestasi Citra Garden tadi.

“Segmen pasar kami adalah pengusaha dengan karakter yang menjunjung tinggi prestis dan kualitas hidup,” ujar Project Manager Citra Garden Piter. Jumlah populasi dengan profil demikian, lanjutnya, sangat besar. Jangan lupa, mereka ini adalah para pengusaha dengan bisnis utama batu bara, kayu, tambang, dan jasa perdagangan. Dan mereka sebelumnya membelanjakan uangnya untuk kebutuhan propertidi Surabaya, Semarang atau Jakarta.

Kehadiran Ciputra Group di Kalimantan Selatan, memang membawa angin segar bagi sektor properti di sini. Karena proyek Citra Garden-lah, belakangan muncul proyek serupa. Sebut saja Kota Citra Graha, Bun Yamin Residences, Citra Mandiri dan lain-lain. Mereka mencontoh habis-habisan konsep Citra Garden. Lengkap dengan duplikasi patung kuda yang merupakan trademark seluruh proyek Grup Ciputra di mana pun berada.

“Ada kegairahan menyusul kehadiran Grup Ciputra. Pengembang lokal menjadi lebih kreatif dan inovatif. Ini dampak positif jika para pengembang Nasional ikut berkiprah di sini,” tandas Anwar.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. kami mencari tanah komersil di banjarmasin seluas 3000-4000 m2 yang cocok dan potensi apabila dibangun hotel bintang 3 tingkat huniannya relatif tinggi. Apabila ada mohon di email ke saya atau bisa menghubungi saya di 0813 82272 138.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: