Cikokol, Ladang Investasi Menjanjikan

Saat meresmikan dimulainya pembangunan Tangerang City yang berlokasi di Cikokol, Tangerang, pada tengah tahun lalu, Walikota Tangerang Wahidin Halim berharap proyek ini akan menstimuli pergerakan ekonomi kota dan memperbaiki citra di mata publik.

 

Harapan yang realistis dan wajar adanya. Sebab, kawasan ini terlihat lambat aktifitas ekonominya. Kalah jauh perkembangannya jika dibanding kota kecamatan lainnya, seperti Serpong dan Karawaci. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, masyarakat kota Tangerang lebih suka berbelanja dan bertransaksi di Serpong. Itu karena kawasan ini dapat mengakomodasi semua kebutuhan. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, kebutuhan pendidikan, hiburan hingga bisnis yang terangkum dalam pusat-pusat belanja terintegrasi. Sementara di Cikokol, ruang seperti itu terbatas jumlahnya. Hanya ada dua pusat belanja; Mal Metropolis dan Plaza Tangerang. 

 

Padahal, di sini bercokol pusat pemerintahan kota. Selain juga merupakan pintu masuk menuju Tangerang melalui akses tol Jakarta-Merak. Sangat strategis, sebetulnya, karena ia bisa dijangkau dari arah Jl. Daan Mogot Raya yang berbatasan dengan Jakarta bagian barat yang terkoneksi langsung ke kawasan Grogol. Selain itu bandara udara internasional Soekarno-Hatta yang secara geografis masuk dalam bagian Tangerang, sangat dekat dan mestinya menjadi keuntungan kawasan Cikokol.

 

Sayangnya, nilai lebih ini tak lantas membuat Cikokol berkembang sedemikian rupa dan tidak memiliki daya kompetisi yang kuat. Kalaupun ada pembangunan, terbatas hanya di satu titik lokasi. Sementara aktifitas bisnisnya masih berkutat di koridor yang membentangi Jl. Ki Samaun, kawasan Pasar Lama dan Pasar Anyar. Bertepian dengan sungai Cisadane dan sudah tak bisa diutak-atik lagi.

 

Sementara perkembangan pembangunan perumahan hanya berada di sekitar Jl. MH Thamrin dan Jl. Hasyim Asyari. Di sini terdapat Kota Modern, Banjar Wijaya dan Taman Royal.

 

Namun demikian, menurut Nurul Yaqin, Direktur Ben Hokk Property yang juga menjabat sebagai ketua AREBI Banten mengungkapkan, ”Dengan kondisi demikian, ada kekuatan tersembunyi dari Cikokol. Dengan daya saing yang masih rendah, ada potensi untuk lebih berkembang. Karena harga lahan di sini masih sangat rendah. Lahan kosong juga masih banyak tersebar. Jika membangun di sini, maka proyeksi keuntungannya lumayan cerah”.

 

Harga lahan di jalan utama Cikokol, antara Rp3 juta-4 juta/m2. Sementara di koridor  MH Thmarin, yang tersambung dengan Jl. Serpong Raya mencapai Rp5 juta sampai Rp7 juta/m2. Dengan harga yang masih rendah tersebut, menjanjikan kenaikan yang menjanjikan. Dus, ada beberapa investor yang tertarik membenamkan modalnya di sini. Salah satunya adalah PT Pancakarya Griyatama.

 

Mereka membangun Tangerang City. Proyek  yang memiliki luas lahan 10 hektar, diakui, telah mengubah handicap Cikokol. Menghimpun ruang ritel, apartemen dan hotel. Dengan konsep demikian, menjadikan Cikokol bisa lebih tegak berdiri. Ia akan dijadikan incaran para investor yang memburu keuntungan besar dari harga perdana kios-kios maupun ruang komersial yang ditawarkan Tangerang City. Terbukti, hingga setahun sejak dilansir ke pasar, penjualannya menunjukkan tren meningkat.

 

Dikatakan Nurul, rencana pengembangan jalan tol JORR 2 yang membentang sepanjang 15,4 km, dari Serpong hingga ke Bandara Soekarno-Hatta, juga berimplikasi positif pada perkembangan Cikokol. Kawasan ini akan lebih terbuka dan dinamis serta sesuai bagi para investor yang mencari kenaikan gain yang besar dari lahan dan properti yang dibelinya. Ada pun lahan dan properti yang diprediksi bakal mencuat adalah Kota Modern,  Banjar Wijaya dan Taman Royal.

Properti Indnesia edisi Februari 2009

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: