Adhi Realty, Garap Office dan Rusunami

Inilah salah satu perusahaan pengembang yang memiliki jejak rekam cukup baik; PT Adhi Realty. Tujuh properti berbagai jenis telah memenuhi portofolionya. Di antaranya Perumahan Beringin Indah, Semarang, Jawa Tengah, Villa Kedoya, Jakarta, Taman Century 1&2, Graha Kalimas dan Ruko Niaga Kalimas 1&2, semuanya di Bekasi. Namun demikian, kendati sudah ditetapkan sebagai anak usaha dari perusahaan konstruksi milik negara PT Adhi Karya, sejak 2002 lalu, PT Adhi Realty belum menunjukkan kinerja yang cemerlang.

Untuk itulah, pergantian pucuk pimpinan ke pundak Giri Sudaryono, diharapkan dapat mengubah performa PT Adhi Realty menjadi lebih agresif, ekspansif dan dapat meningkatkan kinerja keuangan. “Sebisa mungkin menjadi profit center dari induk perusahaan. Karena, sektor konstruksi saat ini tengah mengalami penurunan,” kata Giri yang menempati posisi puncak, sebagai Direktur Utama, sejak delapan bulan lalu.

Di bawah kendali Giri, PT Adhi Realty tahun ini mencanangkan beberapa rencana strategis guna menyokong terealisasinya 7 proyek baru. Di antaranya memfokuskan diri pada pengembangan properti hi rise yang diproyeksikan dapat mendatangkan keuntungan (turn over) lebih cepat. Namun demikian, mereka tidak mengabaikan pembangunan rumah landed yang selama ini menjadi core business-nya. Kedua, optimalisasi aset dan land bank yang sudah diakuisisi dan dimiliki sejak lama seluas 48,8 Ha di Bekasi dan 22 Ha di Sawangan, Depok. Ketiga, gencar melakukan kolaborasi usaha dengan investor lain ataupun bermitra dengan pemilik lahan (landlord). Terakhir, meningkatkan profesionalitas dan kapabilitas jajaran manajemen dengan mengubah tata kelola, kultur dan paradigma perusahaan menjadi lebih terbuka, modern, efisien, berdaya kompetisi tinggi dan profesional.

Untuk pengembangan hi rise property, PT Adhi Realty telah mengantongi kesepakatan Kerja Sama Usaha (KSU) dengan beberapa mitranya. Proyek Royal Apartment, contohnya. Di sini, mereka berkongsi dengan investor domestik bereputasi cukup baik. Proyek ini berlokasi di kawasan Warung Buncit, Pejaten, Jakarta Selatan. Menempati lahan seluas 7.000 m2, nantinya akan dibangun satu menara apartemen dan satu menara kondotel dengan nilai proyek sekitar Rp350 miliar. Serupa dengan future project mereka yang kedua, di atas area 6.500 m2 di kawasan Duren Tiga (sebelah Hotel Kaisar), Jakarta Selatan. Di sini mereka akan menggarap mixed use project yang merangkum satu menara apartemen, satu menara kondotel dan life style commercial space.

Sementara di Bekasi Timur, mereka juga sukses meyakinkan PT Jamsostek untuk bekerjasama mengembangkan Rusunami KKI dengan jumlah tak kurang dari 1.000 unit. Pembangunan rusunami ini akan mengawali kiprah PT Adhi Realty di sub sektor rumah susun murah. Sebab, rusunami lainnya, dirancang akan dibangun di Sawangan, Depok.

“Pasar rusun sangat potensial. Terutama di daerah-daerah seperti Bekasi dan Depok. Banyak pekerja formal baik di pabrik dan industri maupun kantoran (karyawan) yang membutuhkan rumah murah, terjangkau dan layak huni. Selama ini kan yang ditawarkan melulu rumah dengan harga yang terhitung tinggi. Sementara kemampuan kalangan ini untuk membeli, sangat terbatas. Kami mengakomodasi kebutuhan itu,” ujar Giri.

Tak hanya rusunami, perusahaan yang tahun lalu membukukan perolehan Rp100 miliar ini juga bakal mendirikan commercial office di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan. Lokasi tepatnya berada di seberang gedung Ratu Prabu 2. Mereka percaya diri membangun perkantoran karena sebelumnya telah berpengalaman mengelola Gedung Sarinah di Jakarta Pusat, dan membangun serta mengelola Adhi Graha Building juga di Jakarta Pusat dengan prestasi tingkat okupansi nyaris mencapai 80%. Selain itu, PT Adhi Realty juga bakal membangun town house eksklusif di kawasan Cilandak Tengah, Jakarta Selatan, Graha Kalimas 2 dan Ruko Grand Kalimas di Bekasi Timur. Menyusul Graha Kalimas 1 yang ludes terserap pasar.

Guna merealisasikan semua rencana pengembangan tersebut, PT Adhi Realty telah mengalokasikan sebesar Rp100 miliar sebagai belanja modal untuk tahun ini. Jumlah yang terbilang kecil untuk mendanai seluruh proyek. Namun demikian, mereka menyiasati kekurangan tersebut dengan pinjaman dari bank, kucuran dana dari induk usaha PT Adhi Karya, penjualan serta kerjasama strategis dengan investor dan pemilik lahan.

“Kecuali Graha Kalimas 2 dan Ruko Grand Kalimas, yang lainnya merupakan proyek KSU. Kami menawarkan empat skema KSU kepada para peminat investasi dan pemilik lahan yang ingin bekerjasama,” ungkap Giri. Adapun empat skema yang ditawarkan adalah; bagi hasil di mana baik Adhi Realty ataupun investor menyertakan uang atau pun lahan sebagai modal pembangunan yang hasilnya dibagi secara proporsional, Adhi Realty membangun properti di atas lahan milik landlord dengan pembagian keuntungan dari hasil penjualan yang dikombinasikan dengan pembagian space dari properti yang terbangun, Adhi Realty membeli lahan secara bertahap sesuai dengan nilai jual tahun berjalan, atau kombinasi ketiganya.

Dengan skema yang ditawarkan tersebut, PT Adhi Realty mampu menggaet beberapa investor dan pemilik lahan yang cukup bonafid. Kendati demikian, dalam memutuskan mitra strategis yang diajak kerjasama, mereka tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian. “Kami lebih selektif menerima lamaran atau meminang calon partner strategis. Tidak asal comot, yang penting mempunyai komitmen tinggi dan sama-sama menguntungkan,” urai Giri seraya menambahkan untuk tahun buku 2009, pihaknya menargetkan pendapatan sebesar Rp200 miliar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: