Say No To PS; Narsisme Seorang Balon Menpera

Langit Kuningan yang membiru cerah dan cemerlang satu jam sebelum perhelatan “Property Investment in 2009” pada 15 April 2008 lalu, mendadak pecah, gebyah, dan muram tatkala Panangian Simanungkalit (saya singkat PS) yang pakar properti itu berbicara lebih kurang 30 menit sebagai keynote speaker.

Apa korelasi transformasi alam yang serba dadakan itu dengan ‘pidato’nya PS? Secara ilmiah, mungkin tidak ada. Apalagi saya tidak sedang berminat untuk menganalisa dengan pisau bedah bernama metodologi komunikasi dan sains. Namun, secara klenik, mencuat aroma penolakan alam terhadap gejala narsistic seorang PS.

Bukan sekali ini saja, PS ‘mengubah’ keharmonisan alam, dalam setiap kesempatan ia didapuk sebagai keynote speaker, selalu terjadi. Di Kuningan ini, PS dengan gaya (maunya disebut) parlente, berusaha meyakinkan audiens, bahwa bisnis properti di Indonesia tak terpengaruh krisis sama sekali. Ia bicara dengan data-data dan fakta lewat medium digital bernama infocus (bener gak nih istilahnya?). Dan ia mengajak investor dan calon konsumen untuk cepat-cepat membeli properti. Terutama di kawasan Kuningan ini, dan dengan telak ia menyebut Kuningan City (kebetulan perhelatan di lakukan di marketing gallery proyek milik Agung Podomoro Group itu), sebagai the heart of Golden Triangle area in Jakarta. “Kuningan City adalah jantung investasi yang prospeknya paling cerah. Kalau Anda melewatkannya saat ini, Anda akan merugi,” demikian PS berapi-api.

Ah…. saya serasa de ja vu. Saya menemukan kembali memori beberapa minggu sebelumnya di bulan Pebruari. Ketika PS berbicara di tengah khalayak terbatas di Rasuna Epicentrum. Kalimat yang diucapkan sama persis. Bahwa bla…bla…bla… hanya ladang investasi saja yang diganti menjadi Rasuna Epicentrum….

Pidato PS, selalu diakhiri dengan, “Analisa saya terpercaya. Sudah lebih dari 26 tahun saya menggeluti bidang ini. Saya paham dan tahu betul seluk-beluk sektor properti. kapan masa-masa booming, kapan saat take off atau hancur sama sekali. Prediksi-prediksi saya selalu menjadi kenyataan. Saya tidak akan diangkat sebagai staf khusus Menpera, kalau analisa dan prediksi saya meleset,” katanya.

“Untuk itu,” lanjut PS dengan optimisme meledak-ledak, “Sayalah orang yang paling tepat menjadi calon menteri…. Menpera. Karena track record saya, tentu saja….”, tiba-tiba, “DHUARRRRRR”, pidato PS ditingkahi suara petir menggelegar…..,”Jadi, bapak-bapak, ibu-ibu, dan rekan-rekan wartawan semuanya yang hadir di sini…. jadi saksi saya, bahwa ke depan properti Indonesia akan menjadi kekuatan terbesar di Asia, mengalahkan Jepang, Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan India. yaaa 1 atau 2 tahun lagi, kita akan terbang tinggi…., “Kalau saya diangkat jadi Menpera…. prestasi booming time property akan dipertahankan backlog rumah akan diperkecil….,” tiba-tiba, “DHUAAAAAARRRRRRR”,….. PS berhenti. kemudian melanjutkan, “Nah, ya…. percayalah pada saya… saya ahlinya…26 tahun lho menggeluti dan menganalisa properti…kalo gak diangkat jadi menteri, ya kebangetan…..hahahahaha,” PS mengakhiri pidato sebelum sesi tanya jawab dengan audiens.

Pembaca, saya tampilkan quote PS di atas sesuai dengan transkrip dari digital recorder yang sengaja saya pasang sambil ber-sms ria dengan teman.

Demikianlah seorang PS, dengan reputasinya sebagai pengamat properti  dalam rentang waktu sekian tahun bahkan dua dekade (akunya). Time changes everything, termasuk mengubah PS. Sorry to say, kalo saya katakan PS telah melacurkan diri dengan berbicara seperti itu. Tak segan ia mengagung-agungkan pengembang dan proyeknya ketika ia didaulat sebagai pembicara. Ia tak mampu menjawab ketika saya tanya, siapa yang akan unggul di antara Kuningan City, Ciputra World Jakarta, dan Rasuna Epicentrum. Ia juga bungkam ketika saya tanya, apa dampaknya bagi pasar jika dengan provokasi PS sekarang mereka tertarik membeli namun pada suatu ketika nanti, provokasi PS justru jadi bumerang? Kuncy, RE, atau bahkan CWJ nanti tak mampu memberikan gain dan yield yang diharapkan? Apa implikasinya jika wait and see attitude masih terus berlangsung dalam 6 bulan atau satu tahun ke depan? Dan celakanya perbankan masih emoh merespon BI Rate yang sudah menyentuh level 7,5%? Asal tahu saja, proyek-proyek yang disebutkan tadi, menyasar pasar kelas menengah ke atas yang faktanya, notabene masih hirau terhadap suku bunga KPA.

CWJ telah mengakui, telah terjadi kevakuman penjualan selama 3-4 bulan pasca krisis Oktober 2008 lalu. beberapa proyek lainnya pun mengalami hal yang serupa. 2011 waktu yang pendek. Sependek itukah kala yang dibutuhkan industri properti Indonesia untuk bangkit kembali?

Posisinya sebagai key note speaker yang diundang pengembang, tentu saja menimbulkan dilema tersendiri. Ia memang harus berbaik-baik sangka dengan pengembang yang proyeknya tengah ia ulas atau bicarakan. Tapi, Bung, jangan lupa. Anda adalah seorang pengamat yang memiliki tanggung jawab moral untuk mengungkapkan hasil analisa berbasis data dan riset faktual. Jika Anda seperti ini terus, mengagung-agungkan proyek milik pengembang yang kebetulan mengundang Anda bicara, tunggulah reputasi yang telah Anda bangun selama 26 tahun, akan tergerus sia-sia. Dan kursi menteri yang telah berada di depan mata (konon ia telah merapat ke Pendapa Cikeas sana, dan posisinya saat ini yang dianggapnya sangat strategis mempengaruhi kebijakan publik kementerian), akan melayang…..

satu lagi, jika memang Anda adalah orang yang patut dipercaya dan diyakini dengan pengalaman lebih dari 26 tahun dan posisi aktual saat ini sebagai staf khusus Menpera, lantas kenapa masih terjadi back log rumah 8 juta unit dan pembangunan rusunami masih terbengkalai???

Satu terakhir, sejatinya saya malas menulis lebih panjang. Tapi, jarang-jarang saya menulis isi hati dan kepala dengan keterlibatan emosional di dalamnya!!!

Iklan

10 Tanggapan

  1. I can see why…..

  2. Hi Mbak Hilda,

    Apakabar nih? semoga masih inget sama saya ya.

    I was there and felt exactly the same with you too.

    Saya kira semua wartawan yang ada di sana tiba-tiba tumpul intuisinya untuk melihat nuansa hipokrisi dan narsisme murahan yang terang-terangan dibangun oleh si “ahli properti berpengalaman” selama acara:D

    Senang sekali masih ada yang melihat semua kepentingan disana secara objektif seperti Anda.

    Anyway, salut&sukses buat Mbak Hilda:)

  3. @Andrew…. yes we can see…

    @mas Sacha… ah, saya sangat menghormati Anda. Karena itu, saya akan selalu mengingat Anda. Semoga obyektifitas mengalahkan segala kepentingan dan narsisme murahan (meminjam istilah Mas Sacha)…. Terima kasih telah berkunjung

  4. everybody has their own concern and interest. look at your blog! ain’t you have it?

    while the line between personal and public (or others) benefit is unclear and would depend on the person itself, can you guarantee yours would not interfere with others?

    so, why bother?

  5. typical KFF narcism ….
    (KeFeFet !!)

  6. punya pengalaman buruk dengan ps ya… hahahahaha

  7. punya pengalaman buruk dengan ps ya?
    hahahaha

  8. Wah, … Anda keliatannya kurang paham seninya, …
    Saya tidak kenal PS personally, but I know, he’s the one, the best in his filed.

  9. saya mendapat info penting dr sumber yg sgt layak dipercaya..sebetulnya PS menjadi salah satu unggulan yg berhasil masuk atas usul Boediono dan menjadi perhatian SBY..Kebetulan PS juga adalah wakil ketua dewan pakar Demokrat..Tetapi seorang staf yg ditugaskan mengumpulkan informasi profil SBY memberikan artikel anda ini dan itu menarik perhatian SBY……karena itulah akhirnya pilihan SBY berubah..disaat itu Dhuauar…mimpi PS menjadi menpera akhirnya lenyap..sama dengan kejadian 5 tahun lalu..Luar biasa artikel anda ini..Saluuut..

    • Mas/mbak Fefe… saya tidak bermaksud mengganjal mimpi PS…saya mencoba untuk mengekspresikan perasaan saya pada saat yang sama usai PS berpidato…rasanya tidak mungkin hanya karena artikel saya ini, lantas pak SBY menafikan PS…

      anyway, thanx sudah berkunjung ke blog saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: