Bersiap Dengan Lompatan Besar

Kendati belum masuk lantai bursa dan otomatis bukan perusahaan publik, para pengembang non terbuka ini, tak kalah agresif dan ekspansif. Mereka bahkan berpacu lebih cepat. Grup Agung Podomoro contohnya. Dengan Podomoro City yang merupakan signature project-nya, mereka terus menggeber pembangunan. Rencananya, 9 September nanti, Central Park yang merupakan shopping mall dan bagian dari Podomoro City akan beroperasi.

“Kami harus melakukan yang terbaik. Aksi vakum akibat krisis, malah berdampak negatif. Sulit memulihkan kepercayaan pasar jika kami ikut diam,” ujar Direktur Marketing Grup Agung Podomoro, Indra W Antono.

Hingga saat ini, GAP memiliki setidaknya 48 properti eksisting dan 16 proyek yang tengah dalam pengerjaan senilai total Rp3 triliun. Keenam belas proyek tersebut menunjukkan progres positif. Di antaranya Thamrin Residences, Cozmo Terrace, dan Kalibata City.

Apa strategi dan kiat GAP sehingga dapat melaju seperti sekarang? Pengalamannya yang lebih dari tiga dekade dianggap sebagai variabel utama eksistensinya. Juga intuisi dalam mengendus pasar dan lokasi potensial. “Kami bisa membangun dan mengembangkan properti di kawasan yang justru diemohi pengembang lain. Karena kami tidak sekadar membangun, justru memberi nilai tambah pada lokasi properti kami berada,” imbuh Indra.

Dus, GAP menargetkan perolehan 2009 ini dari 12 proyek hingga Rp2,6 triliun. Naik 10% dari tahun lalu. Yang sudah terealisasi sampai saat ini adalah Rp1,8 triliun. Untuk tahun ini, mereka menyiapkan belanja modal sejumlah Rp300 miliar.

Pada paruh kedua tahun ini, GAP membagi konsentrasi terutama kepada pengembangan Kalibata City. Tak main-main ada sekitar 10.000 unit apartemen sederhana milik (anami) yang akan memenuhi pasar dan dibangun secara bertahap. Anami ini merupakan salah satu konstribusi GAP dalam ranah istilah hunian vertkcal di Indonesia yang secara psikologis dapat mempengaruhi calon pembeli yang notabene merupakan kalangan berpendapatan menengah ke bawah. “Strata title yang status kepemilikannya merupakan hak milik. Ini yang masayarakat cari,” ujar Indra.

Dengan portofolio yang begitu lengkap dan asset bernilai triliunan rupiah, mestinya GAP layak melakukan initial public offering (IPO). Namun, tak mau gegabah, Indra mengatakan, bahwa mereka harus melakukan konsolidasi secara matang. “IPO tetap menjadi target dan perhatian utamakami. Tapi kami tidak mau tergesa-gesa. Ada saatnya, entah akhir tahun ini, atau bisa juga 2010. Yang pasti, kami tengah mematangkan rencana tersebut,” ungkap Indra.

Untuk 2010, mereka bersiap merilis 4 proyek baru di 4 lokasi berbeda, selatan, barat, pusat dan utara Jakarta. Seperti tipikal properti GAP, sebagian di antaranya merupakan mixed use development. “Kami membangun sesuai kebutuhan pasar,” tandas Indra.

PT Paramount Land Development pun seirama dengan GAP. Mereka melanjutkan ekspansi dengan melansir proyek baru berupa Pasar Modern Paramount sebanyak 313 kios, 63 ruko, dan 230 lapak. Keseluruhannya terjual habis hanya dalam waktu kurang dari satu bulan.

Presiden Direktur PT Paramount Land Development, Tanto Kurniawan menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin melewatkan momentum hanya berpangku tangan menyaksikan pengembang lain gencar membangun. “Kami justru ingin menumbuhkembangkan industri properti dengan peluncuran proyek baru. Jika momentumnya lewat, kami rugi,” tukas Tanto.

Selain Pasar Modern, mereka juga berancang-ancang mendirikan Paramount Dot Com yang merupakan bagian dari Digital Junction di kawasan CBD Gading Serpong. Ini merupakan shopping arcade yang terdiri atas 4 blok. Satu blok pertama sudah dirilis ke pasar pada akhir paruh pertama 2009. Menyusul kemudian klaster Oleaster di Zona Russian Olive. Jumlah rumahnya hanya 92 unit dengan penawaran harga Rp480 juta-500 juta. Klaster Il Rosa sebanyak 100 unit seharga di atas Rp700 juta, dan dua klaster lainnya yang belum bertajuk.

PT Paramount Land Development telah menyiapkan anggaran belanja modal sejumlah Rp160 miliar. Dana ini digunakan untuk membangun hotel bintang 3 sebanyak 143 kamar. Hotel ini akan segera digarap pada Oktober 2010 dengan operator Aston. lantas, lifestyle center berupa digital junction walk sebanyak 26 unit yang juga dibesut Oktober 2010. Tahun ini, Tanto optimis dapat meningkatkan perolehan menjadi Rp400 miliar. Lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp300 miliar.

Langkah antisipatif terkait mulai pulihnya makro ekonomi negeri ini juga dilakukan oleh Grup Damai Putra yang meluncurkan klaster Asia Tropis di Taman Harapan Indah yang harganya minimal Rp1,6 miliar.  Jumlahnya 200 unit. “Kami menargetkan penjualan tahn ini sebesar Rp450 miliar-500 miliar. Untuk mal, kami membangunnya tahun depan,” ujar Hyronimus Yohannes, Marketing Manager Kota Harapan Indah.

Menengah Tak Mau Kalah

Pengembang level menengah juga tak ketinggalan. Mereka mulai mengadu peruntungan. Sebut saja Grup Cempaka. Dikatakan Teddy Budianto, Direktur Utama PT Inten Cipta Sejati (Cempaka Grup), pihaknya menggenjot penjualan Margonda Residence II di Depok. Setelah sebulan lalu, Apartemen Green ParkView (Tower E 754 unit) tutup atap dan sudah terjual 85%. Semester II, ini Grup Cempaka bersiap melakukan ground breaking tower F sejumlah 1200 unit.

Sekadar informasi, Tower E, F, dan G merupakan rusunami, dan karena itu dibangun terlebih dahulu. Karena pasarnya memang menyambut antusias. Sementara Tower A-D merupakan apartemen non subsidi.

Sementara PT Fajar Surya Perkasa pada semester II ini mempersiapkan produk baru   di Daan Mogot Baru yakni apartemen, dan perkantoran. Ini merupakan mixed use project yang berluas total 70 Ha. Pada bagian muka akan dibangun perkantoran seluas 1,6 Ha dan apartemen di atas lahan 1,5 Ha sebanyak 500-600 unit. Harga terendah dipatok Rp300 juta dengan ukuran 45 m2.  Perkantorannya sendiri akan dibangun setinggi 10 lantai dengan luas minimal 150 m2.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: