GP Plaza, Perjudian Gapura Prima

Kondisi krisis yang mengharuskan efisiensi di segala hal, menjadi motivator kuat yang mendorong Grup Gapura Prima, melansir Gapura Prima Plaza (GP Plaza). Revisi biaya sewa ruang, salah satunya, merupakan aksi efisiensi yang dilakukan beberapa perusahaan, baik domestik maupun multinasional. Mereka mulai mempertimbangkan opsi untuk relokasi ke ruang perkantoran yang ukurannya lebih kecil di tempat yang sama atau lokasi lainnya di luar kawasan bisnis utama (CBD), dengan harga sewa jauh lebih miring.

Tren relokasi ini kian menguat, seiring masih belum pulihnya kondisi makro ekonomi. Lokasi-lokasi perkantoran yang diincar, selain di kawasan TB Simatupang yang memang telah menjelma sebagai kawasan perkantoran sekunder setelah CBD Sudirman dan Thamrin, juga koridor MT Haryono dan S Parman.

Grup Gapura Prima membaca konstelasi ini sebagai isyarat besarnya ceruk pasar perkantoran.  Dengan GP Plaza, mereka menggarap pasar yang jumlahnya, menurut riset Procon Indah semakin meningkat. Kendati belum sampai pada tahap transaksi, perusahaan-perusahaan yang tengah dalam proses ‘mencari’ saat ini, jauh lebih banyak dibanding tahun lalu.

“Penyewa yang berminat relokasi menjadi permintaan utama bagi pasar perkantoran dalam dua tahun mendatang,” ungkap Associate Director Procon Indah, Utami Prastiana. Tarif sewa perkantoran di CBD, tetap bergeming. Bahkan, ada perkantoran yang melakukan penyesuaian sewa dengan kenaikan di bawah 10 persen. Perubahan sewa paling banyak terjadi karena depresiasi rupiah terhadap dolar AS. Rata-rata harga sewa di CBD mencapai Rp 177.000/m2 per bulan atau setara 15,36 dolar AS/m2/bulan.

Padahal di sisi lain, pemasukan perusahaan justru cenderung menurun seiring anjloknya permintaan terhadap produk jasa dan barang yang mereka produksi. Realistis jika mereka kemudian memangkas operational cost-nya. Tren relokasi ini, mengakibatkan tingkat okupansi perkantoran CBD turun 1 % menjadi 86,6% dari sebelumnya 87,7%.

GP Plaza berupaya untuk menangkap peluang 1% itu. “Kami menyediakan ruang kantor yang belum terpenuhi oleh perkantoran-perkantoran yang ada di CBD. Murah, kualitas memadai, fasilitas lengkap dan representatif,” ujar Chief Operating Officer Grup Gapura Prima, Rudy Margono.

GP Plaza dirancang sebagai mixed use development dengan konten utama ruang perkantoran sebagai identitas proyek. Kawasan Slipi, Jakarta Barat, lokasi proyek ini berada, memang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Terdapat sejumlah gedung baru baik pengembangan baru maupun gedung yang mengalami refurbishment. Sebut saja Aston SOHO Slipi yang tengah dalam tahap penyelesaian akhir. Aston SOHO ini menyatukan dua fungsi berbeda kantor dan tempat tinggal dalam satu unit desain.

“Untuk kawasan Slipi, properti jenis ini memang paling sesuai. Karena itu, GP Plaza tak hanya menawarkan ruang kantor, juga apartemen dan pusat belanja dalam satu gedung. Agar aktifitas penghuni terpusat dalam satu sirkulasi kawasan,” urai Rudy.

Melalui anak usaha PT Kharisma Andalas Putra, Grup Gapura Prima membenamkan investasi senilai Rp750 miliar. Tiga puluh persen di antaranya berasal dari kocek perusahaan, sisanya dari pre komitmen konsumen. Sedangkan pinjaman perbankan baru akan digunakan jika kedua sumber dana di atas tidak mencukupi.

Pembangunan GP Plaza setinggi 31 lantai ini direncanakan selesai pada pertengahan 2011 nanti. Di dalamnya  terdapat apartemen (GP Residences), ruang kantor (GP Office) dan pusat belanja (GP Shopping arcade). GP Residences ditawarkan sejumlah 312 unit  yang berada di lantai 17-28, GP Plaza Office berstatus strata title yang menempati dua bagian; lantai 5-11 dan 12-19 serta 2 lantai GP shopping arcade (lantai dasar dan mezzanine)

Dengan harga penawaran perdana unit apartemen tipe studio (27,8 m2) Rp 425 juta dan 55,6 m2 Rp850 juta serta perkantoran dengan rentang harga Rp1,3 miliar-2,3 miliar, cukup pantas bersaing dengan produk sejenis. Sesuai dengan kemampuan finansial segmen pasar yang dibidik, yakni perusahaan lokal yang berminat relokasi dan juga pasangan muda.

GP Plaza berpeluang meraup simpati pasar. Sebab, hingga saat ini, dia merupakan pemain tunggal di kawasan Slipi. Bahkan dalam radius 5 km setelahnya, seperti  kawasan  Simprug  dan Senayan. Aston SOHO, tetangga terdekatnya, sudah lebih dulu eksis, dan terserap pasar dengan baik. Dus, lokasinya terbilang strategis dan bebas aturan 3 in 1, menjadi nilai tambah bagi pasar yang menginginkan gaya hidup serba praktis. Dekat dengan tempat kerja, dan tempat aktifitas lainnya seperti hiburan, olahraga, dan sosial.

K-Link Tower

Selain GP Plaza, properti hibrid yang meramaikan pasar tahun ini adalah K-Link Tower. Berbeda dengan nama pertama, yang terakhir ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan multi level marketing (MLM) PT K-Link Indonesia.

K-Link Tower didesain setinggi 26 lantai. Selain untuk mengakomodasi kegiatan internal mereka yang membutuhkan ruang lebih representatif, juga terbuka bagi penyewa umum. K-Link Tower yang menempati lahan di Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, kavling 59 A, atau tepat di samping RS Medistra, telah memulai pembangunan dan akan rampung pada akhir 2010. Menurut Senior Marketing Manager PT K-Link Indonesia, Djoko Komara, meski belum terbangun, peminatnya banyak.

Pernyataan Djoko ini mengamini tren yang berkembang sekarang, yakni kebutuhan ruang kantor yang simpel, fasilitas memadai, dan tentu saja cukup representatif karena berada di pusat kota. “Pasar saat ini tidak membutuhkan ruang yang besar, fasilitas wah, atau tampilang fisik kantor yang megah. Asal memenuhi standar perkantoran dan mendukung efisiensi, pasti diminati,” ujar Utami Prastiana.

Peluang K-Link Tower untuk menyerap pasar, tampaknya sangat besar. Mengingat jumlah ruang yang disewa sangat terbatas dan juga ada nama-nama besar tenan yang sudah memberikan konfirmasi sebagai daya tarik. Antara lain Starbucks.

Keberadaan K-Link Tower dan GP Plaza ini menambah pasok ruang kantor di Jakarta yang secara kumulatif mencapai 3,87 juta m2.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: