‘Persekutuan’ Dua Raksasa

Satu bulan terakhir ini, publik dikejutkan oleh agresifitas Grup Pakuwon. Perusahaan pengembang yang telah lama malang melintang di sektor properti Nasional selama lebih dari 20 tahun ini menggebrak dengan percepatan pembangunan dua superblok mereka.

Tak main-main, dua megaproyek senilai Rp4,2 triliun itu menempati lokasi strategis di tengah kota sebagai pusat bisnis (Kota Kasablanka) dan pusat permukiman elit (Gandaria City). Aksi percepatan pembangunan keduanya, setelah sempat melambat beberapa bulan , terang saja mencuatkan sejumlah tanya besar. Ada kekuatan apa di balik gencarnya Grup Pakuwon dalam mewujudkan proyek-proyeknya. Sementara pengembang lain yang juga membangun proyek-proyek skala raksasa, pada tahun-tahun sebelumnya lebih agresif, justru terlihat loyo.

Apa strategi yang diterapkan pengembang yang dinahkodai Alexander Tedja itu? Sehingga mereka kini menjadi lebih percaya diri untuk meneruskan komitmennya membangun sesuai jadwal?

Chaiperson Grup Pakuwon, Alexander Tedja mengatakan, untuk membangun sebuah proyek, tak cukup hanya mengandalkan dana dari perbankan atau penjualan. Ia harus dikombinasikan dengan kecukupan modal sendiri. “Seperti di bank, dikenal dengan istilah CAR atau rasio kecukupan modal, di sektor properti pun harus seperti itu. Kami menanggung dua pertiga dana dari seluruh nilai proyek-proyek kami,” papar Tedja.

Penjelasan ini, sedikit banyak memang membuat terag dan mampu meredam isu bahwa bangkitnya Grup Pakuwon adalah karena ‘intervensi’ Grup Berca.

Siapa Grup Berca? Ini merupakan perusahaan besar yang memiliki bisnis diberbagai bidang. Salah satunya adalah pemegang lisensi merek Nike. Perusahaan ini pula yang memiliki saham di Grup Pondok Indah. Lantas apa kaitannya Berca dan Pakuwon?

Perkawinan Irene Tedja dan Prajna Murdaya beberapa waktu lalu dianggap publik sebagai persekutuan dua raksasa. Irene Tedja merupakan anak kedua pasangan Alexander dan Melinda Tedja, sementara Prajna Murdaya adalah anak dari Murdaya Po dan Siti Hartati Murdaya.

Usai mengakuisisi 47,5% saham Metropolitan Kentjana (anak usaha Grup Pondok Indah), Grup Berca tengah menegakkan taji di sektor properti. Tak puas menggenggam aset Pondok Indah Mall 1 dan 2 serta Mal Puri Indah, mereka kini tengah menggodok rencana pembangunan sentra bisnis Pondok Indah dan Puri Indah (baca; AMPI Segera Garap 20 Ha Landbank).

Geliat Grup Berca dan latar belakang relasi sosialnya dengan Grup Pakuwon memang menimbulkan sebuah spekulasi bahwa multikorporat yang pertama ‘membantu’ yang kedua.

Namun, Alexander Tedja berani mengatakan bahwa Grup Pakuwon secara finansial, saat ini memang sangat sehat. Arus kas lancar. “Penjualan pun sangat tinggi. Kota Kasablanka dan Gandaria City membukukan penjualan 65-70% untuk apartemennya. Sementara untuk mallnya sudah tersewa 65%. Uang masuk dari sewa dan penjualan apartemen ini kami gunakan untuk mempercepat konstruksi. Sementara dua pertiga lainnya dari modal sendiri,” jelas Tedja.

Bahkan, ketika ditanyakan, apakah Grup Pakuwon memanfaatkan fasilitas pinjaman atau menggandeng partner strategis dari lembaga keuangan non bank asal Singapura, Tedja dengan tegas membantahnya.

“Kami belum perlu meminjam dana baik dari bank atau lembaga non bank. Karena kami yakin, nilai Rp2,1 triliun untuk masing-masing proyek itu tidak sekaligus langsung digunakan. Kami membangun secara bertahap. Otomatis, uang yang keluar juga melalui tahapan-tahapan tertentu. Dengan kecermatan arus kas inilah kami meneruskan pembangunan Gandaria City dan Kota Kasablanka,” lanjut Tedja.

Iklan

3 Tanggapan

  1. oh kirain raksasanya dari…

    gak taunya… 😉

  2. mam. ni valid y?
    kk kapan mo lanjut ktany ?

  3. grup pakuwon utangnya udah ampir default alias gagal bayar, rating kreditnya udah turun. suplier2 banyak ga dibayar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: