300 Miliar Rupiah Untuk Tahap I Summarecon Bekasi

Penjualan maksimal klaster eksklusif Grand Orchard di Kelapa Gading, Jakarta Utara serta Scientia Garden di Serpong, Tangerang, dianggap sebagai momentum tepat yang memotivasi PT Summarecon Agung Tbk melansir proyek anyarnya. Di Bekasi, persisnya ruas Jl Ahmad Yani, pengembang yang listing di bursa pada kurun 1990-an ini menggarap Summarecon Bekasi.

Serupa dengan portofolio PT Summarecon Agung Tbk lainnya, Summarecon Bekasi dirancang sebagai township development yang menempati area seluas 240 Ha. Separuh dari lahan ini, menurut Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Johannes Mardjuki, telah diakuisisi sejak 1980 dan merupakan bagian dari land bank perseroan. Secara konseptual, pengembangan skala kota ini mirip dengan Summarecon Kelapa Gading dan Summarecon Serpong. Termasuk komitmen untuk mengadopsi pengembangan berwawasan lingkungan.

Implementasinya berupa inisiasi environmental friendly concept yakni bersahabat dengan dan menjadi bagian dari lingkungan. Tak main-main, PT Summarecon Agung Tbk akan membangun sistem hidrologi baik water plant yang dikerjasamakan dengan PDAM maupun waste water treatment plant modern, berikut saluran induk drainase dan tiga danau yang dimensinya cukup luas. Tiga danau ini berada di tiga titik lokasi dengan fungsi utama sebagai area resapan sekaligus water park.

Dikatakan Direktur Eksekutif Summarecon Bekasi, Adrianto P Adhi, nantinya air limbah yang dikelola kembali melalui proses daur ulang (recycling) dapat digunakan kembali (reuse) untuk menyiram tanaman. Seluruh sistem tata air ini dirancang oleh konsultan asal Belanda.

Summarecon Bekasi adalah compact city yang berisi perumahan sebanyak 16 klaster. Tiap klaster mengokupasi lahan sekitar 5-7 ha. Klaster perdana, Palm Cluster,  ditawarkan seharga mulai dari Rp500 juta. Menyusul berikutnya Mapple Cluster yang dipatok senilai Rp700 juta. Masing-masing klaster ini terdiri atas 300 unit.

Selain landed house, hunian yang dikembangkan meliputi apartemen, townhouse dan kondominium. Seluruh klaster digenapi dengan fasilitas club house yang di dalamnya terdapat kolam renang, arena bermain anak, dan ruang serba guna.

“Pembangunan dan penjualannya akan dimulai awal April ini,” ucap Adhi. Hunian tersebut akan dilengkapi area komersial seluas 35% dari total luas lahan pengembangan. Area komersial ini berisi fitur-fitur popular seperti Summarecon Mall Bekasi (SMB) yang merupakan leased mall, hotel bintang empat, taman perkantoran (rukan dan high rise office), trade center, ruko, fresh market dan lain-lain.

Guna merealisasikan proyek tersebut, PT Summarecon Agung Tbk telah menyiapkan anggaran sejumlah Rp300 miliar untuk pengembangan tahap awal. Rp172 miliar di antaranya dialokasikan untuk pembangunan jalan layang (fly over) Ahmad Yani sepanjang 1 km dengan 4 jalur kendaraan. Jalan Layang Ahmad Yani ini menghubungkan wilayah selatan dan utara Bekasi yang selama ini terpisah oleh jalur rel kereta api. Selain itu, juga akan melintasi Jl Sudirman, dan Jl Pangeran Jayakarta.

Jalan layang ini menjadi akses yang sangat vital untuk transportasi dalam Kota Bekasi jika jalur kereta ganda (double double track/DDT) Manggarai-Cikarang kelar dibangun. Itulah sebabnya, PT Summarecon Agung Tbk yang berkepentingan, menyegerakan  realisasi fly over ini. “Dijadwalkan beroperasi pada 2012, bertepatan dengan dibukanya Summarecon Mall Bekasi pada Juni tahun yang sama,” ungkap Adhi.

Pilihan Investasi

Mempertimbangkan rekam jejak PT Summarecon Agung Tbk dan lokasi pengembangan yang berada di tengah kota, Summarecon Bekasi pantas dilirik. Pasar Kota Bekasi sejatinya begitu luas dan besar. Dengan densitas populasi sekitar 2,5 juta jiwa, ceruknya sangat variatif. Para komuter dengan profil middle level manager ke atas atau mereka yang selama ini bertempat tinggal di kawasan Selatan, Timur dan Utara Bekasi, tetapi bekerja di Jakarta, bakal menjadi pembeli potensial yang menjadi incaran PT Summarecon Agung Tbk. Selain juga pasar riil, yakni repeat buyer yang menjadi pelanggan setia yang telah memiliki properti di Summarecon Kelapa Gading dan Summarecon Serpong.

Harga penawaran perdana senilai Rp500 juta, adalah angka moderat bagi pasar Bekasi. Tidak terlalu tinggi, tetapi saleable, sekali pun dikomprasikan dengan perumahan skala kota eksisting di sekitarnya. Dus, aksesibilitasnya yang mudah dijangkau, serta fasilitas publik dengan varian fitur yang  lengkap. Bila jalan layang dan Summarecon Mall Bekasi beroperasi, maka harga properti tersebut diproyeksikan meningkat sekitar 10-15%. Lebih tinggi dari bunga deposito. Ini dimungkinkan karena penawaran tahap pertama, terhitung terbatas. “Angka ini akan berpotensi menanjak jika progres di lapangan sangat signifikan. Ingat, pasar Bekasi berbeda dengan kawasan lainnya. Mereka tidak bisa diyakinkan hanya dengan konsep dan gambar. Harus ada realisasi secara visual,” ujar Member Broker ERA Ekspress, marla Sanger.

Kehadiran Summarecon Bekasi, imbuh Marla, diakui atau tidak sangat mempengaruhi atmosfer investasi properti di Bekasi menjadi lebih hidup. Kompetisi jauh lebih terbuka. Akan tetapi, kendati properti-properti di sini layak untuk dikoleksi dan mengundang hasrat investor, PT Summarecon Agung Tbk memberlakukan kuota pembelian. “Satu konsumen hanya bisa membeli maksimal dua unit properti. Ini dilakukan untuk menghindari spekulasi harga. Dan kami memang menyasar end user, meskipun pembeli bermotif investasi pun tidak dilarang,” ujar Johannes.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: