Pengembang Terbuka, Percepat Pembangunan Proyek Strategis

Krisis tak membuat perusahaan pengembang terbuka, gentar dan tiarap. Mereka mulai memulihkan diri dengan melakukan eskalasi pembangunan dan bahkan peluncuran proyek baru. Beberapa proyek strategis dan merupakan signature pengembang bersangkutan terus digenjot konstruksinya. Langkah bisnis ini dilakukan untuk mendapatkan kembali simpati dan kepercayaan pasar. “Dengan terus membangun, kami percaya, bisnis dan industri properti di Indonesia akan kembali pulih dan menjadi lokomotif di pasar Asia Tenggara,” ujar Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk., Johannes Mardjuki.

PT Jababeka Tbk.

Pengembang ini masih setia membangun kawasan Cikarang Bekasi, sebagai basis bisnisnya. Mereka dikenal dengan pengembangan kawasan industri, perumahan, komersial, leisure dan pendidikan, di atas lahan seluas 5.600 hektar. Pada semester dua ini, fokus menciptakan potential demand. “Selama ini pengembang masih membidik pasar yang sudah ada (existing demand), padahal volumenya sudah tidak seimbang antara pasokan dan permintaan,” ujar Presiden Direktur PT Jababeka Tbk., SD Dharmono.

Untuk itu, Jababeka menggenjot pertumbuhan kawasan industrinya melalui perbaikan dan penambahan infrastruktur. Infrastruktur yang kini tengah dikerjakan adalah pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) berkapasitas 130 MW  yang menelan investasi sebesar 141 juta dolar AS. Kawasan industri Jababeka, dalam beberapa tahun ke depan membutuhkan pasokan listrik tambahan sebesar 100 MW. Saat ini, kapasitas terpasang listrik sebesar 150 MW. Mencukupi kebutuhan Jababeka 1 dan 2. Ke depan mereka akan membangun Jababeka 3 & 4. Saat ini, Bekasi Power sudah digarap 75% dan ditargetkan bisa beroperasi pada 2010.

Selain itu, mereka juga akan menyelesaikan pembangunan proyek Dry Port untuk pengangkutan barang produksi pabrik yang berasal dari kawasan industri di Cikarang.  Tahap awal dimulai dengan 10 hektar. Rencananya, Dry Port akan dikembangkan higga 200 Ha untuk 10 tahun ke depan.

Lainnya adalah melanjutkan pembangunan pusat industri perfilman yang dinamakan Movieland, yang menyediakan seluruh fasilitas industri perfilman. Proyek tersebut dibangun di atas lahan seluas 36 hektar (Ha). Dharmono belum dapat memastikan kapan Movieland ini akan selesai dibangun. Jababeka yang menyediakan lahan dan fasilitas yang nantinya akan disewakan pada para produsen film. Saat ini, sudah ada 3 perusahaan perfilman yang tengah membangun studio di area Movieland, di antaranya Multivision dan perusahaan film Prancis.

PT Bumi Serpong Damai Tbk.

BSD City Barat seluas 800 Ha akan terus digarap PT Bumi Serpong Damai Tbk. Setelah berhasil mengembangkan BSD City Timur seluas 1.500 Ha. Total area kawasan BSD City sendiri seluas 6.000 Ha. Selain membangun cluster Green Cove,  PT BSD City Tbk. telah membangun dua kawasan di BSD Barat yakni Foresta seluas 73 Ha yang saat ini sudah diisi 7 cluster dan The Icon seluas 74 Ha yang sudah diisi 6 cluster. Di setiap kawasan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung di atas lahan seluas 4 Ha.

Sekitar 200 Ha dari luas pengembangan BSD City Barat juga diperuntukan untuk kawasan central business district (CBD) yang luasnya lima kali lebih besar dari CBD BSD City Timur. Juga terdapat  Edu Town, sebuah kawasan pendidikan terpadu seluas 42 Ha yang di atasnya akan dibangun berbagai gedung institusi pendidikan serta proyek penelitian dan riset ilmiah. Swiss German University (SGU) dan Prasetiya Mulya Business School (PMBS) merupakan perguruan tinggi pertama yang telah memulai pembangunan kampus barunya di kawasan tersebut.

“Akselerasi pembangunan BSD Barat bisa cepat terwujud karena  didukung rencana pemerintah membangun ruas jalan tol dari BSD City ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Master plan pengembangan BSD Barat juga dikaitkan dengan rencana pemerintah yang akan membangun jalan arteri sejajar dengan Jalan Raya Serpong dan terkoneksi dengan ruas jalan tol Jakarta-Merak,” papar Monik William, Direktur PT BSD City Tbk

Untuk semester dua ini, mereka. akan memasarkan tiga cluster lagi. Yang diluncurkan awal Agustus ini adalah Western Cosmo yang berada di kawasan The Icon sebanyak 402 unit dengan harga mulai Rp300 juta-600 juta (tipe 36, 55, dan 88). Untuk meningkatkan penjualan, PT BSD City Tbk. memberikan subisidi bunga sebesar 3%.

PT Alam Sutera Realty Tbk.

Pada paruh kedua tahun 2009 ini, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) akan meluncurkan dua cluster baru dan mulai melansir ruang komersial seperti pasar delapan ekstension sebanyak 59 unit ruko seharga mulai Rp500 juta-860 juta, gudang multiguna T8 yang dibanderol Rp1,7 miliar-3,2 miliar, dan ruko Alam Sutera Town Center dengan patokan harga Rp890 juta-2 miliar. Selain itu, mereka juga akan memasarkan apartemen seharga mulai dari Rp260 juta sampai Rp480 juta. Rencananya apartemen tersebut akan dibangun awal tahun depan dengan total sebanyak 6 tower. Tahap pertama akan dibangun 2 tower dengan 700 unit apartemen.

“Apartemen ini bisa disewakan kepada mahasiswa Binus yang akan membangun kampusnya tidak jauh dari apartemen dengan target 30 ribu mahasiswa,” ungkap Liza Djohan Senior Corporate Communicaton Manager ASRI. Sementara rencana pembangunan pusat belanja yang telah tertuda beberapa lama, mulai digiatkan kembali tahun depan. Mal seluas 8 Ha itu akan dilengkapi taman tematik (theme park) seluas 14 Ha. Luas bangunannya mencapai 100 ribu m2 dengan 3 lantai dan basement untuk parkir.

PT Modernland Realty Tbk.

Berbagai jenis properti akan digarap PT Modernland Realty Tbk. Pada pertengahan hingga akhir tahun ini di atas land bank 110 Ha. Mereka telah menyiapkan dana investasi sebesar Rp200 miliar. Landbank tersebut tersebar di tiga lokasi. Pertama, di Kota Modern, Tangerang seluas 70 Ha yang merupakan sisa lahan dari total 470 Ha. “Di sini kami akan membangun sekitar 500 unit rumah lagi,” ujar Ronny E. Mongkar, Direktur Pemasaran PT Modernland Realty Tbk.

Kedua, di Modern Hill, Pondok Cabe, Tangerang. Lahan seluas 30 Ha merupakan sisa lahan yang belum tergarap dari total 60 Ha. Di tempat ini, akan dikembangkan townhouse seperti Tranquility yang menempati area seluas 8,4 Ha. Sebanyak 187 unit dilempar ke pasar dengan patokan harga Rp850 juta-1,3 miliar.

Lokasi ketiga ada di Cakung, seluas 10 Ha dari total lahan 60 Ha., yakni di perumahan Modern Park, “Kami merancang rumah susun sederhana milik sebanyak 21 tower dengan total 1.200 unit,” ungkap Edwyn Lim, Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk. seraya mengatakan tahun 2009 ini PT Modernland realty Tbk. menargetkan dapat meraih pendapatan sebesar Rp360 miliar.

PT Cowell Development Tbk.

Optimisme pada semester dua juga ditunjukkan PT Cowell Development Tbk dengan meluncurkan Borneo Paradiso di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dibangun di atas lahan seluas 126 Ha. “Rencananya akan dikembangkan dalam masa 10 tahun, dan dibagi menjadi 3 tahap dengan total rumah sebanyak 3.500 unit,” ujar Novi Imelly, Director Marketing & Business Development PT Cowell Development Tbk.

Untuk tahap pertama akan dibangun seluas 35 Ha, merangkum 4 cluster rumah dan 2 area komersial. Setiap cluster terdiri dari kurang lebih 250 unit rumah. Satu cluster-nya yang sedang dipasarkan, Oakwood Residence, menawarkan 4 tipe rumah berdesain arsitektur modern minimalis. Yaitu tipe Daisy (LB/LT 36/72) dengan harga Rp169 juta, tipe Bryony (45/90) Rp211 juta, tipe Amaryllis (60/120) Rp283 juta, dan tipe Camellia (90/180) Rp423 juta.

PT Cowell Development juga akan terus meluncurkan produk baru di kawasan Serpong, Tangerang yakni Melati Mas Residence (200 Ha), Serpong Park (40 Ha), dan Serpong Terrace (10 Ha).

“Tahun 2009 ini kami menargetkan dapat meraih nilai penjualan dari tiga proyek di Serpong sebesar Rp125 miliar atau naik 25% dibandingkan perolehan tahun 2008. Kami optimis dapat mencapai target tersebut karena kami selalu berhasil mencapai target penjualan bulanan,” papar  Novi.

PT Sentul City Tbk.

Pengembang ini akan konsolidasi dan melakukan rekonsepsi atas city of innovation Sentul City.  Konsep tersebut bertumpu pada empat pilar pengembangan kota yakni Eco City, Education and Knowledge City, Entertainment and Destination City, dan Cultural City.

Dalam rangka memperkuat dan mempertegas pilar Eco City dan Education and Knowledge City, Sentul City menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB). MoU kerjasama ditandatangani oleh Rektor IPB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. dan  Presiden Director PT Sentul City Tbk. Albert C.J.D. Inkiriwang, akhir bulan lalu di kampus IPB, Bogor.

Pada semeseter dua ini, PT Sentul City Tbk memasarkan cluster Pine Forest berkonsep eco friendly yang dikembangkan di atas lahan seluas  25 Ha dengan jumlah total 360 unit rumah dan ruko. Harga yang dipatok Rp250 juta. Menyusul kemudian Alpensia Hilltop Residence yang merupakan kelanjutan Alpensia tahap I yang sudah jalan sejak 2007. Luas lahan kedua proyek itu adalah 20 Ha di atas Bukit Sentul. Total rumah di Alpensia I sebanyak 115 unit sementara Sentul City akan membangun 150 unit rumah di Alpensia Hilltop Residence. Harga terendahnya Rp 800 juta-2 miliar.

PT Summarecon Agung Tbk

Lanjutkan Proyek Summarecon Bekasi

Mempertimbangkan kinerja perseroan yang tidak terlalu terdampak krisis dan antusiasme pasar yang begitu kuat terhadap produk-produk PT Summarecon Agung Tbk., mereka berencana melanjutkan kembali proyek perumahan skala kota 250 Ha Summarecon Bekasi. Setelah sempat tertunda selama satu tahun.

Pendapatan perseroan tahun 2008 mengalami kenaikan 23,3% menjadi Rp1,3 triliun dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp1,02 triliun. Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk., Johannes Mardjuki mengatakan berpijak pada catatan tersebut, mereka optimis melanjutkan kembali proyek Summarecon Bekasi yang pembangunan tahap I senilai Rp250 miliar. Saat ini yang sudah dilakukan adalah pembebasan lahan seluas 180 Ha.

Keseriusan Summarecon Agung menggarap pasar Bekasi yang berceruk luas itu dibuktikan dengan persiapan mereka menciptakan akses langsung dari Tol Dalam Kota Jakarta, menuju Bekasi Utara, lokasi Summarecon Bekasi berada. Mereka telah mengalokasikan dana sebesar Rp110 miliar untuk akses langsung berupa jalan layang yang bermuara di Jl Ahmad Yani.

Selain merancang kota mandiri yang akan menghimpun 250.000 unit rumah, pusat belanja, fasilitas komersial, hotel dan hiburan tersebut, tahun ini mereka menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sejumlah Rp80 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk keperluan pembebasan lahan di wilayah Serpong, dan penyelesaian tahap akhir hotel di Summarecon Kelapa Gading. Hotel yang berisi 300 kamar dan  berkelas bintang tiga ini nantinya dikelola oleh Harris. “Juni 2010 diharapkan sudah dapat beroperasi,” imbuh Johannes.

Summarecon Agung juga tengah berkonsentrasi menggeber pembangunan klaster Ebony Residence dan Grand Orchard di Summarecon Kelapa Gading yang masing-masing terdiri atas 100 dan 150 unit. Begitupula dengan pembangunan ruko Rubby Residences sebanyak 195 unit.

Sementara rencana membangun perkantoran (mixed office) di Boulevard Kelapa Gading (persis di depan La Piazza), ditunda. Perkantoran ini sedianya bertajuk Menara Satu. Terdiri atas tiga menara low rise yang memiliki ketinggian 11 lantai untuk dua tower pertama dan 10 lantai untuk tower ketiga. Dari lokasi perkantoran ini akan  dibangun juga commercial bridge yang akan menghubungkan Menara Satu dan La Piazza.

“Meski sudah ada pre commitment dengan perusahaan-perusahaan jasa perbankan yang ingin berkantor di sini, kami memilih menundanya. Mengingat permintaan residensial di Kelapa Gading lebih kuat dari ruang kantor,” imbuh Johannes.

PT Metropolitan Kentjana Tbk.

Percepat Pembangunan Pondok Indah Town Center

Inilah perintis pengembangan kawasan elit Pondok Indah yang aksi korporasinya senantiasa ditunggu publik. Usai merampungkan pusat belanja fenomenal Pondok Indah Mall 2, mereka memfokuskan diri pada penyelesaian akhir Apartemen Golf Pondok Indah 3. Apartemen ini direncanakan beroperasi kuartal I 2010.

Setelah itu, menurut Presiden Direktur PT Metropolitan Kentjana Tbk., Husin Widjajakusuma, pihaknya akan mempersiapkan pembangunan office building Wisma Pondok Indah 3 di kompleks perkantoran Wisma Pondok Indah. Kompleks Wisma Pondok Indah ini terintegrasi dalam Pondok Indah Town Center (PITC) seluas 40 Ha.

“Wisma Pondok Indah 3 akan dimulai pembangunannya pada September 2009. Ini merupakan lease office. Saat ini, yang sudah memberikan konfirmasi positif adalah perusahaan-perusahaan multinasional,” ujar Husin. Rental rate yang dipatok sebesar Rp150.000/m2/bulan.

Sejatinya, ada banyak rencana pembangunan properti yang telah dipersiapkan dengan matang. Di luar dua properti tadi, perusahaan yang saham mayoritasnya dipegang PT Karuna Paramita Propertindo ini juga akan membesut ekstensi Pondok Indah Mall I. Perluasannya diarahkan ke timur dan selatan. Konstruksi akan dimulai pada akhir 2009 dan awal 2010. PIM I ini mengusung konsep lifestyle mall yang penekanannya pada food and beverage.

Kemudian berturut-turut menggarap hotel bintang lima berkapasitas 300 kamar dan serviced apartment. “Bangunan keduanya dirancang berada di atas Pondok Indah Mall 2. Realisasi dimulai pada pertengahan 2010,” ujar Wakil Presiden Direktur PT Metropolitan Kentjana Jeffri Sandra Tanudjaja. Sementara di Blok 3 PITC akan dibangun 2 menara perkantoran tambahan. Sehingga total high rise building yang akan mengisi PITC sebanyak 10 tower.

Eskalasi pengembangan PITC terus dilakukan, sehingga nantinya membentuk sebuah diamond yang terkoneksi oleh commercial bridge antarblok. Mereka juga akan melakukan penambahan infrastruktur penunjang berupa tunnel sepanjang lebih kurang 40-50 m yang menghubungkan Kompleks Wisma Pondok Indah dan PIM 2.

“Selain itu, kami juga tengah menyiapkan transformasi peruntukan atas Ranch Market yang berada di dekat mesjid Pondok Indah menjadi PIM 4 yang dilengkapi dengan beragam fasilitas dan fitur-fitur penunjang berteknologi mutakhir,” ungkap Husin. Guna merealisasikan rencana-rencana besar tersebut, dibutuhkan tak kurang dari Rp2 triliun. PT Metropolitan Kentjana Tbk., mempersiapkan dananya secara bertahap yang berasal dari ekuitas perusahaan dan pinjaman perbankan dengan komposisi 70:30.

Iklan

5 Tanggapan

  1. Lha, PIM 1 Ext itu PIM ke 3 kah?

  2. OK

  3. Oke juga jababeka

  4. mengenai pengembangan proyek alam sutera baik itu apartemen maupun mal, akankah kampung kandang sapi mengalami penggusuran?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: