Commercial Break

Dijual tanah. Luas 3.700 m2, lokasi di Desa Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kotamadya Bogor. Akses dari Ciomas, Gunung Batu dan Pancasan. Cocok untuk town house. Harga Rp550.000/m2.

Dijual tanah. Luas 700 m2, lokasi di Jl Raya Gunung Sindur, Cidokom, Parung, Kabupaten Bogor. Hanya 500 m dari Pasar parung, dan dekat dengan Perumahan Tamansari Bukit Damai, Wika. Cocok untuk gudang atau pabrik. Harga Rp400.000/m2.

1 Park Residences, Hunian Representatif dengan Harga Kompetitif

Keberhasilan sebuah proyek tidak melulu bergantung pada lokasi, lokasi, dan lokasi. Kendati hal ini haram dinafikan, lokasi bukanlah satu-satunya yang sangat menentukan. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Salah satunya adalah momentum.

Banyak yang menyayangkan tindakan PT Intiland Development Tbk., yang menganulir pembangunan Grand Champa. Padahal, ketika proyek ini dirilis pada Juni 2005 silam, situasi pasar tengah dalam sentimen positif. Meski sempat digoyang isu kenaikan tarif BBM, namun catatan Bank Indonesia (BI) menunjukkan kurva progresif. Penjualan apartemen pada kuartal kedua saat Grand Champa dilempar ke pasar, naik 176 basis poin menjadi 86,61% dibandingkan kuartal sebelumnya.  Kala itu, harga jual juga mengalami peningkatan 2,38% dari sebelumnya berkisar Rp7,8 juta/m2 menjadi Rp7,99 juta/m2.

Hal ini memungkinkan apartemen sejumlah 96 unit tersebut berpeluang besar terserap pasar.  Segmen pasar yang dibidik Grand Champa juga bukanlah yang sensitif terhadap besaran angka. Mestinya, dengan harga penawaran perdana sebesar Rp16 juta/m2, tidak menjadi masalah.

Dus, lokasinya di kawasan Gandaria, Kebayoran Baru, tak bisa dimungkiri masih terhitung elit dan diincar oleh kalangan berduit. Begitupula konsep rancangannya yang seistimewa karya Duta Cermat Mandiri (Denton Corker Marshall) lainnya.  Pada saat itu, Grand Champalah satu-satunya apartemen yang diciptakan memiliki pool deck pada setiap unitnya. Selain tawaran kenyamanan, privasi dan eco friendly. The Pakubuwono Residences (Grup Agung Podomoro), sebagai kompetitor terdekatnya pun, tidak menawarkan hal itu.

Galib jika hasilnya, menurut pengakuan Suhendro Prabowo, Vice President Director and Chief Executive Officer Jakarta, PT Intiland Development Tbk., dalam sebuah kesempatan, Grand Champa diminati banyak pembeli. Sebelum urung dibangun, telah terjual 30% dengan komposisi pembelian, 60% di antaranya tunai, sisanya tunai bertahap dan memanfaatkan fasilitas KPA.

Kini, dengan motivasi serupa, PT Intiland Development Tbk kembali masuk pasar.  Mengubur Grand Champa dan mengusung 1 Park Residences.  Lokasi dan luas lahannya tak mengalami perubahan. Masih menempati area selapang 1,2 Ha di Jl KH Syafei Hadzami, Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Proyek senilai investasi Rp325 miliar ini akan dibangun sebanyak tiga menara yang merangkum 379 unit. Masing-masing setinggi 18, 22 dan 26 lantai di mana tiap lantainya hanya berisi 6 unit apartemen. Total luas bangunan 66.000 m2, termasuk fasilitas parkir yang berkapasitas 420 kendaraan.

Ada tiga tipe yang ditawarkan, minus penthouse. Yakni tipe 3 kamar tidur dengan ukuran 138 m2, 2 kamar tidur (94 m2), dan 1 kamar tidur seluas 71,5 m2. Seluruh tipe dilengkapi kamar tidur dan toilet untuk pembantu. Bukan tanpa alasan tawaran tipikal unit ini dibuat. Bagi para eksekutif dan pasangan muda mapan berusia antara 35-45 tahun sebagai target pasar yang diincar, dimensi apartemen ini terbilang akomodatif.  Tidak terlalu luas, juga tidak sempit. Ukuran minimal 71,5 m2, dirancang untuk pasangan muda yang belum memiliki anak.  Jumlahnya terbatas, hanya 12 unit.

Desainnya kompak, dinamis, dan tentu saja mengadopsi tren gaya hidup masa kini yang butuh kepraktisan, namun sangat concern pada perubahan iklim.  Dan yang terpenting, atmosfer homey sangat kental terasa. Ini karena DCM menggagas seluruh unit 1 Park Residences memiliki teras dan banyak bukaan sehingga sirkulasi udara berjalan lancar dan cahaya matahari bisa masuk secara maksimal.

Uniknya, fasad bangunan yang dirancang modern kontemporer, kelak didominasi “warna hijau”.  Ini dimungkinkan karena pada setiap dinding penutup elevator, dilapisi tanaman rambat.  Sehingga secara keseluruhan bangunan apartemen ini tidak terkesan berat.

Untuk memenuhi kebutuhan penghuni, PT Intiland Development Tbk juga akan membangun fasilitas komersial yang berada di lantai dasar tower pertama. Di dalamnya terdapat restoran, kafe, mini market, apotek, dan laundry. Tersedia pula fasilitas lainnya seperti kolam renang, lapangan tennis, taman tropis, lintasan joging, area barbeque, yoga corner, sarana bermain, dan lain-lain. “Ruang komersial ini juga ditawarkan secara strata title,” ujar Project Manager 1 Park Residences Budiman Kurniawan. Sementara ruang serba gunanya seluas lebih kurang 70 m2 ditempatkan di tower tiga.

Harga perdana sebesar Rp9 juta/m2 atau Rp900-an juta-1,7 miliar cukup kompetitif untuk memiliki unit 1 Park Residences. Sebagai perbandingan, unit-unit sekelas di The Heights, Gandaria City, saat ini sudah mencapai level Rp11 juta-12 juta/m2. Jadi, potensi pertumbuhan harga masih terbentang luas. Tidak hanya itu, pasar sewa apartemen/hunian di kawasan ini juga terbilang aktif dengan nilai menarik.  Untuk hunian atau apartemen 2 kamar tidur di Permata Gandaria yang senantiasa sempurna tingkat okupansinya atau Taman Gandaria, harga sewanya antara 1.300-1.500 dolar AS/bulan. Tinggal dilakukan kalkulasi saja, duit Rp900-an juta yang dibenamkan di 1 Park Residences akan kembali dalam waktu 7-8 tahun.

Dus, “Tidak sekadar apartemen, juga prestis, karena lokasinya strategis, di Kebayoran Baru yang dekat dengan pusat aktifitas bisnis Sudirman dan Kuningan serta dikelilingi fasilitas umum seperti sekolah, pusat belanja, dan lainnya,” ungkap Corporate Marketing Director PT Intiland Development Tbk Susan Pranata.

Mawar Square Memotong Jalur Belanja ke Pulau Jawa

Banjarbaru merupakan kota yang tengah berkembang dan dirancang sebagai pusat bisnis di Kalimantan Selatan sejak 1999 silam. Akses dan kualitas infrastrukturnya lebih baik dibandingkan dengan kota Banjarmasin yang notabene ibukota provinsi ini. Lokasinya  sangat strategis, tidak jauh dari Bandar Udara Syamsudin Noor. Tak aneh jika dalam perkembangan aktualnya, Banjarbaru bertransformasi menjadi kota transit berbagai kota se-Kalimantan Selatan. Dus, transaksi bisnis lebih aktif dan dinamis terjadi di sini.

Menilik potensi yang dimiliki kota baru ini, para pengembang tak membiarkannya menjadi mubazir. Mereka berlomba menyulap Banjarbaru sebagai kanal tepat untuk  berinvestasi dengan segudang tawaran yang menarik. Walhasil berbagai jenis properti tumbuh subur di kota yang memiliki luas wilayah 371,30 km² ini, terutama perumahan. Bahkan, tidak lama lagi, Banjarbaru akan memiliki pusat perbelanjaan sekelas mal. Adalah Grup Mawar melalui PT Diyatama Banua Raya yang bakal mendirikan pusat perbelanjaan bertajuk Mawar Square. ”Kami termotivasi oleh kebutuhan yang sangat mendesak akan tempat berbelanja yang representatif sekaligus sebagai fasilitas hiburan warga Banjarbaru yang populasinya tertinggi di Kalimantan Selatan yakni sebanyak  164.216 jiwa,” ungkap Mawardi, Presiden Direktur Grup Mawar. Pengembang lokal ini sebelumnya membangun perumahan Griya Mawar Asri, Chantique, Grand Mawar City, dan rumah sakit Mawar.

Wakil Walikota Banjarbaru Ruzaiddin Noor menyambut baik dibangunnya Mawar Square. Menurutnya, ”Daya beli masyarakat Banjarbaru itu tinggi, namun fasilitas kota  belum lengkap. Sayang jika potensi ini diabaikan dan tidak digarap maksimal. Dengan adanya pusat belanja dan hiburan seperti Mawar Square, aktivitas kota ini pun mungkin akan sama dinamisnya dengan kota-kota di Pulau Jawa.”

Kota penghasil intan ini memang belum memiliki pusat perbelanjaan. Selama ini warga kota  harus ke Banjarmasin, atau ke luar pulau untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk life style. Di Banjarmasin sendiri saat ini hanya ada satu ruang komersial ritel yakni Duta Mal. Galib jika mal ini senantiasa disesaki pengunjung. Tidak hanya oleh warga Banjarmasin, juga Banjarbaru dan Martapura yang jarak tempuhnya hanya 5 Km.

Mawar Square sendiri akan dikembangkan di atas lahan seluas 35.000 m2. Terdiri atas mal, hotel, dan shopping arcade. Konsep yang ditawarkan adalah integrated mixed use entertainment dan shopping dengan keutamaan pada fitur  food arcade-nya yang disebut The Food Promenade. Dengan rancangan open air dan dual shop front, The Food Promenade yang terdiri atas 2 lantai loft, akan dilengkapi the plaza sebagai  open oven space. “Diperuntukkan bagi aktifitas event dan promotion yang akan menghidupkan aktifitas berbelanja,” ujar Irvan Sjahreza, Direktur Design Platform, konsultan yang mendesain Mawar Square. Tahap pertama akan dibangun mal setinggi tiga lantai (22.000 m2) yang semua kiosnya disewakan. Sementara hotel yang berisi 100 kamar dan berkelas bintang 3, masuk dalam pengembangan tahap kedua.

Lokasi pusat belanja ini berada di Km 36,8 Jl. Ahmad Yani. Ini merupakan jalur utama di Kalimantan Selatan yang berujung di Banjarmasin. ”Mawar Square diciptakan sebagai  satu-satunya pusat perbelanjaan dan bisnis yang akan mengakomodasi kebutuhan berbelanja, bersosialisasi, dan berbisnis dari 70% populasi seluruh Kalimantan Selatan. Kami juga berharap ia dapat menjadi ikon bagi kota Banjarbaru dan pemicu bagi perkembangan kota lainnya seperti Martapura, Binuang, Tanjung, dan kota-kota lainnya di propinsi ini,” papar Mawardi.

Untuk anchor tenant, Mawardi mengaku tengah bernegoisasi dengan para kandidat yang sebagian besar merupakan tenan yang tak asing kita jumpai di berbagai pusat belanja.  Sementara untuk pendanaan, selain modal sendiri juga melalui pinjaman bank. Sebagai pengembang lokal, Mawardi bangga jika bisa proyek ini dapat terwujud. Maklum saja, agak sulit bagi pengembang lokal untuk meyakinkan para tenan yang sebagian besar berbasis di Jakarta dengan cakupan bisnis skala Nasional. Dijadwalkan, pusat belanja ini beroperasi pada awal 2011. Jika melihat potensi yang ada, tak keliru Mawar Square dikatakan berpeluang diisi para tenan popular serta ramai didatangi pengunjung dan para shopper yang  selama ini berbelanja di mal-mal Surabaya, Makassar atau bahkan Jakarta.

”Ibaratnya, kami hadir untuk ’mencegat’ warga Kalimantan ke Jakarta atau kota lainnya di Pulau Jawa,” imbuh Mawardi.

Sumber: Y Susanto

Stop Press, Pariwara for A while (Commercial Break)

energi dan hasrat menulis saya tengah bergejolak. panas membara. membahana. dan tentu saja berkepak-kepak di udara. membutuhkan saluran yang dapat mengakomodasi energi dan hasrat itu.

kepada siapa saja, anda para pengunjung dan pembaca blog ini, jika meminati energi dan hasrat menulis dan kreatifitas saya, silakan kontak di alexander_hilda@yahoo.com.

Buku, biografi, artikel, jurnal, atau publikasi kreatif lainnya, siap saya hasilkan.

Terima kasih.