A/L Development Lansir 10 Proyek Tahun Ini

Awalnya, banyak pihak mencibir kiprah A/L Development yang dimotori tiga perempuan cantik nan wangi; Loemongga Haoemasan Nansanggoel Nasution, Aliva Abdullah dan Cindar Marzuki. Pihak yang memandang remeh ini menuding A/L Development hanya sanggup membangun rumah bandar dengan jumlah unit terbatas. Prestasi penjualan yang tercatat sangat fantastik pun, mereka anggap sebagai kebetulan. Kebetulan, karena mereka hanya mengandalkan paras rupawan.

Namun, analisa dangkal itu perlahan mulai sirna. Keseriusan trio yang sudah punya portofolio properti di seantero Jakarta itu, di antaranya di Cipinang, Jakarta Timur dan Bangka, Jakarta Selatan, tak bisa dipandang rendah. Mereka secara sungguh-sungguh telah menyelesaikan pembangunan Avana Tower di Nirvana Boutique Residences, apartemen high rise pertama mereka. Dus, saat ini tengah menggenjot pembangunan Senopati Suites (apartemen kedua) yang sudah masuk tahap basement.

Tak berhenti sampai di situ, menurut Loemongga yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur A/L Development,pihaknya kini tengah menggarap tak kurang dari 10 proyek anyar di berbagai kota di seluruh Indonesia.

Kesepuluh proyek tersebut adalah, Menteng 36, Jakarta, yang merupakan perumahan eksklusif sebanyak 20 unit. Rentang harga yang ditawarkan mulai dari Rp3,2 miliar-7,6 miliar. Perumahan yang berlokasi di Jl Mangunsarkoro, ini sudah memasuki tahap ground breaking.

Selanjutnya, Biu-biu Kamala dan Labuan Said. Keduanya di Bali. Nama pertama sengaja dibangun terbatas, hanya 10 unit. “Itu merupakan private villas,” ujar Mongga, sapaan akrab Loemongga.  Labuan Said akan dikembangkan pada Desember 2009.

Sementara proyek keempat menempati area seluas 20 Ha di Kawasan Bandung Utara (KBU), Bandung. Meski berada di KBU, Mongga menjamin, pihaknya mengakomodasi nilai-nilai konservasi kawasan. “Kami mengadopsi desain dan arsitektur green yang mengindahkan keseimbangan ekosistem, dan ekologi kawasan,” imbuhnya.

Berturut-turut kemudian adalah Belva Residences (12 unit) di Bangka, Jakarta Selatan yang dipasarkan seharga Rp2,5 miliar-3 miliar. Amaya Residences di Jatipadang, Jakarta Selatan sebanyak 19 unit.

Dua Residences di Kemang Barat, Jakarta Selatan (14 unit),Tiga Residences (12 unit) di Duren Tiga, Jakarta Selatan, serta exclusive townhouse di Cilandak dan Kemang yang belum diberi nama.

Menarik, mencermati elan pengembang satu ini. Mereka membidik ceruk pasar nieche, segmented, dan tidak terpengaruh gejolak nilai tukar atau krisis keuangan. Terbukti, dua proyek yang tengah dikebutnya saat ini, Senopati Suites dan Tower kedua Nirvana Boutique Residences telah mendapat konfirmasi 30% pembeli.

“Kami sengaja bermain di market yang terbatas. Meski banyak pemain, namun, pasok baru untuk kelas ini sangat sedikit,” ujar Mongga.

Kompetitor mereka adalah pengembang-pengembang besar dengan dukungan likuiditas tak terbatas. Akan tetapi, berbeda dengan mereka yang cenderung menunggu momen tepat untuk membangun (ditandai dengan wait and see attitude yang mereka perlihatkan saat ini), A/L Development justru memandang setiap hari dalam satu tahun harus dianggap sebagai momentum terbaik.

Jadilah, mereka berani melansir 10 proyek baru. Beberapa di antaranya sudah dipesan oleh repeatdan loyal buyer yang mafhum standar mutu produk yang mereka tawarkan.

Dus, perlakuan mereka terhadap pasar, bukan sekadar hubungan transaksi jual beli antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu. Pendekatan personal yang menekankan pada layanan paripurna sangat menonjol. Ketiga perempuan cantik ini rela turun melakukan pendekatan kepada calon pembeli, menerangkan know how produk. “Memberikan konsultasi sekaligus advis yang terbaik untuk konsumen. Kami akan mengarahkan mereka untuk membeli produk sesuai dengan kebutuhan. Asal tahu saja, produk kami ini dirancang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar yang kami incar. Kami ini para istri, jadi tahu apartemen atau rumah seperti apa yang diinginkan sebuah keluarga mapan, misalnya,” urai Cindar.

Guna mendanai seluruh proyeknya ini, A/L Development telah mempersiapkan dana sekitar Rp1,5 triliun. “Itu di luar tanah. Karena kami telah mengakuisisi lahan-lahan itu jauh sebelum konsep pengembangan diciptakan. Namun, ada juga sebagian lagi yang merupakan kerjasama dengan land owner,” jelas Mongga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: