Tanto Kurniawan, Gelora Seorang Spartan

Lama tak beredar, Tanto Kurniawan menghentak ranah properti dengan proyek skala kota Paramount Serpong. Berbendera PT paramount Land Development, profesional yang punya pengalaman segudang ini, begitu muncul, langsung mencetak performa meyakinkan. Betapa tidak, ia mampu membawa Paramount Serpong sebagai proyek yang laik diperhitungkan di kawasan Serpong, Banten. Perolehannya pada 2008 lalu mencapai Rp300 miliar dan tahun 2009 ini hingga September sudah meraup Rp420 miliar. Melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp350 miliar.

Tanto, memang dikenal sebagai veteran properti sukses. Pria kelahiran Cilegon, 3 Maret 1954 inilah arsitek di balik nama harum PT Jaya Real Property dan PT Pembangunan Jaya. Dia memuncaki kedua organisasi perusahaan milik Grup Ciputra tersebut sebelum membentuk PT Paramount Land Development. Selama lebih kurang 17 tahun, pehobi musik dan traveling ini mendedikasikan integritasnya. Bukan waktu yang singkat, karena jejak Tanto tak akan terhapus sampai kini. Bintaro yang menjadi core project PT Jaya Real Property, besar dan menjelma sebagai kawasan pilihan untuk tinggal dan investasi adalah berkat kontribusinya.

Intuisi tajamnya terbukti secara empiris. Saat menangani Bintaro, berkali-kali bapak tiga anak ini mengakuisisi wilayah-wilayah garapan milik perusahaan atau pengembang yang ‘sekarat’ namun menjanjikan potensi pundi segudang. Kiat serupa juga diimplementasikannya di Paramount Serpong. April 2008 silam, Tanto berani mengambil alih 50% (80 Ha) kepemilikan Grup Agung Podomoro atas lahan Telaga Gading Serpong. Berbagi separuh dengan PT Summarecon Agung Tbk. Ini dilakukannya karena prinsip mempersembahkan produk yang baik, berkualitas dan tentu saja menguntungkan. “Lahan di Telaga Gading Serpong saya nilai sangat prospektif untuk investasi,” ucap lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1980 itu.

Nah, di atas lahan seluas 80 Ha itulah, Tanto akan mempersembahkan produk-produk properti mutakhir dan dijadikan sebagai sub CBD Paramount Serpong. Untuk tahap pertama akan dikembangkan 25 Ha, yang terdiri atas hotel bintang empat, perkantoran, dan fasilitas pusat belanja tematik seluas 65.000 m2. Realisasinya dimulai pada 2010. Menyusul 25 Ha berikutnya dan 30 Ha pengembangan akhir.

Bukan tanpa alasan Tanto menggenjot pengembangan Paramount Serpong. Market Serpong memang terhitung sangat kuat dengan potensi pertumbuhan harga yang menarik dan menjanjikan. Total market volume Serpong tercatat mencapai sekitar Rp3,5 triliun. Terbagi oleh empat proyek besar. BSD City menguasai Rp1,5 triliun, disusul Paramount Serpong dan Summarecon Serpong sebesar Rp1 triliun. Berturut-turut, Alam Sutera Rp600 miliar dan Melati Mas Rp200 miliar.

“Inilah momentum yang tepat untuk merilis produk-produk baru. Pasar tengah bergairah,” tandas Tanto yang semakin menggebu usai menyaksikan penjualan produk terakhirnya sejumlah 69 unit dalam sehari (klaster Oleaster, Il Rosa dan ruko Pasar Modern). Ini pula yang memotivasinya untuk mengeluarkan setidaknya 4 produk anyar selama tiga bulan ke depan.

Gelora jiwa spartan yang melekat kuat rupanya tak mampu membatasi Tanto untuk hanya ‘bermain’ di wilayah Serpong. Tahun 2011, ia berencana menyulap lahan di daerah Slipi (Jl S Parman), Jakarta Barat, sebagai mixed use development dan dijadikan sebagai salah satu signature property PT Paramount Land Development. Merangkum apartemen, hotel, kantor, convention hall dan thematic mall.

“Paramount Land Development akan tinggal landas dalam lima tahun ke depan. Rencana strategis kami adalah menjadi yang terbaik dan memberikan manfaat untuk konsumen (investor dan end user) dengan zero debt,” yakinnya.

Iklan

4 Tanggapan

  1. Mam Hilda, I’m Back!

    Speaking ’bout Slipi, I rather doubt that, coz lahan2 di Slipi makin sedikit. Nyari superblok aja, Gapura Prima perlu susah payah cari lahan, masih untung dapet. Dan lagi, superblok yang diambil mas Tanto ini takutnya lebih mengarah konsep CP di Podomoro City…

    That’s all 🙂

    (Miss u at SSC!)

  2. lahannya persis di sebelah GP Plaza…. jauh lebih besar malah….mallnya tak terlalu luas dan bukan fashion apparel. So, kalo diseriusi, prospeknya sangat bagus, betul2 di tengah kota. Tak beda dengan kawasan Semanggi. Dus, dekat dengan gedung MPR/DPR

  3. I know this guy, he is very smart and tough. When he touches something, it will convert to gold. He is like Midas. I believe Paramount Serpong will create lots of good things to all home owners and surrounding of Gading Serpong.
    Bravo Tanto!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: