Swiss Belhotel Segara Resort & Spa Resmi Dilansir

Proyek condotel memang makin merambahi Bali. Setidaknya saat ini hampir ada dua puluh proyek, baik yang sudah jadi dan yang sedang masih dalam tahap pematangan lahan, termasuk yang dikabarkan ditunda pembangunannya. Pilihan lokasinya memang masih di daerah-daerah yang secara tradisi menjadi pusat aktivitas wisata Bali, macam Kuta, Jimbaran, Ungasan, Seminyak dan Nusa Dua.

Salah satu pengembang yang sedang memasarkan proyek kondotel di Bali adalah PT Asiapac Pancamakmur Abadi. Menggunakan nama awal Cozy Condotel@Nusa Dua, setelah mendapat pengelola, namanya kini bersalin menjadi Swiss Belhotel Segara Resort & Spa. Nama ini guna mengingatkan lokasi condotel ini yang berada di Jl. Pura Segara, Nusa Dua. Daerah yang sudah cukup ternama di kalangan turis mancanegara dan lokal kelas menengah atas. Di sinilah banyak terdapat hotel dan vila eksklusif yang dikelola oleh jaringan hotel operator internasional, macam Hyatt dan St. Regis.

Condotel ini berdiri di atas lahan seluas 8.300 m2, dengan luas bangunan mencapai 9.500 m2. Gedungnya didesain oleh tim arsitek Dewayanto & Associates, berbentuk huruf L yang dibuat seakan berdiri di tengah laguna. Terdiri atas dua menara setinggi empat lantai yang merangkum 121 unit. Fasilitasnya antara lain mini waterboom, fitness & spa, multifunction room dan lounge & karaoke yang semuanya berstandar hotel bintang empat.

Ada empat tipe, dengan ukuran mulai dari 36,8m2 hingga 55,2 m2 yang memiliki mezzanine sebagai area tidur atau yang menyambung langsung ke kolam renang. Unit-unit ini ditawarkan seharga berkisar Rp 500 juta hingga Rp900 juta, dengan status hak milik untuk pembeli lokal dan long leasehead (sewa 99 tahun) bagi warga negara asing. 

Tak beda dengan proyek sejenis, condotel ini juga dijanjikan sebagai instrumen investasi yang menguntungkan. “Kami menawarkan passive income yang diterima investor sebesar 5% per tahun sebelum hotel beroperasi. Setelah beroperasi, investor mendapatkan 30% dari pengoperasian hotel, di mana keuntungannya minimal 5% per tahun untuk 10 tahun,” papar Anthony Raharjo, Direktur PT Asiapac Pancamakmur Abadi. Masa satu dekade itu mengacu pada periode kontrak kerjasama pengelolaan condotel ini oleh Swiss Belhotel International.

Menurut Anthony, sejak dipasarkan sebulan yang lalu, ketika belum menggunakan nama operatornya, condotel ini sudah laris 20 unit. Karena itu, Anthony yakin, dengan pencantuman nama operator, penjualan bisa meningkat dan selanjutnya akan memberikan keuntungan bagi investor. Ini yang kata Anthony, potential income  dari nilai penjualan kondotel sebagai akibat kenaikan harga. Apalagi harga yang ditawarkan saat ini, menurut Anthony, lebih murah 20-30% dibandingkan proyek sejenis yang ada di daerah Nusa Dua dan sekitarnya. PT Asiapac Pancamakmur Abadi juga memberikan jaminan pengembalian uang sesuai harga saat dibeli. Dan dengan operator tersebut, investor bisa gratis menggunakan selama 21 hari di unit yang dimilikinya, serta 21 hari menginap di semua hotel yang dikelola Swiss Belhotel International, di seluruh Indonesia.

Janji tersebut mengacu pada kondisi pasar wisata di Bali saat ini yang memang sedang sangat baik. Setidaknya ini bisa dilihat dari jumlah kedatangan turis asing yang pada tahun lalu, menurut Biro Pusat Statistik, naik 18,3% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 1,97 juta orang. Hal ini membuat tingkat hunian rata-rata hotel di Pulau Dewata ini berkisar 76%.

Angka itu pula yang dijadikan acuan oleh Senior Vice President Operations and Development  Swiss Belhotel International-Indonesia, Emmanuel Guillard, untuk tingkat hunian properti terbarunya ini. Dijelaskan, pada tahun pertama target tingkat hunian sekitar 60%, dan tahun-tahun selanjutnya bisa mencapai 70-80%. Emmanuel yakin, target tersebut bisa tercapai. Apalagi direncanakan room rate-nya akan dibanderol dengan harga antara 50-100 dollar AS. “Harga ini sangat sesuai dan kompetitif,”  kata Emmanuel.

Rentang tarif sewa kamar ini terbilang cukup besar. Sebab, bila mengacu pada hasil riset Colliers International Indonesia atas pasar hotel di Bali tahun 2008, tarif kamar bintang empat di daerah Nusa Dua, sudah di atas angka 100 dollar AS per malam. Sementara hotel bintang tiga rata-rata memang berkisar 50 dollar AS per malam. Dengan begitu, pangsa pasar yang akan dibidiknya bisa dibilang cukup lebar. 

Pasar turis asing masih bisa diharapkan, terutama yang berasal dari Asia Timur juga Rusia. Sementara tidak demikian dengan turis asal Eropa, apalagi Amerika Serikat. Sebab, menurut pengamat properti Djodi Trisusanto, merekalah yang paling terkena krisis finansial global, sehingga pengeluaran untuk wisata sangat mungkin akan lebih diketatkan. Adapun Asia, walaupun terimbas, namun tidak terlalu parah, sehingga para turisnya akan melakukan pengurangan anggaran dan lebih memilih daerah tujuan yang lebih dekat. Pasar yang juga bisa digarap adalah pasar Timur Tengah, di mana setahun terakhir, jumlah kedatangan turis asal negara-negara petrodollar itu terlihat meningkat. Ditambah, sejak tahun lalu maskapai Qatar Airways telah mebuka jalur penerbangan langsung menuju Bali.

Sebagai tawaran investasi, Swiss Belhotel Segara Resort & Spa harus bersaing dengan condotel lain yang bahkan menawarkan keuntungan lebih. Entah yield dari sewa yang bahkan mencapai 8% per tahun, maupun potential gain akibat kenaikan nilai propertinya. Belum lagi, meski lokasinya berada di daerah wisata kelas atas, namun akomodasi wisata ini tak memiliki pemandangan pantai secara langsung. Padahal hal itulah yang selalu diincar oleh wisatawan. Satu hal yang paling paling mungkin “dijualnya” adalah kedekatan dengan Bali Golf & Country Club yang berada di dalam Kawasan Wisata Nusa Dua, yang hanya berjarak 5 menit.  

M Hardiansyah/Properti Indonesia, March Edition

 

 

Iklan

2 Tanggapan

  1. salam kenal mbak hilda

    saya mau tanya untuk arsitek swiss belhotel kan Dewayanto and associates,,
    boleh saya minta untuk nomer kontek biro arsiteknya
    terimakasih banyak

  2. Hallo,

    5% terhadap apa dan 30% terhadap apa
    Bisakah dapat rincian perhitungannya…

    Salam.
    Yulianto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: