Mega Kuningan Land Dibatalkan

Ketidakpastian kondisi ekonomi dan keengganan perbankan merespon stimulus BI yang sudah menurunkan suku bunganya menjadi 7% dijadikan motivasi kuat buat PT Jakarta Setiabudi International, Tbk., (JSI), untuk membatalkan proyek Mega Kuningan Land, di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Vice President Director PT JSI, Hari Purwo Prawiro memberikan konfirmasi itu, Kamis (4/6) di Menara Cakrawala, Jakarta Pusat. Dalam konferensi pers usai perhelatan Rapat Umum Pemegang Saham, Hari mengungkapkan bahwa Mega Kuningan Land merupakan temporary project yang sangat tidak fisibel jika direalisasikan dalam 1 atau dua tahun ini.

“Positif dibatalkan, kecuali ada perubahan radikal. Kami menunggu timing yang tepat setelah dua tahun ke depan. Yang pasti, untuk saat ini, Mega Kuningan Land dibatalkan,” tegasnya.

Mega Kuningan Land merupakan mixed use development di atas lahan seluas 3,3 Ha, yang sedianya akan merangkum lifestyle mall dengan konsep terbuka, offices, pusat hiburan dan juga outdoor activity.

Tidak hanya Mega Kuningan Land, rencana pembangunan hotel jaringan Formule 1 di Jakarta dan beberapa lokasi di Jawa Tengah juga ditangguhkan.

“Kami memutuskan untuk put them on hold. Sampai krisis berakhir,” imbuh Hari seraya menambahkan bahwa untuk membangun satu kamar diperlukan dana sekitar 25.000 USD, jika satu hotel terdiri atas 100-120 kamar maka duit yang harus disiapkan oleh JSI bisa sebesar 3 juta USD.

Dengan kondisi pasar sektor perhotelan saat ini yang mengalami penurunan, khususnya untuk MICE business, sangat tidak realistis memaksakan pembangunan. “Permintaan MICE business sedang anjlok. Sebaliknya untuk individual traveler yang masih kuat demand-nya. Terlihat dari kinerja hotel eksisting kami masih cukup bagus karena individual traveler. Sementara Formule 1 dirancang sebagai MICE acomodation,” ujar Direktur JSI, Lie Erfurt Chandra.

Oleh karena itu, untuk tahun 2009 ini,  JSI lebih memilih opsi  memperkuat neraca keuangan sebagai rencana strategisnya. Perkuatan rencana keuangan ditekankan pada penurunan utang dan peningkatan aset perusahaan dengan jalan menggenjot penjualan, melakukan efisiensi semaksimal mungkin.

Opsi menurunkan utang termasuk prepayment loan yang telah dilakukan pada 2008 lalu sebesar 12 juta USD, tampaknya bakal menjadi prioritas utama daripada berinvestasi dengan membangun properti baru. Saat ini, menurut President Director JSI Jefri Darmadi, suku bunga deposito sudah mulau landai, sementara di satu sisi suku bunga kredit/pinjaman masih belum ramah pasar. “Dengan yield yang tidak sebesar deposito, maka opsi berinvestasi untuk saat ini bukan pilihan bijak. Akan tetapi, kami masih menunggu situasi normal kembali seperti sebelum krisis global. Jika situasi pulih, dan perbankan melonggarkan kebijakan pengetatan likuiditasnya, kami akan  berupaya mewujudkan rencana-rencana yang sudah dicanangkan pada 2008 lalu”, urai Jefri.

JSI sendiri mencatat pendapatan tahun buku 2008 sebesar Rp258 miliar dan laba bersih Rp10 miliar. Posisi utang per akhir April 2009 sebesar 82 juta USD. Di antaranya kepada OCBC NISP dan CIMB Niaga. Sedangkan rugi bersih sebesar Rp55,3 miliar akibat kerugian kurs sebesar Rp87 miliar. Rugi kurs ini disebabkan depresiasi rupiah dari Rp0,149 per 1 USD pada akhir tahun 2007 menjadi Rp10.950 per 1 USD pada akhir 2008.

Iklan

4 Tanggapan

  1. Hi Hilda,

    Bagaimana tanggapan anada mengenai Apartment MT Haryono Residence ??

    Saya calon penghuni Lantai 3, 2br, luas 30 m2, view menghadap Jl Otista (MT Haryono Square), lokasi sangat strategis, dekat pintu Tol dan Unit yang saya ambil ini non-subsidi.

    Terkait dengan pemberitaan negatif di internet mengenai Apartment bersubsidi bermasalah, Dua minggu lalu saya terkejut sekaligus waswas dengan diturunkannya spanduk di depan kantor pemasaran : Jl Otista No 60, dan segera Saya menghubungi dan meminta konfirmasi dari developer PT Bersaudara Kagum Sejahtera dan mendapat response bahwa Spanduk Baliho di kantor pemasaran tersebut dicopot karena akan diganti gambar yang baru dan direncanakan pembangunan akan dimulai pertengahan tahun 2009, sekitar bulan Juli – Agustus (Saya berpikir positive bahwa mereka masih mem proses IMB nya karena papan Izin IMB proyek ini juga belum terpampang di depan lahan lokasinya sehingga mereka belum bisa memulai pembangunan.)

    Bagaimana Komentar dan tanggapan anda ?

    Terimakasih dan Salam,
    Harmuk

    • lepas dari aspek legal yang belum kelar, apartemen ini pantas dilirik. namun begitu, sebaiknya Anda lebih kritis sebelum memutuskan membeli.

  2. mam sorry agak oot.
    buddha tzu tzi mau bangun rumah susun ya mam di PIK?
    katanya pembangunannya diserahkan ke ASG/APG

    AAG dikasih tahu tadi sama pak H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: