Infinia Park, Menjala Pasar Dengan Konsep Usang

Kompetisi aktual industri properti yang semakin sengit, memaksa pengembang untuk lebih kreatif dan inovatif. Salah satu yang sadar akan hal itu adalah PT Infinia Park Propertindo. Mereka membangun Infinia Park. Ini merupakan perkantoran yang dilengkapi dengan fitur gudang multiguna. Lokasinya di Jl DR Saharjo, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Gudang di tengah kota? Ya. Infinia Park mencoba menawarkan ketidaklaziman. Biasanya, kantor dan gudang multiguna terkonsnetrasi di tepi kota, seperti di Jakarta Utara, Tangerang, dan Bekasi. “Ini merupakan wujud kreatifitas kami dengan penawaran berbeda,” ujar Direktur Utama PT Infinia Park Propertindo, Robert Yapari.

Sejatinya ide ini tidak bisa dibilang baru. Tahun 2007, pernah ada properti seperti ini yakni Secure Building Halim Perdanakusumah yang mengusung konsep safe deposit room. Mereka bekerjasama dengan TNI Angkatan Udara yang memiliki lahan. Nah, lahan yang dipakai untuk membangun Infinia Park seluas 4 hektar, merupakan milik Yayasan Kartika Eka Paksi  (PT Wahana Bhakti Utama). Dulunya memang dipergunakan untuk pergudangan. “Sejak tahun 1950-an TNI Angkatan Darat memanfaatkannya sebagai pergudangan dan pada satu decade setelahnya, disewakan untuk umum,” ujar Robert. Pergudangan yang sudah uzur tersebut,  kemudian disulap menjadi kantor dan gudang multiguna yang modern sebanyak 88 unit.

Robert, yang merupakan salah satu pemegang saham Grup Trivo dengan karyanya Pusat Grosir Cililitan dan Tangerang City, terlecut membangun Infinia Park karena di tengah kota sama sekali belum ada pergudangan yang representatif menunjang operasionalisasi perkantoran di tengah kota. Terutama wilayah Jakarta Pusat  dan Selatan. Perusahaan-perusahaan yang berkantor di tengah kota ini umumnya memiliki gudang di pinggiran. Sehingga memboroskan biaya dan waktu tempuh pengiriman barang.

”Infinia Park hadir mengisi celah ini. Ia dapat digunakan untuk menunjang semua kegiatan bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh industri-industri kecil seperti manufaktur, cargo, dan lain-lain. Selain itu kami juga membangun khusus untuk filling storage perbankan dalam memenuhi kebutuhan data-data konsumennya,” ungkap Robert.

Karena lahan yang dipakai milik TNI AD dengan status hak sewa pakai selama 25 tahun, Infinia Park tidak dijual, melainkan disewakan. Harga sewa tergantung masa sewa, yang minimal selama dua tahun. Semakin lama masa sewa, semakin murah. Misalnya, filling storage (2 lantai + office) seluas 430 m2, harga sewanya  untuk lima tahun sebesar Rp70 ribu/m2/bulan, Rp58,500/m2/bulan untuk 10 tahun dan Rp37,500/m2/bulan untuk 25 tahun. Selain membayar uang sewa, para tenan juga dikenakan service charge sebesar Rp2,5 juta per bulan.

Selain bebas banjir dan 3 in 1 dengan lokasi relatif strategis, proyek ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti jaringan telepon, internet, listrik 3.500 watt, asrama  karyawan, hydrant, food court, mushala,  loading dan unloading, jalan yang lebar dengan ROW 18 sampai 20 meter berkonstruksi beton bertulang, dapat diakses container 40 fit, keamanan 24 jam, dan bebas kuli liar.

Fitur-fitur tersebut dibangun untuk menarik minat pasar yang sangat spesifik dengan persyaratan pemenuhan kelengkapan fasilitas. Selama ini perusahaan-perusahaan target pasar Infinia Park hanya dapat menyewa ruko. Pasok kantor plus gudang relatif terbatas. “Karena ruko tidak mampu memenuhi kebutuhan penyewa, mereka mempertimbangkan untuk relokasi ke properti kami,” kata Robet seraya mengatakan saat ini sudah 24 unit yang tersewa oleh berbagai perusahan seperti PT Tiki, PT Drymix, PT INTI, dan PT Merpati Alam Semesta.

Pengamat properti Irwan Nurhadi mengatakan, Infinia Park memiliki prospek yang baik karena produk sejenis yang berada di tengah kota, pasoknya terbatas. “Infinia Park bisa memenuhi kebutuhan yang ada sehingga memiliki peluang besar bisa laku tersewa,” tandas Irwan.  Dibutuhkan kreatifitas, di tengah ketatnya persaingan antarpengembang saat ini. “Bangunlah properti yang memang dibutuhkan pasar. Sehingga terjadi keseimbangan antara pasok dan permintaan,” tambah Irwan.

Jika melihat konsep yang ditawarkan dan lokasinya, proyek ini sangat potensial terserap pasar. Hanya saja, kondisi perekonomian makro yang belum pulih benar, bisa menjadi kendala serius. Sebab, sebenarnya, pasar yang membutuhkan kantor sekaligus pergudangan adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor riil. Jadi, memang butuh waktu untuk seluruhnya tersewa.

Sumber: Yuniar S

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: