Nuansa Pesona Asri Cara Generasi Kedua Unjuk Gigi

Ingat nama perumahan Pesona Khayangan dan Pesona Depok? Satu dekade silam, Grup Pesona, pengembangnya, sangatlah popular. Mereka, kala itu, tercatat sebagai pengembang formal satu-satunya yang berbasis kultural Betawi-Arab. Tulisan ini, tidak hendak menggiring pembaca kepada ranah SARA yang ditabukan itu. Sebaliknya, aktifitas terbaru mereka yang akan dikemukakan.

Memang, Grup Pesona kalah gemanya dibanding pengembang raksasa macam Grup Agung Podomoro, Grup Ciputra, Grup Bakrie dan Duta Pertiwi. Namun begitu, mereka tak kalah agresif. Usai serial perumahan berlabel Pesona yang fenomenal itu, setidaknya di kawasan Depok, sebagai wilayah garapannya, mereka kini merambah Bogor, Jawa Barat dan wilayah pinggiran lainnya.

Di bawah kendali generasi kedua berbadan hukum baru, PT Nuansa Pesona Asri,  menggebrak pasar dengan produk-produk yang tak bisa dipandang sebelah mata. Mutiara Sentul, di Bogor, contohnya. Perumahan seluas 15 Ha ini berpenampilan meyakinkan. Tampilan visual dan fasadnya menarik. Diimbuhi lokasi yang sangat strategis dan aksesibel, dekat dengan pintu tol Sirkuit Sentul. Menarik minat pasar dengan prestasi penjualan 95% dari total 540 unit.

Terhadap kinerja penjualan ini, Sarah, selaku Direktur Marketing PT Nuansa Pesona Asri yang juga putri kandung salah satu share holder Grup Pesona mengatakan, tak lepas dari market research dan feasibility study yang mendalam. “Kami membangun rumah untuk manusia. Jadi, dirancang semanusiawi mungkin. Ketika kami memasukinya, kami harus merasa berada di dalam rumah, bukan kandang. Itulah mengapa, ketika rilis perdana, disambut antusias pasar,” ungkap Sarah.

Kendati harus membangun badan hukum baru, Sarah dan keempat saudaranya, menganggapnya bukan kendala yang membuat mereka menyerah. Apalagi dalam waktu bersamaan, mereka juga harus berkompetisi dengan Sentul City dan Bogor Nirwana Residences yang dibangun pengembang veteran dengan reputasi tak diragukan. Namun, Sarah bersaudara telanjur bertekad kuat menancapkan tajinya di sektor properti.

Mutiara Sentul adalah anak kandungnya yang memberi posisi strategis dalam pencapaian aktualnya kemudian. “Ada banyak konsumen yang bertanya, kapan lagi membangun proyek baru. Ini kami anggap sebagai captive sekaligus potential market yang harus diakomodasi dengan cepat dan tepat,” lanjut Sarah. Dari kondisi pasar yang memperlihatkan posisi permintaan yang cenderung meningkat, terutama di kawasan Sentul, Cibinong dan sekitarnya itulah, PT Nuansa Pesona Asri lantas melansir The Nature.

Ini merupakan proyek real estat ketiga, seluas 20 Ha, setelah Mutiara Sentul dan Mutiara Depok (12 Ha). The Nature yang berkonsep pengembangan serba green baik desain arsitektural maupun development-nya, ditawarkan ke pasar seharga mulai dari Rp230 juta (36/84) hingga Rp1,2 miliar (300 m2).

Dalam kampanye promosinya yang cenderung below the line, The Nature ternyata bisa juga memikat pasar. Selama pre launching, disambut antusias calon konsumen. Belajar dari Mutiara Sentul, mereka mempertahankan strategi membangun rumah contoh sebanyak 3-5 unit untuk 13 tipe. Ini rupanya yang membuat cara menjual mereka cukup efektif. “Kami sadar, bahwa prototipe rumah itu harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Dan kami membangun karena memang kebutuhan itu ada,” lanjut Sarah.

Selain The Nature, PT Nuansa Pesona Asri juga tengah mengembangkan Mutiara Hijau di Cibinong seluas 2 Ha dan Mutiara Biru di Depok. Keduanya memiliki karakteristik produk yang berbeda disesuaikan dengan segmen pasar dan juga catchment area yang disasar.

“Kami belajar dari pendahulu. Jika ingin sukses dalam arti produk terserap, jangan pernah menjauhi pasar. Kami justru mendekatkan diri dengan harapan gap antara kebutuhan dan realisasi bisa dikurangi. Syukur-syukur bisa terhapus,” kata Sarah seraya menambahkan, untuk konstruksi finansial mereka memilih memanfaatkan potensi yang ada yakni menjaga cash flow (aliran kas) internal perusahaan tetap lancar. Tanpa menafikan pinjaman perbankan.

Ada pun portofolio lainnya yang telah mereka dirikan adalah, Duta Gema Pesona, di Cilandak, Cassa De Cantik, (Cinere), Casa De Mampang (Mampang), dan Lenteng Agung Residence (Lenteng Agung). Keempatnya merupakan town house dengan harga terendah per unit  Rp400 jutaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: