Lima Dari Gapura Prima

Fatsun properti yang terbatas pada lokasi, lokasi dan lokasi, di mata Grup Gapura Prima tampaknya mengalami tafsir ulang. Kelompok usaha yang dikomandoi Rudy Margono ini mulai memanfaatkan momentum krisis sebagai waktu yang tepat untuk melansir sejumlah proyek baru. Tak tanggung-tanggung, mereka bakal menggarap lima mixed use development di beberapa lokasi di Jakarta.

Tak pelak, strategi bisnis mereka kali ini menjungkirbalikkan analisa pengamat bahwa kelompok pengembang ini sudah habis. Setelah setahun lalu hanya bisa berkonsolidasi. “Kami tidak puas hanya melakukan konsolidasi. Harus menciptakan proyek dan market baru. Pasar saat ini butuh proyek-proyek yang kreatif dan inovatif. Kami percaya diri melempar lima proyek ke pasar. Karena, akhir 2008 hingga awal tahun ini, kami telah melakukan tes pasar yang hasilnya sangat menggembirakan,” buka Rudy.

Tes pasar atas lima proyek barunya ini menyangkut preferensi, lokasi, harga, konsep dan jenis properti. Menariknya, variabel lokasi tidak lagi menempati urutan pertama yang menjadi bahan pertimbangan pasar. “Mereka justru menyambut positif produk kami karena pertimbangan preferensi, konsep dan harga. Berpegang pada hasil ini, kami lantas melahirkan lima proyek multiguna. Meskipun kondisi tengah krisis, tapi kami percaya, pasar tetap ada,” imbuh Rudy.

Motivasi Grup Gapura Prima tak lepas dari aktualitas yang mengondisikan calon pembeli justru yang mengendalikan pasar (buyer’s market) saat ini. Pasok berlebih, permintaan terbatas. Di satu sisi, situasi ini memang menguntungkan pembeli, karena mereka memiliki banyak alternatif pilihan, dengan harga kompetitif. Dan jika eksekusi transaksi beli dilakukan saat ini, mereka dapat berharap keuntungan yang lebih besar dan cepat di masa yang akan datang. Katakanlah pada saat seller’s market. Siklus buyer’s market lantas dijadikan Grup Gapura Prima sebagai upaya untuk meraup dan melakukan penetrasi pasar baru dengan merilis lima proyek yang diklaim Rudy sebagai extraordinary project, karena berbeda dari yang ada.

Kelimanya adalah Belmont Residences, Kebayoran Residences, City Plaza, Gapura Prima (GP) Plaza, dan De Eastern. Semuanya merupakan pengembangan yang mengintegrasikan fungsi hunian, komersial, perkantoran dan fasilitas pendukung. Belmont Residences contohnya. Lokasinya yang berada di pusat keramaian kawasan Kebon Jeruk dipandang Rudy akan lebih bernilai jika dikembangkan dengan konsep mixed use development. Begitu pula dengan GP Plaza yang tepat berhadapan dengan Gedung Jakarta Design Center (JDC) yang juga dilintasi oleh kendaraan dengan volume sangat padat.

Sementara Kebayoran Residences, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,  lebih sebagai town house eksklusif yang sifat pengembangannya dikombinasikan dengan fasilitas berbau gaya hidup seperti open lifestyle mall dan boutique office. Dan De Eastern justru melengkapi kehadiran Bekasi Trade Center di Bekasi Timur, Jawa Barat. Proyek ini merupakan apartemen murah yang disiapkan untuk mengakomodasi celah pasar pekerja sektor non formal, dan juga masyarakat sasaran subsidi pemerintah.

Yang menarik dari srategi bisnis kelompok pengembang ini, menghadirkan mixed use project yang memungkinkan diterapkannya subsidi silang juga perkuatan konstruksi finansialnya. Belmont Residences tidak hanya menyasar segmen menengah-bawah, juga menengah atas. Karenanya harga perdana yang ditawarkan pun bervariasi sesuai ukuran unit. Mulai dari Rp99 juta untuk tipe studio hingga Rp350 juta untuk unit dua kamar. “Subsidi ini bisa menggerakkan realisasi pembangunan proyek lebih cepat. Pasar untuk unit seharga Rp99 juta sangat besar. Kami yakin bakal laku keras dengan cepat. Berkaca pada kesuksesan Kebagusan City yang habis terjual hanya dalam waktu enam bulan,” ujar Rudy.

Sementara perkuatan konstruksi finansial yang dimaksud tentu saja menggandeng investor individu yang memiliki dana likuid berlebih. Grup Gapura Prima menangkap fenomena investor seperti ini dengan menawarkan proposal proyek yang tentu saja potensial mendatangkan keuntungan (turn over) dengan cepat dan bisa bersaing dengan instrumen investasi lainnya seperti reksadana atau deposito.

Yakin dengan kekokohan finansialnya, Grup Gapura Prima lantas menyediakan dana Rp500 miliar sebagai belanja modal tahun ini. Termasuk mendanai kelima proyek tersebut. “Itu di luar tanah. Karena kami sudah memiliki lahan-lahan di lokasi kelima proyek tadi sejak lama (land bank). Jadi, dana itu untuk konstruksi dan juga kampanye iklan dan promosi,” buka Rudy.

Rudy juga optimis, dapat mengeruk keuntungan positif dari perolehan penjualan tahun ini. Indikasinya, baik Belmont Residences, De Eastern, GP Plaza, maupun Kebayoran Residences, sudah mendapat konfirmasi 20-30% pembeli. Jika tahun lalu jumlah revenue mencapai Rp600 miliar hanya dari residensial landed (Bukit Cimanggu Villa) dan Kebagusan City sebagai kontributor terbesar, maka target Rp800 miliar tahun ini bukan hal yang mustahil.

GP Plaza

Harapan Grup Gapura Prima menegakkan kembali supremasinya, mungkin dapat terwakili oleh terwujudnya GP Plaza kelak. Pasca beroperasinya Bellagio Residences dan Mansion serta The Bellezza, setahun terakhir ini, memang seakan tenggelam oleh kiprah pengembang lain. Nah, GP Plaza yang merangkum 400 unit apartemen dalam 11 lantai (berada di lantai 17-28), perkantoran strata title (5-16) dan 2 lantai shopping arcade itu dirancang akan menjadi headquarter Grup Gapura Prima.

Saat ini, progres aktual di lapangan, telah dilakukan pembersihan lahan. Lokasinya di Jl Gatot Subroto, Jakarta Barat, memang terbilang strategis. Dengan harga penawaran perdana unit apartemen tipe studio (27,8 m2) Rp 425 juta dan 55,6 m2 Rp850 juta serta  perkantoran dengan rentang harga Rp1,3 miliar-2,3 miliar, cukup pantas bersaing dengan produk sejenis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: