Secawan Kopi Bersama Pak Harry

Menepati janji adalah sebuah prestasi tersendiri. Apalagi di Jakarta, kota yang teramat padat, sibuk dan macet, ini. Tapi, itu semua tidak saya jadikan excuse untuk mangkir sesaat atau sejam bertemu Pak Harry. Maka, berlayarlah saya mengarungi Jagorawi dan tol dalam kota menuju Plaza BII, tempat beliau berdedikasi selama ini, pagi-pagi sekali…

Siapa Pak Harry? Dialah arsitek di balik nama besar PT BSD Tbk dan PT Duta Pertiwi Tbk. Di tangan dinginnya (memang dingin ketika kami berjabat erat), kedua perusahaan itu merajai bisnis dan industri properti selama beberapa tahun terakhir. Agresifitas PT BSD Tbk dan PT Duta Pertiwi Tbk direpresentasikan dengan proyek pengembangan BSD City tahap II ribuan hektar dan lima properti skala kota; Kota Wisata (Bogor), Grand Wisata (Bekasi), Legenda Wisata (Bogor), Balikpapan Baru (Balikpapan) dan Wisata Bukit Mas (Surabaya).

“Mari silakan pesan kopi… ngobrol di sini aja ya, lebih rileks,” tawarnya sesaat setelah kami bersua  muka di pagi yang sangat cerah.

Dalam atmosfer hangat, akrab serta sarat gelak tawa dan canda, Harry mengutarakan rencana-rencana besarnya berikut strategi pendukungnya. Merupakan hal biasa bagi saya kala berbincang dengan lulusan Universitas Parahyangan Bandung ini. Tak ada sekat, juga seolah-olah jaga martabat. Namun, sebaliknya, hal lumrah pula ketika saya tidak mendapati yang serupa pada petinggi-petinggi perusahaan properti lainnya. Berajudan, berpengawal, dan tentu saja berjaga jarak….

Secangkir kopi hitam untuk Pak Harry telah tersaji. Asap putihnya mengepulkan aroma mewangi… khas butir kopi tergerus air panas…. “Silakan minum kopinya…jangan lupa pesan juga untuk breakfast-nya,” tandas pria bersahaja ini. Saking sederhananya, ia emoh berdasi. Bisa jadi, jika Anda menemukannya di lobi sebuah gedung tinggi atau di pelataran parkir pusat belanja, Anda tak akan mengenali bahwa ia adalah seorang pemimpin direksi…

Bibir tipisnya mulai menyeruput kopi. Terdengar suara selusup yang nikmat. Dan ia dengan bebas melepasnya menjadi kelegaan. Nikmat pagi yang harus disyukuri, ujarnya. Seruput pertama hampir hilang. Harry bergegas menunaikan janjinya. Dengan tutur kalimat lancar dan cepat serta artikulasi yang lumayan jelas, ia membeberkan nyaris semuanya. Kenapa nyaris? karena ada beberapa yang sifatnya masih konfidensial.

“Bisa jadi, nanti BSD City menempel atau malah bersinergi dengan Lippo Village. Saat ini yang terdekat adalah Summarecon Serpong, akan ada koneksi nanti”.

Dalam paparannya, pasca tegukkan kopi kedua, untuk tahun 2011, bakal dibangun klaster CBD seluas 50 Ha. Lahannya ini dalam kondisi siap bangun. Itu berarti dapat dibeli atau dimiliki oleh siapapun yang tertarik mengepakkan sayap usahanya di sini. Selain perkantoran berstruktur low rise, juga direncanakan keberadaan shopping center, meeting point dan lifestyle center dalam kemasan indoor dan outdoor.

Dalam  rentang waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan. Selain tahap II, juga telah disiapkan Tahap III. Pendek kata, “Kami akan terus membangun, baik hunian maupun komersial. Setiap tahun target kami adalah 2.000 unit rumah terbangun dengan area pengembangan 10-20 Ha. Nilai investasinya kami proyeksikan di atas Rp1,5 triliun,” ungkap Harry seraya kembali meneguk hampir tandas kopinya.

Ada pun pengembangan pertama BSD City tahap II dengan luas total lahan 850 Ha, dijadwalkan rampung pada 2013. Selain fokus pada commercial office dan juga residensial eksklusif. Sementara pengembangan keduanya seluas 1.000 Ha (kombinasi antara residensial dan commercial retail) dan rampung pada 2018.

Future development BSD Tahap III, diungkapkan Harry, lebih ke arah barat, di antaranya Legok dan juga nantinya bakal bersebelahan dengan Lippo Village. Realisasinya akan dimulai pada 2018. Pengembangan pertama tahap III adalah 500 Ha untuk jalur komersial yang merupakan kumpulan area klaster berupa CBD-CBD. Di mana satu klaster mendapat alokasi sekitar 40-50 Ha. Jalur komersial ini akan diisi low rise office berkonsep green development. Diameter hijau (jalur hijau) untuk infrastrukturnya saja selebar 50-60 meter. Pedestriannya 10-15 meter dan ROW jalannya 100-120 meter.

Sambil mengangkat cawan kopi separuh kosong, pria ramah ini mengungkapkan obsesinya. “Saya ingin BSD City menjadi kota yang bisa menggantikan peran Jakarta untuk beberapa fungsi. Kota penyangga yang bisa menghidupi dirinya sendiri. Sentra jasa dan perdagangan, sentra bisnis dan juga sentra edukasi. Tak luput, urban planning kami lebih tertata dengan baik. BSD City juga bisa berfungsi sebagai buffer zone Saya ingin ke depan, etah sepuluh atau tiga puluh tahun lagi, selepas saya menunaikan peran di sini, BSD City mewujud sebagai sentra kehidupan warga Serpong khususnya dan Tangerang, umunya. Potensinya luar biasa besar jika hanya digarap secara parsial,” ucap Harry.

Sambil berdiri, Harry menggamit tangan saya. “Gak terasa satu jam setengah kita nongkrong di kafe ini… yuuuk ke atas. Saya ada beberapa meeting dengan direksi. Karena minggu depan saya harus ke Vegas,” ungkapnya.

ngapain pak ke sana? menjajaki kerjasama buka kasino di BSD City? tanya saya ingin tahu.

“hahahaha…. refreshing…. selain ke Vegas, juga ke Hong Kong dan Taiwan. Saya akan cari investor baru buat BSD City,” imbuh Harry menutup pembicaraan intim namun penuh penghormatan.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Wah blog nya sangat aktual tentang berita perkembangan propertynya,selamat yah,tingkatkan info mengenai dunia property Indonesia Baru dengan new vision Golden Age Indonesia 2025,tq

    Best Regards

    Rudy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: