Ghofar Rozaq Nazila, Yang Muda Yang Berjaya

Sedikit pengembang pendatang baru yang langsung melesat dan menyita perhatian publik. Apalagi dengan kualifikasi di atas rata-rata kelasnya. Relife Group adalah satu di antara yang langka itu. Kultur dan filosofi bisnisnya memang menjauhi mainstream; negasi terhadap orientasi profit an sich. Relife Group tumbuh melalui proses akulturasi idealisme dan kontekstualisme. Dapat dimafhumi, bila dalam perjalanannya kemudian, Relife Group dapat merawat konsumen dengan baik, dan bahkan meraup konsumen baru.

Kelompok usaha ini merintis eksistensinya dari nol, empat tahun silam. Mulai dari jasa konstruksi dan memasarkan rumah hanya 4 unit saja di kawasan Beji, Depok, hingga perumahan dengan skala lebih besar, Lakes Ville seluas 5 Ha di Tangerang Selatan. Menggenapi total portofolionya menjadi 8 dengan aset lebih dari Rp50 miliar.

Relife Group didirikan oleh sejumlah anak muda dengan asa luar biasa. Dimotori Ghofar Rozaq Nazila. Lelaki kelahiran Jepara, 3 Februari 1982 ini, berani bermimpi dan mampu merealisasikannya dalam wujud hunian berkualitas dengan harga bersahabat. Dalam perspektif bisnis modern, mereka memberikan value for money. “Ketika konsumen membeli rumah yang kami bangun, mereka sekaligus mendapatkan nilai lebih berupa potensi investasi dan mutu bangunan yang secara visual dapat dibedakan dengan perumahan sekelasnya. Bukan seberapa besar uang yang dikeluarkan, itulah yang didapat,” ucap lulusan Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Indonesia, ini.

Yang menarik adalah, kita akan mendapati atmosfer yang sama pada perumahan-perumahan yang mereka bangun. Baik dalam konsep yang membumikan gagasan kembali ke alam maupun kualitas fisik bangunan dan layanan purna jual. Dus, yang paling utama adalah Islam kultural yang terakomodasi secara memadai.

Mengapa Islam kultural? Ghofar secara sadar memasuki wilayah yang sensitifitas dan kompleksitasnya begitu tinggi. Ia membawa Islam kultural dalam spirit pengembangan. Pun dengan ekspansinya ke depan. “Kami ingin membagi semangat dan nilai-nilai Islami yang universal kepada para konsumen melalui etos kerja dan etika bisnis yang kami tampilkan. Karena basis bisnis properti adalah kepercayaan. Kami harus menjaga amanah itu,” urai penulis Housing Crisis in Malaysia: Back to a humanistic Agenda (co-writing with Prof. Dr. M. Tajuddin M Rasdi).

Selama empat tahun secara formal menggeluti bisnis dan industri properti, Ghofar telah membawa Relife Group ke altar yang layak untuk dicermati. Grafik pendapatannya terus meningkat setiap tahun. Tahun lalu, mereka mampu meraih revenue sebesar Rp80 miliar. Tahun ini ditargetkan Rp100 miliar. Optimisme ini berbasiskan pada nilai penjualan aktual atas Green Life Residences di Jakarta Timur dan Greenland Residences di Depok. Untuk yang pertama, bahkan akan dibangun ekstensinya. Mereka telah mengakuisisi lahan seluas 6,5 Ha yang di atasnya bakal dibangun 300 unit rumah dengan patokan harga sekitar Rp250 juta/700 juta. Sementara proyek paling gres adalah Lakes Ville yang ditawarkan senilai Rp400 juta-1 miliar/unit. Berbeda dengan proyek sebelumnya, Lakes Ville ini berkolaborasi dengan mitra strategis pemilik lahan.

“Ini bagian dari strategi bisnis kami. Bermitra dengan pemilik lahan,” imbuh ayah tiga anak ini. Selain itu, mereka juga tengah mengembangkan strategic business unit (SBU) yang akan memperkokoh konstruksi Relife Group menjadi sebuah induk usaha. Ada tiga SBU yang tengah dan akan dirintis yakni Relife Realty Indonesia yang fokus mengkonversi aset dan development, Relife Property Management yang mengkonsentrasikan diri pada pengadaan bisnis pendidikan, kesehatan, dan hiburan serta gaya hidup. Dan terakhir adalah Relife Property Investment yang dirancang sebagai pengelola investasi.

Seiring dengan membesarnya konstruksi bisnis induk usaha, Ghofar pun memandang perlu merelokasi headquarter-nya ke gedung perkantoran yang akan dibangun sendiri. Lokasinya di koridor Simatupang, rencananya gedung ini akan setingi 24 lantai. “Ini rencana besar selanjutnya dalam empat tahun ke depan. Menyusul Islamic Resort di kawasan Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat,” ungkapnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: