Syariah Meraup Berkah

Sejauhmana efektifitas label Islam dalam menentukan tingkat penjualan properti? Kendati belum ada studi ilmiah yang dapat mendeskripsikan korelasinya, namun setidaknya secara sentimental, Islam sebagai brand dapat menawan calon pembeli muslim.

Properti islami atau lebih spesifik lagi, perumahan islami secara konsepsi masih terbuka untuk diperdebatkan. Karena ia tidak sebatas membangun perumahan menghadap kiblat atau tersedianya mesjid. Lebih dari itu, seluruh aktifitas yang kelak dilakukan warga yang mendiami perumahan ini harus diatur sesuai syariah.

Sayangnya, refleksi atas impelemntasi syariah itu masih belum maksimal. Seperti diakui Syahnan Lubis Nasution, owner PT Mustika Hadiasri, pengembang Villa Ilhami Tangerang, sangat berat mengemban amanah membangun perumahan islami. Ada banyak kendala yang dihadapi, seperti tudingan eksklusifitas dan mengisolasi komunitas. Bahkan tak jarang dituduh mengusung label islami hanya untuk kepentingan bisnis, supaya laku terjual.

“Hal-hal seperti itu pada awalnya memang sangat mengganggu. Sehingga wajar saja jika kami belum maksimal mengimplementasikan konsep Islami. Katakan saja pengenaan biaya denda atas keterlambatan cicilan KPR atau biaya lainnya yang tak dikenal dalam transaksi ekonomi syariah,” ungkap Syahnan yang mengakui baru 70% dari sekitar 1.500 unit Villa Ilhami yang terjual, menggunakan KPR yang dibiayai bank syariah. Sisanya masih bank konvensional.

Dikatakan Presiden Direktur Relife Group, Ghofar Rozaq Nazila, pengembangan konsep islami memang harus komprehensif. “Tidak melulu mengurus hal-hal besar halal-haram juga hal mendetil. Menunaikan janji sesuai dengan klausul perjanjian jual beli, delivery tepat waktu, dan pemenuhan spesifikasi material bangunan. Hal-hal seperti ini yang tampaknya masih luput diperhatikan. Padahal dari yang kecil ini dapat diketahui sejauh mana keseriusan pengembang tersebut melabeli dirinya sebagai islami,” imbuh Ghofar.

Lepas dari stigma eksklusifitas dan atau implementasi yang belum digarap secara maksimal, perumahan berlabel islami jelas memikat calon pembeli. Tak main-main, ceruk pasarnya luas dan besar. Besarnya persentase populasi muslim di Indonesia dibaca sebagai peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik. Ditambah lagi tahun-tahun terakhir ini, perbankan Nasional kian royal mengobral KPR berbasis Syariah. BRI Syariah malah mematok pertumbuhan hingga 400% menjadi Rp960 miliar. Sementara CIMB Niaga Syariah menargetkan Rp500 miliar hingga akhir 2010 ini.

Itulah mengapa para pengembang termotivasi untuk membangun perumahan islami. Selain PT Mustika Hadiasri dan PT Telaga Sakinah yang merupakan perintisya, belakangan bermunculan nama-nama baru macam Relife Group, Darussalam Group, Az Zikra Group, Riscon Victory, dan lain sebagainya.

Prestasi penjualan aktual yang terbukukan bolehlah dianggap sebagai presentasi betapa demand untuk perumahan jenis ini sangat besar. Kurva pendapatan Relife Group dari hasil penjualan terus menanjak. Mereka mampu mencetak angka Rp50 miliar pada tahun 2008 dan Rp80 miliar pada 2009. Kendati secara faktual nama-nama islami tidak disematkan, namun atmosfer, etos kerja, etiket bisnis dan lebih dalam lagi Islam kultural yang mereka perlihatkan ternyata sangat memikat pasar.

Tak heran, hingga kini mereka terus mengepakkan sayap bisnisnya dengan merilis proyek-proyek dan unit bisnis strategis baru. Sementara PT Mustika Hadiasri menambah klaster baru di Villa Ilhami bertajuk Munawaroh sebanyak 130 unit. Harga yang ditawarkan sekitar Rp448 juta untuk tipe 62/120.

Konsep islami direpresentasikan  dengan penyediaan mesjid di setiap 120 unit rumah, selain arah kiblat yang menjadi acuan haluan rumah. Di luar Villa Ilhami, PT Mustika Hadiasri kini tengah menggarap beberapa proyek serupa. Seperti Villa Ilhami Permata di Bandung, Jawa Barat, seluas total 6 Ha dengan jumlah rumah 86 unit. Villa Ilhami Asri di atas lahan selapang 4 Ha di Pekanbaru, Riau, dan Villa Rizki Ilhami di Karawaci Tangerang. Yang terakhir ini, rencananya akan dilansir pada Oktober mendatang. Luas lahan yang diokupasi sekitar 20 Ha.

Menariknya, terdapat diskrepansi antara harga rumah yang dipatok dengan identitas  sebagian besar muslim Indonesia yang lekat dengan kredo ‘masyarakat berpenghasilan rendah’. Jika rumah-rumah generasi pertama  Villa Ilhami di bawah Rp100 juta, kini mereka berani bermain di angka Rp300 juta-500 juta. Demikian halnya dengan Lakes Ville yang diawarkan Relife Group. Bahkan jauh di atasnya, yakni Rp700 juta-1 miliar.  Sementara  PT Riscon Victory memasarkan Al Azhar Green Garden di Bogor dengan harga lebih variatif. Dimulai dari angka Rp176 juta untuk tipe 30/84 hingga Rp600 juta (120/120).

Terhadap hal ini, Ghofar punya argumentasi sendiri. Bahwa, “Bukan hanya karena kami ingin ‘naik kelas’ sehingga prestis dapat lebih menjulang, juga karena kami ingin mengakomodasi kebutuhan semua kelas. Perumahan yang secara sadar dirancang dengan identifikasi islami untuk kelas di atas Rp500 juta, boleh dibilang belum ada. Untuk itulah kami mengolah zona market ini. Tentu saja dengan atribut keseriusan dan juga kultur merawat konsumen berupa servis yang berkualitas,” tandasnya.

Bagaimana dengan strategi pemasaran? Baik Syahnan maupun Ghofar bersepakat bahwa pemanfaatan komunitas atau kelompok dengan kesamaan identitas dipandang sebagai kegiatan pemasaran dan promosi yang sangat efektif. Dus, mempertahankan dan memperluas real maupun potential buyer. “Betul, label islami memang memberi berkah. Namun, sanga naïf jika nilai-nilai islami dijadikan label belaka. Kami harus mempertanggungjawabkan komitmen ini kepada konsumen secara sungguh-sungguh,” ucap Syahnun.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Mau tanya untuk perumahan Lakes Ville ini lokasinya dimana ya? Saya coba cek di web tidak ada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: