SSIA Konsentrasi Pada Jasa Konstruksi dan Hotel

Strategi PT Surya Semesta Internusa Tnk (SSIA) tahun 2010 ini dirancang lebih fokus. Tujuannya, tak lain untuk menghasilkan kinerja lebih baik pada setiap unit usaha perseroan. Dasarnya adalah kondisi kinerja finansial dan manajemen yang handal. Ada pun strategi tersebut antara lain, SSIA akan berkonsentrasi pada sektor jasa konstruksi melalui PT NUsa Raya Cipta, dan PT Pacific Prestress Indonesia Mereka akan memprioritaskan proyek-proyek yang menguntungkan dan berkualitas. Selain itu juga mulai memasuki pembangunan infrastruktur dan memperluas usaha dalam pembangunan sarana dan prasarana pertambangan.

Sementara untuk sektor hospitalitas melalui PT Sitiagung Makmur dan PT Suryalaya Anindita International, SSIA mengutamakan pengembangan budget hotel di beberapa kota di Indonesia. Seperti Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah) dan Surabaya (Jawa Timur). Dan pertengahan tahun 2010 ini, manajemen akan memulai operasi budget hotel pertama di bawah manajemen Surya Internusa Hotel yang berlokasi di gedung pusat perbelanjaan Glodok Plaza.

Pembangunan Banyan Tree Ungasan Resort di Bali juga akan menjadi prioritas utama perseroan. Di samping pekerjaan merenovasi hotel-hotel eksisting seperti Gran Melia Jakarta dan Melia Bali Villas and Spa Resort.

Untuk menyokong rencana strategisnya tersebut, SSIA telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar 10-11 juta dolar AS. Rp30 miliar di antaranya untuk mendukung Banyan Tree Ungasan. Presiden Direktur SSIA, Johannes Suriadjaya mengungkapkan, pihaknya akan menjajaki perbankan guna menyediakan dana capex. Sementara porsi lebih kecil yakni Rp3 miliar-4 miliar dialokasikan untuk jasa konstruksi yang berasal dari kas perseroan. “Jasa konstruksi saat ini sudah mendapat kontrak (contract on hand) sebesar Rp1,2 triliun yang di antaranya berasal dari proyek Ciputra World Jakarta, Cosmo Terrace dan Biu Villas, Pecatu Bali,” imbuh Johannes.

Kinerja perseroan sendiri selama tahun 2009 lalu berhasil mempertahankan laba bersih sebesar Rp17,6 miliar. Kontribusi terbesar dari jasa konstruksi dan perhotelan. Sebaliknya, pendapatan konsolidasi menurun dari Rp1.753,3 miliar pada 2008 menjadi Rp1.484,1 miliar. Dengan laba kotor tercatat meningkat 20,4% menjadi Rp347,8 miliar dari sebelumnya Rp288,8 miliar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: