Grup Trivo, Spesialis Komersial Ritel

Berawal dari membenamkan uang pada kios-kios seperti di Tanah Abang yang kemudian disewakan kembali, tiga orang investor yakni Calvin Lukmantara, Robert, dan Ian Wisan mendirikan perusahaan developer Grup Trivo pada tahun 2006. Usai malang melintang selama lebih dari 10 tahun sebagai investor properti.

Langkah awal mereka sebagai developer adalah mengakuisisi proyek Pusat Grosir Cililitan (PGC) di Jl Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur melalui bendera PT Wahana Cipta Sejahtera. PGC mendulang sukses, terbukti dari catatan tingkat huniannya yang mencapai 100%. Tak puas sampai di situ, Grup Trivo lantas melakukan ekspansi dengan membangun PGC 2. Bukan sembarang ekspansi, karena ternyata mereka juga melakukan riset pasar. “Permintaan kios di PGC sangat tinggi. Sebab, keberadaan trade center ini sangat strategis lokasinya. Persaingan juga belum terlalu ketat seperti di kawasan lain. Itulah motivasi kami berani membangun tahap 2,” ujar Ian Wisan, Chief Executive Officer Grup Trivo.

PGC keseluruhan berdiri di atas lahan seluas 1,9 hektar dengan luas bangunan mencapai 110 ribu m2 (10 lantai) yang merangkum 6 lantai pertokoan (3.127 unit kios dan counter) dan 4 lantai parkir. “Saat ini sudah terjual 90%,” imbuhnya. Usai jejak rekam di Cililitan, mereka kemudian merambah Cikarang. Di sini, Grup Trivo mendirikan Sentra Grosir Cikarang (SGC) di atas lahan seluas 1,4 Ha dengan dimensi bangunan 60 ribu m2 (5 lantai) yang di dalamnya terdapat 1.684 kios dan counter. Saat ini SGC, kata Ian, sudah terjual 80%. Serupa dengan PGC, untuk proyek kedua ini, mereka juga melakukan survei dan riset. Tersebarnya jumlah pabrik di kawasan-kawasan industri yang padat karya dengan jumlah ribuan tenaga kerja, turut mempengaruhi keputusan Grup Trivo untuk membangun komersial ritel keduanya itu.

Lepas dari Bekasi, daerah buruan berikutnya adalah Tangerang. Di sini mereka boleh membusungkan dada. Proyek anyarnya yang bertajuk Tangerang City, saat ini merupakan yang terbesar. Luas lahannya saja mencapai 10 Ha dan akan menelan investasi sebesar Rp5 triliun. Sedangkan PGC total investasinya hanya Rp250 miliar. Tangerang City sendiri merupakan integrated development dan akan dibangun dalam empat tahap. Tahap pertama berupa ruko sebanyak 198 unit yang dipasarkan mulai harga Rp800 juta dan saat ini sudah terjual 85%. Tahap kedua, merupakan shopping mall di atas lahan seluas 6,5 Ha dengan luas bangunan 150 ribu m2 (6 lantai). Di dalamnya terdapat 1.850 unit ruang usaha dan juga area parkir yang dapat menampung 1.800 mobil dan 5.000 motor. “Kami tidak menjual tapi menyewakan karena kawasan Kota Tangerang berbeda dengan Cililitan dan Cikarang,” kata Ian. Pria murah senyum ini mengatakan shopping mall Tangerang City akan dibangun lebih baik daripada yang sudah ada. Ruang ritel ini disewakan dengan harga mulai dari Rp300 ribu/m2/bulan. “Sampai saat ini kami sudah mendapatkan Rp100 miliar dari pemasaran pre selling shopping mall,” ungkapnya. Adapun nama tenan besar yang sudah dikantongi adalah Carrefour yang mengambil ruang sebesar 10 ribu m2. Rencananya, pembangunan shopping mall selesai dua tahun mendatang. Di atasnya akan dibangun hotel bintang empat (22 lantai) dengan operator Grup Accor (Novotel). Pembangunan hotel diperkirakan kelar setahun setelah shopping mall selesai dibangun. Sementara pengembangan tahap ketiga adalah membangun apartemen dan diakhiri dengan perluasan shopping mall.

Ian mengatakan, pembangunan Tangerang City didukung oleh 18 konsultan profesional dari berbagai bidang. Apa strategi bisnis yang diterapkan Grup Trivo, sehingga mampu bermetafora menjadi kelompok usaha yang dapat membangun proyek sekelas Tangerang City?. Tentu saja, selain intuisi bisnis, juga keputusan-keputusan strategis yang diimplementasikan dalam waktu yang tepat. Namun, dari semua hal itu, yang paling utama adalah mereka masih mengacu pada falsafah klasik bisnis properti yakni pemilihan lokasi yang strategis. Seperti PGC yang dibangun di atas lahan bekas terminal Cililitan, pun dengan SGC. Sementara Tangerang City berada di atas lahan bekas pasar Cikokol.

Strategi lainnya adalah mengembangkan konsep dengan target market yang jelas, bangunan berkualitas prima dengan harga kompetitif serta pelayanan purna jual yang memuaskan. Khusus komersial ritel, Grup Trivo akan secara khusus memfokuskan perhatiannya. Wajar saja, dengan dua ruang ritel yang sudah digarap dan sukses beroperasi, pihaknya sangat ketat mensyaratkan konten dan tenancy mix yang tepat. “Kami tidak akan membangun properti yang tidak kami kuasai,” kata Ian.

Untuk permodalan, mereka mengandalkan 30% modal sendiri, 40% pinjaman perbankkan, dan 30% dari hasil penjualan pre selling. Meski demikian, Ian tidak mau membawa kelompok usahanya ini mejadi pengembang yang agresif. “Kami tidak ingin menjadi yang terbesar tapi menjadi yang terbaik di sektor properti komersial ritel,” lanjutnya. Oleh karena itu, Grup Trivo akan menggarap proyek baru jika proyek yang sedang berjalan sudah laku 50%.

Cadangan lahan Grup Trivo, juga cukup besar. Tersebar di Depok, Bali, Tangerang, Warung Buncit, dan lain-lain “Tahun ini kami fokuskan pada proyek yang sudah berjalan. Kami targetkan untuk PGC dan SGC habis terjual semua tahun ini,” kata Ian seraya mengatakan bahwa ia optimis pasar ritel di Indonesia akan terus berkembang dengan komparasi terhadap jumlah populasi yang mencapai 200 juta lebih. Untuk menggenjot penjualan, mereka juga melakukan beberapa cara kreatif. Misalnya bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di proyek PGC dan SGC. Juga bekerjasama dengan beberapa bank menyalurkan Kredit Usaha Ringan Sekali (KURS). “Kami berharap penyewa dapat membeli dan memiliki kios dengan cicilan yang berbeda sedikit dibandingkan harga sewa,” lanjut Ian.

 

Y Susanto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: