Berbagai Opsi Berinvestasi

Belahan timur dan sebagian utara, belumlah semenor barat dan selatan Jakarta. Dilihat dari pengembangan fisik secara masif, timur dan sebagian utara itu jelas kalah jauh. Padahal, keduanya memiliki potensi unik dan menarik yang apabila dieksplorasi secara optimal, bakal mampu menandingi wilayah barat dan selatan. Yang terutama adalah ketersediaan surplus lahan yang belum tergarap. Karenanya, harganya masih terbilang rendah. Dan mestinya dapat dijadikan amunisi produksi properti yang kompetitif.

Namun, itu tak lama lagi. Karena kedua wilayah ’tertinggal’ ini tengah mempercantik diri dengan tampilan visual yang kelak dapat menarik minat dan selera investor. Fitur yang melengkapi persiapan wilayah timur dan sebagian utara itu adalah siap dioperasikannya Jalur Akses Tanjung Priok sepanjang 3,4 Km. Belum cukup di situ, JORR E1 ini nantinya akan dilanjutkan sampai Pelabuhan Tanjung Priok dan menyambung ke jalan tol dalam kota segmen Ancol sepanjang 13,3 Km.

Pembangunan tol yang langsung mengakses ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejatinya dibagi menjadi 5 seksi yakni East-1 yang baru saja selesai dikerjakan, East-2 Cilincing-Jampea sepanjang 4,2 km, West-1 Jampea-Kampung Bahari (2,8 km), West-2 Kampung Bahari-Harbour Toll Road (2,9 km) dan North South Jampea-Kebon Bawang (1,7 km).

Kehadiran Jalan Tol Akses Tanjung Priok bisa dijadikan alternatif bagi pengguna kendaraan, khususnya berukuran besar, yang akan menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Bila sebelumnya harus melalui Jalan Tol Wiyoto Wiyono (Tol Dalam Kota Jakarta), sekarang bisa melewati ruas itu. Dengan demikian, kepadatan di Tol Dalam Kota Jakarta dapat  tereduksi. Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto meminta agar eskalasi pembangunan akses langsung keseluruhan bisa diwujudkan segera mengingat infrastruktur ini dapat membantu percepatan pertumbuhan ekonomi, terutama arus barang dari dan ke pelabuhan.

Tidak hanya itu. Keberadaan akses langsung tersebut berekses positif pada perkembangan kawasan Cakung-Cilincing (Jakarta Utara) dan sekitarnya, seperti Pulogebang (Jakarta Timur) dan Bekasi Utara. Kedua kawasan pengembangan baru ini diyakini akan semakin pesat, dinamis dan terbuka. Aksesibilitas menjadi murah dan mudah, baik yang menuju maupun dari Jakarta.

Aktifitas pembangunan fisik pun tak kalah marak. Di beberapa ruas yang dilintasi atau dekat dengan segmen akses langsung ke Tanjung Priok ini sarat dengan pengembangan properti. Sebut saja Jakarta Garden City (PT Mitra Sindo Sukses/kolaborasi Keppel Land dan Modernland Realty), Rorotan Kirana (PT Nusa Kirana), Kota Harapan Indah (Grup Damai Putera), Kota Baru Perumnas (PT Bakrieland Development Tbk dan Perum Perumnas), dan  Metland Menteng (PT Metropolitan Land).

Begitu pula dengan area yang diperuntukan khusus kegiatan industri. Kendati pertumbuhannya paling lambat dibanding sub sektor properti lainnya, namun, aktifitas pengembangan kawasan industri tetap ada. Yang teranyar adalah Marunda Center. Ini merupakan kawasan industri pergudangan yang dibangun PT Tegar Prima Jaya.

Berikut ini beberapa opsi pengembangan properti yang laik untuk dijadikan instrumen investasi;

Jakarta Garden City

Hasil kolaborasi Keppel Land, pengembang asal Singapura dan Modernland Realty, di atas lahan seluas 270 hektar ini berlokasi di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Proyek perumahan yang baru saja menerima penghargaan sebagai perumahan terbaik kedua di dunia versi Federasi Real Estate Indonesia (FIABCI) ini semakin agresif membangun. Sejak dikembangkan pada 2008, kini wujud JGC sebagai township sudah terlihat. Infrastruktur jalan masuk dari jalan Cakung-Cilincing dan lingkungan sudah terbangun. Kini sedang dibangun jalan masuk dari Jl Raya Bekasi, dan rencananya akan dioperasikan September 2010.

Untuk rumah sudah terbangun sekitar 415 unit, dan cukup banyak yang dihuni. Tahun ini pengembang JGC akan membangun rumah hingga jumlahnya menjadi 900 unit.  Harganya mulai dari Rp600 juta sampai Rpl,5 miliar. “Kami yakin keberadaan akses ke dan dari Jl Raya Bekasi  akan menghidupkan fasilitas komersial di sini, seperti shopping arcade, modern market juga club house yang akan dibuka pada 2011,” ujar Lim Seng Bin, Presiden Direktur Jakarta Garden City.

Keberadaan Jalan Tol Akses Tanjung Priok sangat ditunggu JGC karena akan mempersingkat waktu tempuh penghuni menuju pusat kota Jakarta. ”Jika akses tersebut seluruhnya jadi, penjualan  meningkat tajam,” ujar Lim.

Rorotan Kirana

Produk gres seluas 120 hektar ini akan segera diluncurkan PT Nusa Kirana. Lokasinya berseberangan dengan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung-Cilincing. Progres terkini adalah cut and fill untuk rumah kelas menengah-atas dengan berbagai fasilitas pendukung. ”Kami juga tengah menanti kelarnya Jalan Tol Akses Tanjung Priok,” ujar Catherine Lee, Kepala Bagian Pemasaran PT Nusa Kirana.

Nantinya, kata Catherine, akan dibuat exit toll langsung ke Jalan Tol Akses Tanjung Priok, melewati kali Cakung Drain. ”Kami yakin perumahan ini diminati masyarakat karena masih di berada di wilayah Jakarta dengan aksesibilitas yang baik,” imbuhnya.

Kota Harapan Indah

Kondisi kawasan seluas 2.000 hektar terkini adalah 40 persen lahannya sudah terbangun dan dihuni sekitar 60 ribu kepala keluarga (KK). Kurva penjualannya terus bergerak dari tahun ke tahun. “Tahun 2010, kami targetkan dua kali lipat,” ujar Hyronimus Yohannes, Marketing Manager Kota Harapan Indah.

Banyaknya fasilitas yang sudah ada di properti milik Damai Putra Group sejak tahun 1990 membuat  penghuni mendapatkan kenyamanan karena tidak perlu ke luar kawasan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Fasilitas yang sudah tersedia antara lain Sport Center, Sentra Niaga, Sentra Onderdil, Sentra Bisnis, Rumah Sakit, Sekolah dari SD s/d SMU (Sekolah BPK Penabur dan John Paul), Tempat Ibadah, Carrefour, KFC, dan Pasar Modern.

Pilihan rumah di Kota Harapan Indah sangat beragam. Harganya mulai Rp200 jutaan sampai Rp2 miliar. Tahun ini, akan diluncurkan minimal empat cluster baru yakni Ifolia tahap 2, Heliconia Extension tahap 2, Asia Tropis, dan Green East Wood. Untuk menuju Kota Harapan Indah bisa melalui pintu tol Cakung (JORR) maupun pintu tol Bekasi Barat  (Jakarta-Cikampek). Lokasinya hanya berjarak 9 km dari Kelapa Gading. Rencananya juga akan dibuka akses tol sisi utara dari tol Tanjung Priok-Cibitung.

Kota Baru Perumnas

Perum Perumnas dan PT Bakrieland Development Tbk. berkongsi mengembangkan lahan seluas total 180 hektar di kawasan Pulogebang, Jakarta Timur yang diberinama Kota Baru Perumnas (KBP). Di atas lahan 3,2 hektar, sudah terbangun tiga blok menara apartemen Sentra Timur Residence sebanyak 1.327 unit baru yang merupakan bagian dari rencana 11 menara yang akan dibangun di atas lahan 7,9 hektar.

Awal bulan lalu, apartemen Sentra Timur Residence sudah mulai diserahterimakan kepada 157 pembeli. Pada tahap berikutnya akan digarap tiga menara pada awal 2011, dan lima menara berikutnya pada 2012. “Harga unit apartemen di Sentra Timur Residence sudah naik dua kali lipat sejak pertama kali diluncurkan,” kata Dicky Setiawan, Direktur Utama PT Bakrie Pangripta Loka selaku pengembang.

KBP sendiri dirancang sebagai sentra bisnis di Jakarta Timur seiring dengan rencana dibukanya akses langsung ke jalan tol JORR dan relokasi terminal Pulogadung ke Pulogebang. Saat ini untuk menuju Kota Baru Perumnas, bisa melewati tol JORR, keluar di pintu tol  Pulogebang. Selain itu juga akan dibangun stasiun kereta api yang lebih representatif dan flyover di perlintasan kereta api untuk menghindari kemacetan saat jam sibuk.

Bakrieland Development  juga merencanakan untuk membangun gedung perkantoran tiga lantai dan hotel bintang tiga plus-plus untuk keperluan meeting, incentives, convention, exhibition (MICE) dengan operator hotel berjaringan internasional. Sehingga diharapkan KBP bertransformasi menjadi sentra aktifitas bisnis, jasa, hiburan, dan komersial. Apartemen Sentra Timur Residence sebagai embrio KBP, ditawarkan ke pasar sebanyak tiga tipe yakni 21, 30, 36, dan 45 dengan harga mulai dari Rp150 juta sampai Rp250 juta

Metland Menteng

Dahulu bernama Menteng Metropolitan. ”Kami mengubahnya menjadi Metland Menteng dan menjadi perumahan yang diminati masyarakat karena kenyamanannya,” ujar Ernanda Dharmapribadi, General Manager Metland Menteng. Berbagai fasilitas akan ditambah. Akhir tahun ini bakal dibangun executive sport club seluas 1,1 hektar dan di sebelahnya area outboond untuk anak-anak yang berisi ATV, flying fox, dan lain-lain.

Saat ini sudah tersedia berbagai fasilitas pendukung seperti wahana rekreasi air Waterland seluas 1,2 hektar, lapangan tenis, lapangan bulutangkis, lapangan futsal, taman bermain dan food garden. Keberadaan Jalan Tol Akses Tanjung Priok,  kata Ernanda, sangat dinanti untuk semakin memudahkan penghuni beraktifitas. Saat ini Metland Menteng menawarkan rumah seharga mulai Rp443 juta hingga Rp1 miliar.

Marunda Center

Marunda Center seluas 500 hektar dikembangkan untuk menjadi kawasan industri  terpadu berskala international. ”Artinya segala kegiatan ekonomi mulai dari hulu ke hilir ada di dalamnya,” ujar Iwan Djunaedi, Direktur PT Tegar Primajaya, pengembang Marunda Center. Untuk itu, Kawasan Industri Marunda Center dikembangkan menggunakan zoning pergudangan dan area industri. Area pergudangan tersegregasi dalam sistem cluster dengan hanya satu gerbang masuk yang dijaga security 24 jam, agar dapat tercipta kenyamanan dan keamanan bagi para pemilik gudang dalam beraktivitas.

Lokasinya sangat strategis, hanya berjarak 9 Km dari Pelabuhan, 11 Km dari Kelapa Gading, 15 Km dari Sunter, dan 30 Km dari Bandara. Berbagai tipe gudang ditawarkan dengan harga mulai Rp809 juta, antara lain tipe 320/240, 384/288, 480/360, 600/420, 1380/966, dan 3000/1380. Selain itu juga ditawarkan kavling siap pakai mulai dari 100 m2 sampai 10 Ha dengan harga Rp1,5 juta/m2. ”Kelebihan kami, harganya lebih murah dibandingkan properti sejenis di Pulogadung dan Sunter,” ujar Iwan.

Keberadaan Jalan Tol Akses Tanjung Priok, imbuhnya, dapat menyingkat jarak tempuh ke Pelabuhan, ke Tol Cikampek, Tol Jagorawi dan Tol JORR ke arah Pondok Indah dan BSD. Marunda Center akan semakin strategis jika rencana Jalan Tol Cibitung-Cilincing dibangun karena akan mengoneksi Kawasan Industri Marunda Center langsung ke  Jalan Tol Akses Tanjung Priok. Rencananya, mengingat lokasinya yang berbatasan dengan laut, Marunda Center juga akan dilengkapi dengan pelabuhan kecil. Dikembangkan dalam dua tahap. Tahap I seluas 150 Ha, dan telah dibangun sekitar 70%. Meliputi gudang, kavling siap pakai, infrastruktur, utilitas dan fasilitas penunjang. Sementara tahap berikutnya seluas 350 Ha.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: