Tangerang Selatan, Kota Baru Sarat Kesempatan

Tanggal 27 Desember 2009 lalu Kota Tangerang Selatan berusia satu tahun. Sebelumnya  secara administratif kota ini masuk dalam bagian Kotamadya Tangerang, Banten. Nah, setelah Undang-Undang Nomor 51/2008 disahkan pemerintah, maka resmilah nama Tangerang Selatan menjadi sebuah kota dengan 7 kecamatan di dalamnya, yakni Ciputat, Ciputat Utara, Pondok Aren, Serpong, Serpong Timur, Pamulang dan Setu.

Tangerang Selatan bagi para pelaku bisnis properti adalah gula-gula yang sangat manis. Terbukti dengan banyaknya hunian baru yang berdiri di sini. Perkembangan ini tak lepas dari beroperasinya ruas tol JORR W II (Pondok Pinang-BSD City) yang tembus hingga Cikunir Junction menuju ruas tol Cikampek.

Nurul Yaqin, Direktur Ben Hokk Properti Serpong menjelaskan, kawasan Tangerang Selatan dalam perkembangannya dibagi menjadi dua wilayah besar, yaitu timur dan barat. Bagian barat adalah yang sudah tumbuh dan perkembang pesat. Pengembangan skala kota 6.000 Ha, BSD City, terletak di sini. Kini mereka tengah berekspansi ke bagian barat dengan luas garapan hingga 800 hektar.

Sementara Alam Sutera juga memiliki luas lahan yg cukup besar, sekitar 800 hektar. Mereka kian giat mengembangkan produk barunya selepas dibukanya exit toll Alam Sutera segmen Jakarta-Merak. Selain itu juga ada Villa Melati Mas, Summarecon Serpong dan Paramount Serpong yang lokasinya menempel dengan Serpong Barat. Eksistensi proyek-proyek kakap ini, diakui atau tidak, mengubah wajah Serpong menjadi episentrum kemajuan Tangerang Selatan.

Nah, bagaimana dengan Tangerang Selatan bagian timur. Secara kasat mata kawasan timur Tangerang Selatan ini memang kalah dengan bagian baratnya. Nyaris, tak ada pengembangan properti skala besar. “Pergerakannya pun baru terjadi pada awal 2000-an,” tegas Nurul. Keterlambatan pengembangan wilayah timur, menurutnya karena ketersediaan infrastrukturnya kurang memadai.

Namun, sejak lima tahun belakangan kawasan seperti Pamulang, Ciputat, Ciputat Timur, Pondok Aren  mulai unjuk gigi. ‘Hutan-hutan’ rumah, perlahan tapi pasti mengisi kekosongan. Berdasarkan data Badan  Perencanaan Daerah (Bapeda) Tangsel, terdapat sekitar 192 pengembangan skala besar-kecil telah berdiri. Sebagian besar pengembangan tersebut berada di kawsan Serpong, Pamulang, Ciputat dan Pondok Aren. Sebut saja Serpong Terrace yang berlokasi di Jl Raya Viktor, Pamulang, Serpong Green Park (Palapa Serua, Ciputat), Serpong City Paradise (Jl. Raya Puspitek), Grand Serpong (Ciater, Ciputat), Serpong Garden dan Metro Serpong di Cisauk. Lalu di daerah Jombang ada Puri Bintaro Indah, serta perumahan lainnya dengan pengembangan di bawah 20 Ha di Lengkong atau bagian lain di belahan timur.

Tak hanya perumahan biasa, pengembangan berkonsep town house juga menjamur. Katakanlah Cempaka Green Residence di Jl. WR Supratman Ciputat, Hakiki Pamulang di Sarua, Ciputat, Kencana Pamulang, Griya Laksana Pinasti di Pondok Benda, dan Villa Selecta di Ciater serta beberapa proyek lainnya yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Tidak dipungkiri kehadiran pengembang besar di Tangerang Selatan berdampak positif terhadap perkembangan dan pertumbuhan kawasan. Salah satunya, terdapat perbaikan kualitas infrastruktur, sekaligus sistem dan moda transportasinya. Para pengembang besar, jelas, sangat berkepentingan akan hal ini. Sebab wilayah garapannya, sebagian besar dilewati atau bahkan dilintasi infrastruktur dan moda transportasi tersebut. Seperti BSD City yang bagian timurnya dibelah oleh jalur utama Serpong. Sementara bagian barat yang masuk dalam Kecamatan Cisauk berdekatan dengan stasiun kereta Cisauk. Lintasan ganda (double track)-nya tentu memberikan nilai tambah. Warga penghuni perumahan dapat memanfaatkan KRL Cisauk menuju tempat mereka bekerja di Jakarta.

Bagi pengguna kendaraan pribadi, bakal dimanjakan oleh jalan tol seksi Serpong-Balaraja, yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Jalur ini merupakan interkoneksi antarwilayah Kabupaen Tangerang Selatan yang mencakup Ciputat, Pamulang, Serpong, Cisauk, Pagedangan, dan Pondok Aren, dengan pusat pemerintahan di Tigaraksa.

Aksesibilitas yang sangat memadai itu membuat wilayah Tangerang Selatan kian mudah dijangkau dan  sangat terbuka. Memungkinkannya tak hanya menjadi tempat transit, juga tujuan utama para investor yang berniat membenamkan uangnya. Indikasinya jelas, pengembangan properti menunjukkan pergerakan signifikan yang pada gilirannya dapat memobilisasi calon pembeli atau masyarakat yang ingin tinggal dan beraktifitas di sini. Apalagi, Tangerang Selatan memiliki kelengkapan fasilitas yang dapat mengakomodasi semua kebutuhan utama sehari-hari seperti fasilitas pendidikan, rumah sakit, pusat belanja, pusat kebugaran dan olahraga, pusat hiburan, tempat ibadah, dan sebagainya. Pendek kata, Tangerang Selatan telah menjelma sebagai pusat bisnis dan permukiman kaum urban.

Harga Tanah Meroket

Perubahan yang dinamis yang disertai pesatnya pembangunan properti telah menyulap visualisasi  Tangerang Selatan. Implikasinya, apalagi kalau bukan peningkatan harga tanah yang progresif. Seperti diungkapkan Rita Megawati, Principal L.J. Hooker Gading Serpong dan BSD  City. Di Jalur Serpong Raya, angkanya sudah mencapai sekitar Rp1 juta-5 juta per m2. Sementara di dalam kompleks perumahan seperti BSD City, Summarecon Serpong, dan Alam Sutera mendekati nominal Rp2,5 juta/m2 untuk kisaran tertinggi. Sedangkan harga propertinya, baik primer maupun sekunder dipatok pada angka Rp400 juta-1,5 miliar.

Menilik besaran angkanya, wajar bila hanya kalangan menengah ke atas yang mampu memiliki properti di kawasan ini. Sementara di Tangerang Selatan bagian timur seperti Pamulang, Ciputat, hingga Cisauk, walau harganya masih relatif rendah, namun secara perlahan mulai menunjukkan kurva meningkat. Berkisar Rp300 ribu-1 juta/m2. Untuk propertinya, dibanderol antara Rp100 jutaan hingga Rp300 jutaan. Dan pasokan properti seharga inilah yang memenuhi ceruk pasar saat ini.

Sumber: M Hardiansyah

Iklan

2 Tanggapan

  1. Bu Hilda, bagaimana kalau daerah parung, bogor, yang scr faktual geografisnya dgn tangerang selatan. di daerah ini jg mulai ramai. lihat saja jalan raya parung-puspitek yg makin ramai pendirian pabrik, spbu, ruko, dan perumahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: