The Hill Tamansari Alternatif Investasi

Setelah sempat tiarap selama setengah tahun, market Semarang kembali bergairah. Terutama menjelang kuartal keempat tahun ini. Beberapa proyek properti baru mulai dirilis dan menarik perhatian pasar. Lembaga perbankan pun tak ketinggalan, sigap menggelontorkan dana. Bahkan BTN Semarang berencana menambah jumlah portofolio KPR-nya. Sekadar informasi, outstanding KPR tahun 2008 silam, sebesar Rp330 miliar. Sementara BRI Semarang menargetkan Rp13 miliar untuk membiayai KPR 200 unit rumah.

Sambutan positif yang ditunjukkan perbankan ini, memicu kegairahan pasar dan memotivasi beberapa pengembang lebih percaya diri. Mereka tak segan melansir proyek baru dengan harga yang juga ‘berani’. Sebut saja PT Karyadeka Alam Lestari, pengembang Bukit Semarang Baru. Kendati harga yang ditawarkan terhitung tinggi, Rp900 jutaan untuk tipe 142, namun pasar menyerapnya dengan baik.

Begitupula dengan Wika Realty yang menangguk sukses dari penjualan Tamansari Majapahit. Permukiman seluas 10 Ha yang menempati lokasi di Jl Majapahit Pedurungan Semarang ini sangat diminati pasar yang mayoritas warga asli Semarang. Duapuluh unit terjual tiap bulan. Rentang harga Rp250 juta (28/90) dan Rp800 juta (100/200), bagi mereka bukan masalah.

“Berapapun harga yang ditawarkan, asal pengembangnya bisa dipercaya dan mampu membangun dengan kualitas bagus, pasti akan dibeli. Profil pembeli Semarang ini memang khas. Mereka penuh pertimbangan matang, kritis dan tentu saja sangat lama untuk memutuskan membeli. Jika sudah ada keputusan, harga bukanlah kendala,” ujar Manager Operasional PT Kekancan Wika Realty, Agung Salladin.

Nah, untuk mengulang kisah manis itu, PT Wika Realty kembali berkongsi operasi dengan PT Kekancan Mukti, pengembang lokal Semarang berskala besar. Keduanya membesut The Hill Tamansari. Dinamakan The Hill, sebab lokasinya di Tembalang, Semarang Selatan. Areanya di atas bukit dengan ketinggian 80 meter (dpl) dan berkontur.

The Hill Tamansari dirancang untuk mengisi kelangkaan pasar rumah seharga di bawah Rp500 juta atau satu kelas lebih rendah dari Tamansari Majapahit. Di kawasan ini, kompetisi pada harga tersebut memang sudah diisi oleh Pandanaran Hills, Semawis Residences dan Graha Wahid dalam radius 2 km dari The Hill Tamansari. Namun demikian, untuk masalah kualitas produk, “Kami jadikan sebagai prioritas utama. Ini semata dilakukan demi kepuasan konsumen,” ujar Agung.

Dengan penekanan pada kualitas yang dalam perspektif Agung tak belaka pada material dan hasil akhir produk, juga lansekap, dan tata ruangnya, The Hills Tamansari mendominasi selera pasar. Menggenapkan market share yang dikuasai Kekancan Wika Realty menjadi 40% dari total market value (sebesar Rp50 miliar).

Investasi menjanjikan

Tren properti yang bisa dijadikan sebagai instrumen investasi juga cocok dilakukan di sini. The Hill Tamansari memenuhi syarat-syarat sebagai obyek investasi menjanjikan. Tentu saja, bagi Anda yang memang menjadikannya sebagai hunian, tak keliru memilih perumahan ini. Sebaliknya bagi para pembeli bermotif investasi, ada baiknya memperhatikan plus-minusnya. Seperti lokasi, harga, proyeksi perkembangan harga dan keuntungan yang bisa didapat, kelengkapan fasilitas di sekitar perumahan, akses, dan tentu saja fasilitas dalan lingkungan perumahan.

The Hill Tamansari sebagaimana dikatakan Agung, memberi garansi proyeksi perkembangan harga hingga 40%. Angka realistis yang dapat dicapai mungkin sekitar 25% setahun. Itu setelah mempertimbangkan angka inflasi 10-15%. Berkaca pada Tamansari Majapahit, nominal 40% bukanlah sesuatu yang mustahil. “Untuk rumah tipe 28/90 yang dua tahun lalu dibanderol Rp270 juta, kini sudah seharga di atas Rp350 juta di apsar sekunder,” urai Agung.

Berikutnya adalah lokasi. Tembalang dekat dengan Kampus Universitas Diponegoro (Undip) yang berjarak hanya 6 km, Simpang Lima (pusat kota) 8 km, dan dalam radius 2 km, terdapat Java Supermall, Giant Hypermarket, Rumah Sakit Umum dan pasar tradisional.

Ada pun fasilitas yang akan disediakan di dalam perumahan antara lain club house yang berisi kolam renang dan sarana kebugaran serta restoran, dan area komersial berupa pertokoan Tamansari Point yang berhadapan langsung dengan Jalan Elang Raya.

The Hill Tamansari sendiri didesain terdiri atas 5 klaster. Empat klaster hunian dan 1 klaster komersial. Dua klaster hunian pertama yakni Grand Mahogany dan Grand Anyelir merangkum masing-masing 120 unit rumah. Ukurannya memang mungil, yakni berdimensi 36/90 (Rp235 juta)-45/105 (Rp295 juta) untuk Grand Harmony, dan 30/90 (Rp198 juta)-36/90 (Rp223 juta) untuk Grand Anyelir. Namun, Agung memberikan kenyamanan yang maksi dalam arti masing-masing klaster dilengkapi gerbang, kamera pengintai dan keamanan 24 jam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: