Summarecon Bekasi Dilanjutkan

Mempertimbangkan kinerja perseroan yang tidak terlalu terdampak krisis dan antusiasme pasar yang begitu kuat terhadap produk-produk PT Summarecon Agung Tbk., mereka berencana melanjutkan kembali proyek perumahan skala kota Summarecon Bekasi. Sebagaimana kita ketahui, proyek seluas 250 Ha tersebut sempat ditunda lebih kurang satu tahun.

Pendapatan perseroan tahun buku 2008 tercatat mengalami kenaikan 23,3% menjadi Rp1,3 triliun dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp1,02 triliun. Dari total pendapatan tersebut, kontribusi terbesar berasal dari properti di Summarecon Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Summarecon Serpong, Tangerang dengan nilai Rp845 miliar atau 67%. Kontribusi properti di dua tempat ini meningkat Rp165 miliar dari 2007 yang sebesar Rp675,4 miliar.

Selain performa keuangan yang memberikan sinyal positif untuk terus tumbuh, Summarecon Agung juga tak henti mencetak prestasi. Per Juni 2009 ini, mereka mampu meraup penjualan perdana (pre commitment) sejumlah Rp400 miliar yang berasal dari Summarecon Serpong dan Summarecon Kelapa Gading. Rp240 miliar di antaranya disumbang dari penjualan ruko Rubby Residences dan rumah di Summarecon Serpong, sisanya dari unit-unit rumah Ebony Residences dan Grand Ochard di Summarecon Kelapa Gading.

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk., Johannes Mardjuki mengatakan berpijak pada catatan tersebut, mereka optimis melanjutkan kembali proyek Summarecon Bekasi yang pembangunannya akan dimulai pada Juli 2010 dengan nilai investasi tahap I sebesar Rp250 miliar. Saat ini yang sudah dilakukan adalah pembebasan lahan seluas 180 Ha. “Proses pengurusan legalitas, perijinan dan kelengkapan administrasi land bank telah masuk dalam tahap finalisasi. Adapun pendanaannya kami tempuh cara-cara konservatif yakni kas internal dan penjualan pra komitmen. Prinsipnya semua beres, tidak ada masalah,” papar Johannes.

Keseriusan Summarecon Agung menggarap pasar Bekasi yang berceruk luas itu dibuktikan dengan persiapan mereka menciptakan akses langsung dari Tol Dalam Kota Jakarta, menuju Bekasi Utara, lokasi Summarecon Bekasi berada. Mereka telah mengalokasikan dana sebesar Rp110 miliar untuk akses langsung berupa jalan layang yang bermuara di Jl Ahmad Yani.

Pembangunan jalan layang ini merupakan langkah strategis mengingat Summarecon Agung sangat berkepentingan untuk menciptakan Summarecon Bekasi menjadi kawasan yang terbuka, strategis dan aksesibel. Jalan layang dirancang melintasi Stasiun KA Bekasi dan diharapkan dapat mengurai kemacetan di sekitar Jl Ahmad Yani- Stasiun KA-Jl Perjuangan. Apalagi jika proyek dua rel kereta ganda (double double track/DDT) segera direalisasikan. “Summarecon Bekasi berpotensi menjadi duplikasi Summarecon Serpong yang kini mengalami perkembangan yang pesat,” tandas Johannes.

Selain merancang kota mandiri yang akan menghimpun 250.000 unit rumah, pusat belanja, fasilitas komersial, hotel dan hiburan tersebut, tahun ini mereka menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sejumlah Rp80 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk keperluan pembebasan lahan di wilayah Serpong, dan penyelesaian tahap akhir hotel di Summarecon Kelapa Gading. Hotel yang berisi 300 kamar dan  berkelas bintang tiga ini nantinya dikelola oleh Harris. “Juni 2010 diharapkan sudah dapat beroperasi,” imbuh Johannes.

Diungkapkan Johanes, sekitar 40 persen dari belanja modal berasal dari kas internal perusahaan, dan sisanya pinjaman perbankan. “Kami masih memiliki fasilitas pinjaman dari salah satu bank swasta nasional. Dan itu belum kami gunakan, masih utuh dan disimpan sebagai dana cadangan,” imbuhnya.

Saat ini, Summarecon Agung tengah berkonsentrasi menggeber pembangunan klaster Ebony Residence dan Grand Orchard di Summarecon Kelapa Gading yang masing-masing terdiri atas 100 dan 150 unit. Begitupula dengan pembangunan ruko Rubby Residences sebanyak 195 unit. “Ini kami lakukan untuk mengejar tenggat agar tepat waktu dapat diserahterimakan kepada konsumen,” tandas Johannes.

Perkantran Ditunda

Sementara rencana membangun perkantoran (mixed office) di Boulevard Kelapa Gading (persis di depan La Piazza), ditunda. Perkantoran ini sedianya bertajuk Menara Satu. Terdiri atas tiga menara low rise yang memiliki ketinggian 11 lantai untuk dua tower pertama dan 10 lantai untuk tower ketiga. Dari lokasi perkantoran ini akan  dibangun juga commercial bridge yang akan menghubungkan Menara Satu dan La Piazza.

“Meski sudah ada pre commitment dengan perusahaan-perusahaan jasa perbankan yang ingin berkantor di sini, kami memilih menundanya. Mengingat permintaan residensial di Kelapa Gading lebih kuat dari ruang kantor,” imbuh Johannes. Padahal untuk  mewujudkan rencana tersebut Summarecon Agung telah mendapatkan dana hasil penjualan sukuk konvensional dan syariah ijarah sejumlah total Rp300 miliar, pada tahun lalu.

Diungkapkan Johannes, pada pertengahan 2010, proyek perkantoran akan mulai dievaluasi kembali. Dan jika iklim bisnis dan investasi kembali normal dan kondusif, tidak tertutup kemungkinan untuk dilanjutkan.

Iklan

6 Tanggapan

  1. summarecon manstap…..

  2. Sy berminat membeli rmh di Summarecon Bekasi, mohon info slnjtnya kalau sdh dimulai tahap penjualan, trm ksh.

  3. Dimana alamat persis lokasinya dan apakah sudah memasuki tahap penjualan ? Salam & Terima Kasih

    • lokasi dekat dengan stasiun KA Bekasi. belum secara resmi dipasarkan. tetapi sudah dilakukan market test

  4. emm…jgn sampe terjadi banjir dgn adanya proyek perumahan tsb,….okeh…

  5. Salut buat summarecon,
    trus kontraktor yang ditunjuk sudah ditentukan blum (BUMN atau swasta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: