Sky View Memikat Pemilik Dana Cekak

Walau banyak kendala, Rumah Susun Sederhana Milik (rusunami) tetap diminati pengembang. Tidak hanya oleh mereka yang besar, menengah, bahkan pengembang baru. Seperti PT Arsidinamika Cipta. Pengembang anyar ini akhir bulan lalu merilis Sky View di BSD City. Sekadar informasi, dalam kawasan ini khususnya, dan Kota Tangerang Selatan umumnya, belum ada proyek rusunami yang diluncurkan atau dibangun. Dengan demikian, PT Arsidinamika Cipta merupakan pengembang pertama yang menggarap properti jenis ini di lokasi yang perkembangannya sangat dinamis itu.

 

PT Arsidinamika Cipta sejatinya adalah perusahaan yang berkecimpung di bidang konstruksi gedung dan infrastruktur selama lebih dari 10 tahun. Dengan label Abu & Co, selama kurang lebih 17 tahun, mereka berbisnis pengelolaan limbah buangan (sampah) dan penanganan kebersihan di lingkungan BSD City. Salah satu unit usaha lainnya bernama PT Nutricircle World,  bergerak di bidang perdagangan dengan sistem networking, yang memasarkan produk-produk suplemen untuk kesehatan.

 

Jadi, Sky View ini merupakan portofolio properti perdana mereka. Dibangun di atas lahan seluas 3.911 m2, tepat di belakang Polsek Serpong.  Terdiri atas 1 tower (12 lantai)  berbentuk F yang keseluruhannya berjumlah 537 unit. Ada 2 tipe yang dipasarkan yakni tipe 1 kamar tidur dan 2 kamar tidur. Dijual dengan harga mulai dari Rp85 juta (1 KT) sampai dengan Rp150 juta (2 KT). Dilengkapi dengan fasilitas 5 lift orang dan 1 lift barang, kolam renang, gedung serba guna, klinik, dan kios di lantai 1, water treatment plant (WTP), sewage treatment plant (STP), dan lain-lain.

 

 

“Perijinan Sky View  sudah lengkap.  Kami melakukan pengurusan ijin pada awal tahun 2009. Pemda setempat sangat mendukung pengembangan ini, sehingga kami diberi kemudahan perijinan, ” ujar Kemal Pasya,  Presiden Direktur PT Arsidinamika Cipta.

 

Dibangunnya Sky View di kawasan sekitar BSD City karena wilayah tersebut berkembang sangat pesat,  terutama setelah dibukanya akses tol Pondok Indah–BSD. Wilayah sekitar BSD menjadi semakin menarik minat investor maupun calon konsumen yang membutuhkan properti.  Apalagi dengan adanya fasilitas shuttle bus dan Kereta Rel Listrik (KRL) rute Serpong-Sudirman. Kian menjadikan kawasan ini sebagai kawasan terbuka dan bisa diakses dari berbagai arah dengan moda transportasi beragam.

 

“Kami melihat  ada ceruk pasar yang sangat besar untuk hunian dengan harga Rp100 juta hingga Rp200 juta. Mereka adalah pasangan muda dan para karyawan yang selama ini menghuni atau mengontrak rumah kost,” ujar Fritz Bonar Pangabean, General Manager PT Arsidinamika Cipta.

 

Oleh karena itu, PT Arsidinamika Cipta optimis Sky View akan diterima pasar dengan cepat. “Hingga saat ini sudah terjual 286 unit atau sekitar 49% dan kami yakin akhir Desember 2009 sudah terjual semua. Sekitar 20% pembeli menggunakan fasilitas KPR bersubsidi,” unfkap Fritz.

 

Sky View yang menelan investasi sebesar Rp55 miliar rencananya akan mulai dibangun November ini dan diserahterimakan tahun depan (November 2010). Untuk mewujudkan proyek perdananya ini, PT Arsidinamika Cipta memanfaatkan kredit konstruksi dari Bank BTN.

 

Melihat lokasinya, Sky View memang berpotensi cepat diserap pasar. Apalagi jumlahnya terbatas. Kemal Pasya mengungkapkan, harga rumah seken di sekitar proyek Sky View sudah di atas Rp200 juta (tipe 21) yang dibangun pada awal pengembangan BSD City. Sementara harga sewa rumah sekitar Rp500 ribu sampai Rp1 juta per bulan. Dengan harga jual tak lebih dari Rp200 juta, Sky View memang memikat untuk dimiliki.

 

“Kans untuk properti jenis rusunami ini terbuka luas,” kata Nurul Yaqin, Ketua DPD AREBI Banten yang juga Direktur Ben Hook Property. Melihat adanya peluang ini, memicu  PT Bumi Serpong Damai (BSD) Tbk. ikut peruntungan membangun apartemen murah  di kawasan pengembangan tahap II (sisi timur-1.500 Ha). Rencananya pada semester I tahun depan, apartemen murah itu akan mulai dikembangkan di atas lahan seluas 1,5 hektar (8 tower, 4-5 lantai) dengan investasi sebesar Rp60 miliar

 

Menurut Hermawan Wijaya, Komisaris PT BSD Tbk, pihaknya sudah menyiapkan bangunan vertikal untuk memenuhi permintaan konsumen dengan dana terbatas. “Solusi kami,membuat bangunan bertingkat tidak terlalu tinggi (low rise). Harganya penawaran perdana sekitar Rp150 juta-200 juta. Kalau dengan harga segitu dibuat landed, tidak masuk perhitungan bisnis,” katanya.. Bisa jadi dengan harga ramah pasar tersebut, apartemen yang dibangun BSD dan Sky View itu akan diminati mahasiswa beberapa universitas yang akan dibangun di BSD tahap II seperti Swiss German University (SGU) dan Prasetya Mulya Business School (PMBS).

 

Berkaca pada prestasi beberapa apartemen murah yang dibangun di sekitar kampus. Menuai sukses dalam waktu relati singkat. Seperti Aston Urbana Residence yang dibangun PT Titan Properti di kawasan Lippo Karawaci (5 tower, 657 unit) seharga mulai Rp246 juta. Selain mahasiswa Universitas Pelita Harapan, target pasarnya juga adalah ekspatriat dan karyawan rumah sakit. Begitupula dengan Margonda Residence yang membidik mahasiwa di kawasan Depok. Setelah sukses tahap pertama, pengembangnya, Grup Cempaka, membangun tahap kedua di atas lahan seluas 7.000 m². Rencananya dibangun tiga menara, yang terdiri atas 600 unit biasa dan 400 unit subsidi. Pembangunannya ditargetkan rampung tahun 2011. Harga jualnya mulai dari Rp 139 juta.

 

 

Sumber: Yuniar S

 

 

 

 

 

 

Iklan

Satu Tanggapan

  1. mau tau ttg info lokasi persis dan harganya hub siapa yah?ada contact person?thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: