Jakarta Propertindo, Lebih Agresif

Sejak menjadi sub holding bagi BUMD bidang properti milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2000, laju PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tak tertahankan.  Dengan dukungan penuh Pemprov DKI Jakarta dan permodalan yang kuat, juga dikelola oleh profesional yang berpengalaman, berbagai proyek properti terus dibangun Jakpro. Baik  dikerjakan sendiri, ataupun berkolaborasi dengan mitra strategis lain.

 

Guna mengantisipasi banyaknya proyek properti yang digarap, Jakpro kemudian melakukan peningkatan efesiensi, efektifitas, dan mengoptimalkan kinerjanya. Mereka juga mengakuisisi dan mendirikan 4 anak perusahaan yakni PT Pulo Mas Jaya, PT Jakarta Konsultindo, PT Jakarta Manajemen Estatindo, dan PT Jakarta Aset Manajemen.  “Kami memiliki visi menjadi perusahaan properti dan infrastruktur yang menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas dengan berorientasi pasar dan aspek lingkungan,” papar Riko Perlambang, Direktur Operasional dan Pengembangan Jakpro.

 

Tahun ini, Jakpro berkomitmen akan merampungkan proyek yang sudah berjalan pada tahun 2008 lalu. Selain itu juga melansir proyek baru walaupun jumlahnya tidak sebanyak tahun sebelumnya akibat krisis keuangan global. “Saat ini kami lebih selektif. Kami hanya meluncurkan proyek properti yang menjadi kebutuhan pasar, bukan untuk kepentingan investasi,” imbuh Riko.

 

Matoa Residence, satu di antara yang bakal dikebut pengembangannya. Perumahan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, ini berada di atas lahan seluas 3 hektar dan  dipasarkan sebanyak 113 unit rumah serta  kavling siap bangun. Dipatok seharga mulai dari Rp550 juta sampai Rp1,1 miliar.

 

Dari keseluruhan luas area, yang akan dibangun rumah dan segala fasilitasnya tidak lebih dari 20%, 80% sisanya dijadikan sebagai ruang terbuka hijau. Fasilitas yang ditawarkan antara lain utilitas bawah tanah, listrik 2.200 watt (per rumah), telepon fiber optik (1 sambungan), sistem keamanan 24 jam ditunjang dengan CCTV, dan gate dengan sistem klaster. Selain itu juga terdapat  jogging track, taman hijau yang luas, club house dan kolam renang, minifunction room, mushala, dan lapangan basket. Matoa Residence, ini, janji Riko, akan dirampungkan dalam dua tahun. “Kami menargetkan pendapatan dari proyek ini sebesar Rp80 miliar,” ungkapnya.

 

Tak puas dengan perumahan, Jakpro juga meneguhkan posisinya dengan membidani kelahiran apartemen kelas menengah di kawasan Pluit, Jakarta Utara, tepatnya di Jl  Pluit Selatan No. 1. Bertajuk de Paradiso dan akan dibangun sebanyak dua tower, dengan jumlah 638 unit. Di mana tiap tiap lantai di tower A sebanyak 16 unit dan tower B 22 unit. Selain apartemen, de Paradiso juga menyediakan ruko yang masing-masing unitnya seluas 140 m2.

 

Apartemen de Paradiso, klaim Riko, memiliki keunikan yakni dijual tanpa finishing. Seperti lantai yang masih plesteran, begitupula dengan dinding. “Kami melihat banyak konsumen yang tidak puas dengan material yang dipilih pengembang kemudian merombak apartemennya sesuai selera. Jadi kami jual mentah, silahkan konsumen memilih material finishing sendiri,” lanjutnya. Dengan strategi demikian, harga bisa ditekan seminimal mungkin. Asal tahu saja, ukuran 42 m2  dipatok Rp300 juta.

 

Fasilitas yang disediakan antara lain area parkir sebanyak 3 lantai, reflecting pool, swimming pool, fitness centre, children playground,  mini market, kafe, restaurant, laundry, salon, keamanan 24 jam dengan CCTV. Selain sarat fasilitas, lokasinya terbilang strategis. Aksesnya sangat mudah karena dapat dicapai melalui jalan tol dalam kota maupun tol bandara. Akses publik melalui halte busway juga dekat. Bahkan fasilitas kereta eksekutif bandara yang rencananya beroperasi pada tahun 2010 sangat mudah dicapai dari de Paradiso. Rencananya, pembangunan rampung dalam waktu 20 bulan.  

 

De Paradiso, menambah aset properti Jakpro. Menyusul Pluit Junction dan Mal Emporium yang berada di kawasan CBD Pluit. Nama terakhir ini adalah hasil aliansi dengan Grup Agung Podomoro. Kedua proyek tersebut, akan dihubungkan dengan jembatan yang berfungsi sebagai city air terminal. “Nantinya kereta ke bandara melalui proyek ini,” kata Riko.

 

Selain itu, di kawasan yang sama, Jakpro juga berencana membangun rumah susun di atas lahan seluas 3 hektar. Menggenapi rencana besar lainnya seperti mereklamasi pantai utara dengan konsesi seluas 200 Ha, mengakuisisi lahan  di dekat Jakarta City Center, proyek yang juga dibangun Jakpro dengan beberapa pengembang besar, untuk dibangun hotel. Tak puas sampai di situ, mereka juga bakal mendirikan perkantoran di Jl. T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, di atas lahan seluas 4 ribu m2. Anak perusahaan Jakpro, PT Pulo Mas Jaya, juga akan terus melanjutkan pembangunan kawasan Pulo Mas, Jakarta Timur. “Sudah banyak pihak yang ingin bekerjasama mengembangkan kawasan Pulo Mas,” kata Riko.

Properti Indonesia Edisi Februari 2009

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

2 Tanggapan

  1. saya diutus oleh pemilik tanah untuk mencarikan pengembang property yang berminat mencari tanah. tanah seluas 7,5 ha dan pemilik mematok harga 3 juta/m. sangat strategis berada dipusat kota, dan jalan protokol. surat tanah berupa HGB. kami tdak memakai jasa calo ataupun broker. akan saya pertemukan dengan pemiliknya langsung. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: