Broadbiz Asia Kembangkan Paragon Village

Paragon Village, proyek anami pertama milik PT Broadbiz Asia, secara resmi diawali konstruksinya pada 19 Juni lalu. Lokasi anami ini berada di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten. Tak jauh dari Lippo Village milik PT Lippo Karawaci Tbk.

Kondisi tersebut dipandang sebagai nilai tambah, sebab Karawaci aktual merupakan kawasan yang cukup dinamis perkembangannya. Tidak saja terdapat banyak perguruan tinggi dengan mahasiswa berjumlah ribuan, juga industri-industri yang memiliki ribuan karyawan. Ini merupakan peluang bagi Paragon Village untuk menggaet simpati pasar dengan demografis seperti itu.

Dikatakan Presiden Direktur PT Broadbiz Asia, Robby Irwanto, kalangan mahasiswa dan karyawan industri memang merupakan target yang disasar. Merekalah potential buyer atau potential renter yang bakal menyerap unit-unit Paragon Village.  Jika dikomparasikan dengan rumah-rumah yang disewakan seharga Rp500 ribu-1 juta/bulan, tawaran Paraon Village ini memang cukup menarik. Dengan jumlah uang muka yang harus dibayarkan sebesar Rp14 juta, pembeli yang berminat tinggal membayar cicilan sebesar Rp700 ribu-1,5 juta/bulan.

“Lebih kompetitif, karena biaya sewa rumah atau kontrakan bisa dikonversikan untuk membayar cicilan anami yang bisa dimiliki seumur hidup,” kata Robby.

Hingga kini, Paragon Village telah terserap sebanyak 70% dari total 1.270 unit yang dipasarkan untuk tahap pengembangan pertama.

Paragon Village yang terdiri atas 4 menara setinggi 12 lantai akan direncanakan rampung dalam 15 bulan ke depan. Menurut Robby, meski dijual dengan harga relatif murah yakni Rp90 juta untuk 1 kamar tidur dan Rp300 juta untuk 3 kamar tidur, akan dilengkapi dengan fasilitas layaknya apartemen menengah. Seperti kolam renang, sarana kebugaran, jogging track, tempat ibadah, arena komersial dan fasilitas free wifi. “Nilai konstruksi anami ini diperkirakan mencapai Rp200 miliar,” ujar Robby.

Sementara itu, Deputi Menteri Perumahan Rakyat, Zulfi Syarif Koto mengatakan dengan dimulainya pembangunan Paragon Village, menggenapi jumlah anami yang komit dibangun yakni sebanyak 88 proyek. Jumlah ini baru sebagian kecil dari total 747 proposal anami yang diajukan ke Kementerian Perumahan Rakyat. “Dari jumlah proposal itu 357 di antaranya masih dalam proses perijinan, 40 proyek telah mencapai tahap tutup atap dan 35 sudah serah terima kunci,” papar Zulfi.

Statistik tersebut sekaligus memperlihatkan, bahwa hingga Mei 2010, pasok anami yang masuk ke pasar, baru mencapai 40.000 unit. Disparitas yang masih sangat jauh dengan backlog hunian yang sudah berada pada angka 9,4 juta unit.

Iklan

2 Tanggapan

  1. anami apaan ya?

    • apartemen sederhana milik (anami) tapi ada juga yang mengklaim sebagai apartemen menengah milik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: